Tips & Advice 6-12 Bulan

Sembelit dan Diare pada Bayi


Sembelit dan Diare pada Bayi

Tanda-tanda Bayi Sembelit

Frekuensi buang air besar setiap bayi itu berbeda. Yang penting bukan frekuensinya, tapi bentuk fesesnya. Bayi yang mengalami sembelit akan tegang dan kesulitan saat mengeluarkan feses yang keras dan kecil-kecil.

Bayi mungkin merasakan nyeri kolik karena sisa tinja di ususnya sehingga nafsu makan bayi menjadi turun. Karena merasa sakit saat mengeluarkan tinja, bayi mungkin secara tidak sadar juga berusaha dan berhenti buang air besar. Hal ini dapat membuat masalah sembelit berlanjut.

 

Kenali Penyebab Bayi Sembelit

Sembelit bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk perubahan menu, dehidrasi atau penyakit ringan, misalnya demam. Sembelit jarang dijumpai pada bayi yang diberikan ASI karena ASI lebih mudah dicerna.

Ada beberapa hal yang dapat Ibu lakukan untuk membantu bayi yang mengalami sembelit:

    • Beri bayi banyak minum air putih. Pastikan air matang yang tidak panas.
    • Kekurangan makanan bisa menyebabkan sembelit. Pastikan Ibu cukup memberikan ASI.
    • Pijat perut bayi dengan lembut searah jarum jam. Oleskan sedikit minyak bayi untuk membantu memijat.
    • Mandikan bayi dengan air hangat
    • Gerakkan kedua kaki bayi dengan gerakan seperti mengayuh sepeda.
    • Apabila Ibu mengkhawatirkan kesehatan bayi, Ibu sebaiknya berkonsultasi dengan bidan atau dokter anak.

 

Diare pada Bayi dan Mengatasinya

Diare adalah buang air besar yang frekuesinya lebih sering dan konsistensi tinja lebih encer dari biasanya. Selama terjadi diare, tubuh bayi akan kehilangan cairan dan elektrolit secara cepat. Pada saat yang bersamaan, usus kehilangan kemampuannya untuk menyerap cairan dan elektrolit yang diberikan. Bayi dan anak yang lebih kecil lebih mudah mengalami dehidrasi dibanding anak yang lebih besar dan dewasa. Oleh karena itu, mencegah atau mengatasi dehidrasi merupakan hal penting dalam penanganan diare pada anak.

Bayi diare dan muntah dapat menyebabkan nafsu makannya menurun karena kurangnya elektrolit didalam tubuh dan juga mungkin rasa susunya yang kurang enak. Biasanya nafsu makannya akan kembali membaik setelah penyakitnya sembuh.

Yang perlu diperhatikan ketika bayi terkena diare adalah jangan sampai bayi mengalami dehidrasi (kekurangan cairan) dengan memberikan ASI sedikit-sedikit namun sering, demikian juga dengan asupan makanan yang gampang dicerna bayi. Berikan juga buah seperti pisang yang banyak mengandung kalium yang diperlukan bayi saat diare. Perhatikan juga jumlah urin apakah berkurang atau pekat, bila masih berlanjut sebaiknya berkonsultasi langsung dengan dokter.

Tapi Ibu jangan panik dulu, frekuensi bayi BAB belum menetap kadang sering tapi bisa berubah jarang. Bayi yang minum ASI eksklusif cenderung frekuensi BABnya lebih sering 5-10x/hari, konsistensi lebih cair, berbiji-biji dan berwarna kuning cerah. Selama bayi aktif, minum kuat dan berat badannya naik Ibu tidak perlu khawatir.