Alternate Text
Tips & Advice 0-6 Bulan

Sembelit Pada Bayi

Bagaimana Mengetahui Jika Bayi Sembelit?


Proses pencernaan pada bayi dimulai saat minum atau mengunyah makan, dan diakhiri ketika buang air besar.  Saat mengunyah, makanan akan dicampur dengan enzim di dalam mulut sehingga terjadi pemecahan makanan secara kimiawi untuk selanjutnya diproses dalam pencernaannya yang masih rentan.


Bayi yang cukup mengkonsumsi ASI umumnya tidak bermasalah dengan buang air besarnya dan jarang dijumpai kasus sembelit. Demikian juga pada bayi yang sudah mendapat makanan tambahan (makanan padat pendamping ASI), lebih jarang lagi mengalami sembelit, selama makanannya cukup mengandung serat (dietary fiber). Tapi harap perhatikan ya Bu, masa transisi makanan biasanya justru meningkatkan risiko sembelit, terutama bila pemberian makanan padat kurang baik atau kurang disertai minum yang cukup.  Makanan padat pertama bayi biasanya berupa bubur susu.  Usus bekerja lebih giat apabila makanan harian sudah mulai lebih padat.


Bila semua organ pencernaan bekerja dengan baik, maka gangguan tidak akan terjadi. Ibu perlu mengetahui ciri-ciri kotoran yang dikategorikan baik. Setelah bayi berusia tujuh hari misalnya, kotoran akan berwarna kuning, sangat lunak, dan keluarnya agak banyak. Ini dikarenakan ampas makanannya bercampur dengan cairan empedu yang berwarna kuning.  Namun pada bayi yang masih menyusui secara eksklusif terkadang pupnya encer, hal ini normal karena ASI berfungsi sebagai pencahar.


Dengan mengenali kategori kotoran bayi, masalah pencernaan dapat terdeteksi dengan mudah dan Ibu juga bisa memantau kesehatannya.  Pada kasus sembelit, untuk dapat memastikannya bukan dari lamanya ia tidak BAB, karena frekuensi BAB setiap bayi berbeda.  Perhatikan kebiasaan BAB bayi Ibu, bila jumlah kotorannya terlalu sedikit, atau keras dan ia menangis bahkan terlalu rewel, bisa jadi ia sedang menahan sakit sewaktu BAB.  Apakah yang menyebabkan sembelit pada bayi dan bagaimana mengatasinya?


    • Kekurangan cairan. Metabolisme yang tinggi  pada bayi menyebabkan pengeluaran cairan tubuhnya melalui air seni dan keringat menjadi lebih banyak, sehingga bila tidak segera diganti dengan pemberian minum yang cukup, dapat membuatnya kurang cairan.  Akibatnya kotoran menjadi keras dan kurang lembab.
    • Pengeluaran cairan berlebihan juga bisa disebabkan karena faktor lain, misalnya karena cuaca panas yang membuat bayi banyak berkeringat. Atau ruangan ber-AC, meski berhawa sejuk tetapi menyebabkan udara kering.  Berikan ia ASI dan cairan yang cukup.
    • Jumlah serat yang kurang, atau perubahan konsumsi makanan pada bayi yang sudah mulai dikenalkan dengan jenis makanan padat tertentu.  Makanan pendamping ASI yang padat mengandung sejumlah zat dan vitamin tertentu yang bisa mempengaruhi volume dan kepadatan kotorannya.  Berikan ia buah-buahan lunak agar kebutuhan seratnya tercukupi dalam jumlah yang diperlukan.
    • Efek samping dari penggunaan obat-obatan tertentu pada bayi, seperti antibiotik dan obat flu atau penurun demam. Hal ini berpengaruh pada pencernaan bayi. Karena itulah konsultasi dengan dokter sebelum Ibu memberikan obat.


Untuk mengatasi sembelit pada bayi, Ibu juga bisa melakukan hal-hal berikut:


    • Pijat perut bayi dengan baby-oil dengan gerakan lembut searah jarum jam. Pijatan Ibu dapat membuatnya menjadi lebih tenang dan melancarkan sirkulasi pencernaannya.
    • Beberapa obat pencahar belum tentu cocok untuk mengatasi masalah sembelit pada bayi. Sebaiknya jangan menggunakan obat-obatan tertentu karena setiap bayi memiliki pencernaan yang berbeda.


Buah Plum, Cara Alami untuk Mengatasi Sembelit Pada Bayi


Ibu bisa mendapatkan buah plum di berbagai supermarket dan toko buah terkemuka. Bagaimana mengolah buah plum menjadi obat alami untuk menolong bayi dari sembelitnya? Mudah sekali Bu.


Yuk Kita Buat Sari Buah Plum :


Didihkan satu cangkir air dalam panci kecil, lalu masukkan empat sampai lima buah plum yang sudah masak. Tutup panci, tunggu hingga 15 - 20 menit atau sampai buah plum menjadi sangat lembek. Saring buah plum dengan menggunakan saringan yang steril dalam mangkuk bersih hingga sari plum keluar.  Kemudian panaskan kembali sari buah plum yang telah disaring tadi sampai mendidih, lalu masukkan ke dalam wadah steril tertutup dan simpan dalam lemari es.


Untuk Pemberiannya:


Ambil satu sendok teh sari buah plum, campurkan dengan satu sendok makan air matang dan berikan kepada bayi satu kali sehari. Jangan menggunakan sari buah plum ini jika sudah tersimpan lebih dari dua hari dan hentikan pemberiannya bila frekuensi BAB bayi Ibu sudah normal kembali.