Tips & Advice 0-6 Bulan

Kesehatan Pencernaan Anak

Indonesia merupakan negara yang sebagian besar masyarakatnya sudah sadar akan pentingnya kesehatan anak. Namun tahukah Ibu, hanya 20% Ibu di Indonesia yang sadar akan pentingnya kesehatan pencernaan pada anak?

Data menunjukkan 55% bayi di Indonesia menderita setidaknya 1 gangguan pencernaan, di antaranya, 16,26 % menderita kolik, 30% Konstipasi (susah BAB) dan sisanya, diserang dengan gangguan Regurgutasi (Gumoh). Ketiga gangguan tersebut, sama-sama ditandai dengan tangisan yang berlebih pada anak.

Bagaimana cara mencegahnya? Untuk bayi, pemberian ASI eksklusif sangatlah penting untuk mencegah gangguan pencernaan yang seringkali tidak menjadi perhatian penting para Ibu. Pengetahuan tentang gangguan pencernaan dan cara menanganinya sangat penting, untuk diketahui berbagai pihak yang mendapat tanggung jawab untuk merawat bayi. Jadi tidak hanya Ibu, tapi juga nenek, bibi, atau bahkan babysitter di rumah.

Zat-zat makanan tidak dapat diserap dalam bentuk alami dan tidak berguna sebagai zat nutrisi sebelum proses pencernaan awal. Hasil dari proses tersebut kemudian disebarkan ke seluruh tubuh menjadi energi untuk beraktivitas.

Proses ini membutuhkan waktu, tergantung dari jenis makanan yang dikonsumsi, sesuai dengan usia. Paling penting adalah, bagaimana memilih asupan nutrisi yang baik agar sistem pencernaan anak tetap sehat.

Salah satu tanda saluran pencernaan yang tidak baik adalah perut kembung dan bisa jadi anak akan mengalami muntah dan diare.

Saluran pencernaan seperti akar pada pohon, sehingga bila sistem tersebut terganggu akan berpengaruh keseluruh tubuh. Karenanya Ibu perlu menjaga kesehatan saluran pencernaan si Kecil dengan memberikan asupan makanan berserat, banyak minum air putih dan selalu biasakan anak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan bervariasi setiap hari.