Alternate Text
Tips & Advice 0-6 Bulan

Mengatasi Anak Manja

Mengajarkan kemandirian sejak dini pada anak sangatlah penting. Bermanja-manja boleh saja, tapi jangan sampai melampaui batas. Melatih anak mandiri mendorong perkembangan otak, fisik, dan sosial-emosi anak dengan lebih baik, sehingga saat dewasa kelak ia bisa menjadi pribadi yang kuat.

 

Ajarkan Anak Mandiri

 

Tahukah Anda, sikap manja anak bisa tumbuh karena orang tua merasa tidak berdaya mengendalikan anak. Menurut psikolog anak dan remaja, Richard Bromfield, Ph.D. dari Harvard Medical, Anda harus mengambil kendali dan mengajarkan kemandirian pada anak, dengan cara:

1. Berkomitmen. Jadikan Anda dan suami sebagai pemimpin di rumah, sehingga mereka akan mengikuti. Jadi, bukan hanya Anda yang bisa mengikuti kemauan anak, mereka juga harus bisa mengikuti keinginan orang tua. Ajak bicara juga orang-orang di lingkungan sekitar keluarga, mulai dari kakek, nenek, ART, dan pengasuh. Semua harus di bawah satu suara, yaitu Anda sebagai orangtua, dengan tujuan mengajarkan anak mandiri.

2. Komunikasi jelas dan tegas. Beritahu anak mengenai apa yang Anda harapkan secara gamblang. Misalnya, tekankan pada mereka untuk bisa belajar mandiri merapikan kembali mainannya. Berikan arahan dengan kalimat sederhana dan ucapkan secara perlahan, misalnya, "Ayo, sekarang rapikan mainannya, lalu simpan di kotak mainan.

3.Beritahu konsekuensi. Tidak ada salahnya bila Anda sedikit memperingatkan dengan keras jika ia tidak mau menuruti Anda. Misalnya ketika ia tidak mau membereskan mainan, katakan bahwa mainan itu bisa hilang atau rusak.

4. Harus konsisten. Konsistenlah dengan aturan yang sudah Anda tetapkan untuk menjaga wibawa Anda di hadapan anak. Kalau Anda mengubah-ubah aturan, anak bisa saja tidak menganggap Anda serius.

 

Adele Faber dan Elaine Mazlish, penulis buku “Berbicara Agar Anak Mau Mendengar dan Mendengar Agar Anak Mau Bicara” memberikan tips mereka tentang bagaimana Anda sebagai orang tuanya mendorong anak menjadi individu yang mandiri, tidak terus menerus bergantung pada Anda, yaitu:

 

Lakukan:

1. Biarkan anak membuat pilihan, misalnya "Hari ini kamu ingin pakai baju Thomas atau Lightning McQueen?"

 

2. Tunjukkan penghargaan pada setiap upaya anak. Bantu pula dia dengan memberikan alternatif. Misalnya, "Tidak apa-apa. Stoples itu memang susah dibuka. Coba kamu mengungkitnya dengan sendok."

 

3. Dorong anak untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar, seperti "Hmm.. Kira-kira pemilik toko binatang peliharaan di sana bisa membantu kita tidak ya?"

 

4. Beri dia motivasi atas setiap keinginannya. "Jadi, kamu mau coba ikut lomba menggambar? Wah, pasti seru sekali, yuk kita coba."

 

5. Apresiasi keberhasilan anak. Ketika anak berhasil mencapai suatu target kemandirian, berikan penghargaan yang membuat anak percaya diri. Anda bisa memberikan pujian atau pelukan.

 

Hindari:

1. Jangan terlalu banyak bertanya. Meskipun Anda ingin mengetahui kabarnya, biarkan dia bercerita dan jadilah pendengar yang baik, misalnya menyapa anak sepulang sekolah, "Halo, senang melihatmu pulang sekolah!". Selanjutnya biarkan anak bercerita dengan sendirinya.

 

2.Jangan pula terburu-buru menjawab pertanyaan anak. Ajukan pertanyaan lanjutan yang akan membantu mengasah keingintahuan dan kreativitasnya, seperti "Wah, pertanyaanmu bagus! Menurut kakak, bagaimana cara yang paling oke?"