Alternate Text
Persalinan Caesar
Mom's Pedia 29-40 Minggu

Adakah Jumlah Maksimal Proses Melahirkan Secara Caesar ?

Persalinan caesar biasanya dipilih ahli ketika mereka melihat adanya problem pada ibu dan janin selama kehamilan. Namun, ada sebagian ibu yang lebih memilih melahirkan dengan persalinan caesar, meski keadaan janin dan ibu sehat dan bisa melahirkan dengan cara normal.

Alasanya sih bisa beragam, mulai dari ingin memilih tanggal “cantik” untuk kelahiran Sang Buah Hati, hingga takut sakit saat melewati proses persalinan normal. Lalu, ada enggak sih jumlah maksimal proses melahirkan secara caesar yang aman dilakukan oleh wanita hamil?

Kata ahli seperti dilansir dalam Mayo Clinic, setiap pengulangan persalinan caesar umumnya lebih rumit dibandingkan dengan persalinan caesar yang dilakukan terakhir kali. Nah, yang perlu diketahui, wanita yang telah melewati persalinan caesar secara berulang berisiko tinggi mengalami beberapa masalah medis. Berikut penjelasannya:

1. Cedera pada Kandung Kemih dan Usus

Melansir Mayo Clinic, risiko cedera pada kandung kemih dan usus akan meningkat lebih dari satu persen, ketika ibu melakukan persalinan caesar untuk ketiga kalinya. Peningkatan risiko ini kemungkinan disebabkan oleh komplikasi adhesi saat proses penyembuhan. Adhesi sendiri merupakan perlekatan antar organ oleh jaringan parut. Jaringan parut ini dihasilkan dari proses penyayatan dalam operasi caesar.

Nah, jaringan yang terbuka ini bisa menempel dengan organ lain di sekitarnya selama proses penyembuhan luka. Misalnya, kandungan kemih yang akan “mengikat” rahim. Nah, hal inilah yang bisa membuat ibu kesakitan dan terbatasnya pergerakan organ-organ internal tubuh. Selain itu, adhesi pasca-operasi juga dapat menyebabkan obstruksi pada usus, yaitu kondisi yang membuat peredaran makanan atau cairan di dalam saluran pencernaan jadi terganggu.

2. Bisa Terjadi Pendarahan Hebat

Pendarahan hebat mungkin saja bisa terjadi ketika ibu telah melakukan beberapa kali persalinan caesar. Menurut sebuah penelitian, operasi cesar yang dilakukan ketiga kalinya, terkadang membutuhkan transfusi darah dan pembedahan untuk mengangkat rahim (histerektomi) guna mengendalikan perdarahan yang mengancam nyawa. Artinya, wanita yang melakukan prosedur histerektomi tak lagi bisa hamil.

3. Masalah pada Plasenta

Seperti dilansir Mayo Clinic, pada dasarnya semakin banyak operasi caesar yang telah kamu lalu, semakin besar pula risiko terjadinya masalah dengan plasenta. Misalnya, plasenta yang tertanam terlalu dalam ke dinding uterus atau otot di sekitar bekas luka caesar (plasenta akreta). Bisa juga sebagian plasenta atau seluruhnya menutupi pembukaan serviks atau menutupi jalan lahir bayi (plasenta previa).

Ada Banyak Pertimbangan

Ingat, prosedur operasi caesar itu enggak main-main, lho. Tindakan ini bisa saja menimbulkan berbagai komplikasi saat atau sesudah kelahiran. Oleh sebaik itu, pertimbangkanlah hal-hal di bawah ini sebelum sebelum melakukan persalinan caesar.

1. Bukan Operasi Kecil

Operasi caesar memiliki berbagai faktor risiko, layaknya operasi besar pada umumnya. Selain itu, persalinan caesar punya banyak risiko mulai dari infeksi, risiko pengangkatan rahim, mengurangi fungsi usus, hingga kerusakan kandung kemih.

2. Bakteri Baik Lebih Sedikit

Bayi yang lahir lewat persalinan normal akan terpapar banyak bakteri sehat yang hidup di dalam Miss V kamu. Bakteri-bakteri baik inilah yang akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Si Kecil. Namun, bayi yang lahir melalui operasi caesar lain ceritanya, mereka hanya sedikit terpapar bakteri ini.

3. Masa Pemulihannya Lebih Lama

Waktu penyembuhan luka operasi dan rahim akan memakan waktu lama dibandingkan dengan persalinan normal yang hanya butuh enam minggu. Setelah melewati operasi caesar beberapa minggu, kamu akan merasakan nyeri, ketidaknyamanan, dan terkadang harus mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit.

4. Bisa Menyelamatkan Bayi

Meski bisa menimbulkan berbagai komplikasi, tapi operasi ini bisa menyelamatkan nyawa bayi dan ibu. Sebab operasi caesar amat diperlukan secara medis ketika kehamilan kamu mengalami masalah.

Berapa Jumlah yang Aman?

Lalu, berapa jumlah maksimal proses melahirkan caesar yang aman dilakukan? Faktanya, belum ada penelitian yang menetapkan jumlah pasti dari pengulangan operasi caesar yang aman bagi ibu hamil. Namun, ada sebagian ahli yang mengatakan, kalau ibu tak direkomendasikan untuk melakukan persalinan normal setelah tiga kali menjalani operasi caesar.

Selain itu, menurut ahli ketika sebelumnya ibu telah melakukan operasi caesar, memutuskan metode persalinan yang tepat untuk kelahiran selanjutnya bisa menjadi keputusan yang sulit. Oleh sebab itu, mintalah saran dan berdiskusilah dengan dokter kandungan kamu. Bila dirimu ingin tetap melakukan persalinan caesar, nantinya mereka akan mempertimbangkan risiko apa saja yang akan terjadi selama dan sesudah proses melahirkan.