Alternate Text
cara melatih anak berjalan
Mom's Pedia Balita

Jangan Salah! Begini Cara Melatih Anak Berjalan

Setiap anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda-beda. Salah satu yang sering terganggu adalah kemampuan untuk berjalan. Normalnya seorang anak akan mulai merangkak ketika berumur 8 bulan.

Pada usianya yang 9 bulan, bayi akan mulai berdiri tanpa bantuan, meskipun sering terjatuh. Ketika mencapai usia 1 tahun, bayi akan memulai langkah pertamanya dan akan berjalan perlahan. Namun, bagaimana jika sudah mencapai usia tersebut namun si kecil belum juga mampu berjalan?

Apabila hal ini terjadi, maka Ibu tidak usah panik. Sebab hal ini masih termasuk normal. Kondisi ini disebut delayed walking dimana kondisi sang buah hati belum bisa berjalan sementara anak seumurannya telah mampu berjalan bahkan berlari dan ini disebabkan oleh beragam faktor.

Penyebab Anak Terlambat Berjalan

  • Sistem motorik yang lambat matang dikarenakan si kecil fokus pada pengembangan kemampuan yang lain seperti berbicara atau mendengarkan.
  • Adanya gangguan kelainan sejak lahir yang memengaruhi otot serta kekuatan kaki yang berguna untuk menopang berat  tubuh.
  • Faktor lingkungan atau eksternal seperti kekurangan asupan nutrisi yang dibutuhkan saat proses tumbuh kembang atau terjadinya benturan di kepala yang memengaruhi syaraf di otak.
  • Kebiasaan seorang anak yang lebih nyaman untuk berbaring atau merangkak sehingga menyebabkannya malas untuk berjalan.

Maka dari itu, ketika telah mencapai usia normal untuk berjalan, ada baiknya Ibu mulai melatihnya untuk berjalan. Ada beberapa cara bisa Ibu lakukan.

Cara Melatih Anak Berjalan

Proses belajar berjalan sang buah hati adalah momen luar biasa, baik bagi dia sendiri maupun orang tua. Beberapa hal yang bisa Ibu coba antara lain sebagai berikut:

Memijat Kakinya

Hal pertama yang dapat Ibu lakukan untuk melatih si kecil berjalan adalah dengan melakukan pijatan-pijatan kecil di kakinya. Gunakan minyak zaitun untuk memijat. Pasalnya, langkah ini akan membantu melancarkan aliran darah serta memberikan efek relaksasi pada kaki agar tidak kaku dan lebih kuat.

Mengajari Berdiri Tegak

Bantu anak berdiri tegak dan menjejakkan kedua telapak kakinya dengan mantap tanpa bantuan selama setengah menit. Bila anak jatuh duduk, beri semangat agar bayi mau belajar bangkit berdiri sendiri. Bila tahap ini sudah dilewati dan balita mau mencoba melangkah sendiri, maka dia siap untuk berjalan dengan berpegang pada kedua tangan Anda.

Memegangi Tangannya

Beri anak kesempatan untuk berjalan dengan salah satu atau kedua tangannya sambil memegang tangan Anda dalam jarak dekat. Kegiatan ini cukup melelahkan bagi bayi, karenanya terus beri semangat pada bayi.

Berdiri Di Boks

Biarkan balita berdiri di salah satu sudut boksnya yang diberi pelindung (bumper) di sekeliling bagian dalamnya. Ajarkan dia berpegangan pada pagar boks, lalu biarkan dia berjalan menyusurinya. Cara ini cukup aman karena bila bayi jatuh, tubuhnya akan membentur kasur boks atau bantal. Kuatkan diri Anda membiarkan balita jatuh-bangun dalam usahanya untuk berjalan.

Manfaatkan Mainan

Letakkan mainan favoritnya dalam jarak tertentu. Semangati anak agar mau berjalan untuk meraih mainannya itu. Cara ini akan menguatkan otot-otot kaki dan tungkai.

Mendorong Barang

Beri anak mainan yang dapat didorong sebagai alat bantu si kecil belajar berjalan. Anak di rentang usia ini memang senang mendorong-dorong benda, bukan? Jangan lupa menyemangatinya agar ia merasa senang.

Memindahkan Barang

Beri anak mainan truk atau gerobak yang dapat ditarik dengan tali. Ajak dia memindah-mindahkan mainan dari satu tempat ke tempat lain. Jangan lupa, faktor psikologi juga jadi faktor yang mempengaruhi kecepatan berjalan. Ada bayi yang yakin dengan kemampuannya berdiri dan mulai melangkah. Ada pula yang sulit meyakini kemampuannya karena dianggap akan membahayakan dirinya. Karenanya, beri pujian atas usahanya untuk belajar berjalan.

Namun, jangan salah, sebab ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mengajari anak berjalan. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini:

1. Hindari Penggunaan Baby Walker

Laporan dari American Academy of Pediatrics tahun 2001 mengungkapkan bahwa pada tahun 1999 diperkirakan sebanyak  8800 anak usia dibawah 15 bulan dibawa ke rumah sakit bagian gawat darurat karena kecelakaan akibat baby walker.

Meski tampaknya membuat bayi lebih aman dan membantu bayi belajar berjalan, baby walker justru memiliki lebih banyak dampak negatif bagi perkembangan bayi. Beberapa di antaranya adalah membuat si kecil lebih maalas, mengganggu kerja ototnya, serta lebihi risiko karena dia bisa saja meraih benda-benda berbahaya.

2. Tidak Menggunakan Alas Kaki

Ajari si kecil berjalan dengan tidak menggunakan alas kaki. Pasalnya, keadaan seperti ini akan membantu sang buah hati untuk meraih keseimbangan serta koordinasi. Oleh karena itu, ada baiknya untuk menunda pemakaian sepatu kepada si kecil.

3. Lepaskan Anak Dari Gendongan

Untuk mewujudkan harapan agar anak mampu berjalan ketika mencapai usia 1 tahun, Ibu sebaiknya mengajarinya secara perlahan dan sesering mungkin untuk melepaskan pegangan agar otot kakinya lebih kuat dan mampu bergerak lebih lincah.

4. Pastikan Area Berlatih Aman

Sebelum melatih sang buah hati berjalan, pastikan dulu area di sekitarnya aman dari benda pecah belah atau pajangan kaca yang dapat dijangkaunya. Hal ini untuk menghindarkannya dari kejadian yang tidak diinginkan.

Kini, Ibu sudah tahu kan bagaimana caranya melatih anak berjalan. Selain hal-hal di atas, yang telah disebutkan, jangan lupa untuk melengkapi kebutuhan nutrisi hariannya dengan Bebelac 3 yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan si kecil.