Tips & Advice Balita

Mengenali dan Membentuk Karakter Anak

Sebagai orangtua, kita tentu saja sangat ingin mengenali kepribadian atau karakter anak kita sedini mungkin. Akan tetapi sebenarnya kepribadian anak bukanlah hal yang tidak bisa berubah dan akan terus berkembang sampai dewasa. Kepribadian anak yang terlihat semasa bayi dapat berubah atau bertahan seiring berjalannya waktu. Meskipun ada bagian dari karakter anak yang merupakan bawaan sejak lahir, namun ada beberapa hal yang mempengaruhi perkembangan karakter anak:

  • Relasi

Relasi orangtua dengan anak memiliki dampak besar pada anak dibandingkan dengan pengasuh lainnya. Selain itu, Orangtua juga dapat berperan dalam membantu anak membangun relasi yang positif dengan orang-orang di sekitarnya seperti relasi dengan adik, kakak, kakek, nenek, teman dan lain sebagainya

  • Pendidikan

Pendidikan juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak. Oleh karena itu, ketika memilih sekolah perhatikan lah value dari sekolah tersebut apakah sesuai dengan value yang diinginkan oleh orangtua. Misalnya jika orangtua memiliki value bersosialisasi carilah sekolah yang mengutamakan kegiatan sosial dan kerja sama tim.

  • Lingkungan

Lingkungan tempat anak tinggal juga mempengaruhi karakternya. Jika lingkungan sekitarnya terdapat banyak anak-anak dan memiliki fasilitas yang mendukung anak bermain seperti taman tentu akan membantu kemampuan sosial anak.

  • Pengalaman Masa Kecil

Pengalaman anak sejak bayi hingga remaja juga memiliki pengaruh dalam membentuk kepribadian anak dan akhirnya akan mempengaruhi perilaku dan pilihan-pilihannya. Anak yang memiliki pengalaman banyak dipuji ketika mencoba membantu pekerjaan rumah tangga meskipun makin berantakan tentu saja akan berbeda dengan anak yang tidak diberi kesempatan membantu di rumah.

Dengan mengenali dan mengembangkan karakter anak kita dapat mengenali bagaimana cara ia berinteraksi dengan orang lain, bagaimana ia menyelesaikan masalah, bagaimana ia mengorganisir ide dan pikirannya, dan apa-apa saja yang dapat memotivasi dan menarik minatnya.

Dalam mendekati anak dan membangun karakternya, kita dapat perhatikan sifat terkuat yang sering muncul dalam perilakunya. Misalnya jika anak anda adalah anak yang pemberani, senang tantangan baru, kompetitif, berkemauan kuat, biasanya anak-anak yang bersifat seperti ini akan senang menjadi pemimpin dan sangat menyukai pengalaman baru. Oleh karena itu, Berikanlah kesempatan pada anak-anak seperti ini untuk memimpin atau bertanggung jawab terhadap pekerjaan tertentu. Misal: pada bulan puasa ini ia mendapat tugas membangunkan kakak dan adiknya saat sahur. Atau diajak melakukan kegiatan baru selama liburan.

Jika anak memiliki ciri-ciri senang bicara, senang bersosialisasi, ceria dan spontan. Ia sangat suka bersenang-senang dan bersosialisasi dengan orang lain maka permainan yang melibatkan seluruh anggota keluarga adalah hal yang bisa dilakukan. Selain itu, membawa anak ke rumah ibadah dan memberi kesempatan pada anak untuk berkenalan dengan orang lain atau anak lain juga memberi pengalaman yang menyenangkan baginya.

Beberapa anak sangat ingin semua tepat sesuai aturan oleh karena itu mereka memiliki ciri teratur, gigih dan pendiam. Anak yang senang keteraturan seperti ini adalah anak-anak yang akan senang jika dipercaya untuk membantu anda dalam pekerjaan rumah tangga. Ajarkan merapikan mainan dan baju sesuai urutan tertentu, bantu ia memiliki tanggung jawab untuk merapikan benda-benda miliknya sendiri dan jika sudah bisa, kerapihan kamar tidurnya juga merupakan tanggung jawabnya.

Jika anak anda sangat peduli dengan perasaan orang lain dan senang berbagi dengan orang lain jangan sekali-sekali bertanya padanya ia lebih sayang siapa? Mama atau papa? Anak dengan karakter ini akan kesulitan dan merasa bersalah jika diminta harus memilih seperti itu. Dengan karakter anak yang senang berbagi dan menjaga perasaan orang lain, kita dapat mengasah kepeduliannya dengan membuat aksi sosial sederhana dan minta anak mengorganisir aksi tersebut. Misalnya membagikan nasi bungkus bagi orang-orang membutuhkan di jalan atau mengumpulkan dan memberikan baju bekas layak pakai ke panti asuhan yang membutuhkan.

Bagaimana dengan anak yang pemalu dan butuh waktu untuk membuka diri dengan orang lain? Jika memang demikian, berikan ia waktu dan jangan terlalu dipaksa. Beberapa anak memang butuh waktu dalam membuka diri kepada orang lain. Pernah mengalami anak yang tidak mau diajak bersalaman orang baru pada acara keluarga? Mungkin ia perlu waktu lebih. Tidak perlu dipaksa tapi dapat dinegosiasi. Misal: “ kakak tidak perlu salam tapi harus pamit bilang sendiri ya” atau cara lainnya. Jika anak pemalu, perbanyak juga diskusi di rumah. Beri anak kesempatan dan dorong anak untuk menyuarakan pendapatnya. Dengan demikian , dalam lingkungan yang nyaman ia akan tetap berani mengutarakan pendapat.

Mungkin pula ada karakter lain yang belum disebutkan disini, yang jelas dengan memahami karakter anak dan mengenali apa yang membentuk karakter mereka, orangtua dapat mengembangkan perilaku positif yang sesuai dengan karakternya namun tetap menyayangi mereka apa adanya.

 

Oleh : 

Agstried Elisabeth Piether, M.Psi., Psikolog

(Co-Founder Rumah Dandelion)