Tips & Advice Balita

6 Permainan Mengasah Otak Agar Menjadi Anak Yang Cepat Tanggap

Anak tanggap yang lengkap tidak berkembang dengan sendirinya. Orangtua dapat membantu anak untuk belajar menjadi cepat tanggap dan berkembang menjadi anak hebat melalui bermain, karena bermain adalah cara anak belajar. Cepat tanggap berarti anak memiliki kemampuan untuk mengamati apa yang terjadi di sekitarnya dan mampu menyelesaikan masalah. Berikut beberapa permainan yang dapat mengasah otak anak agar cerdas, sekaligus mengembangkan kepekaan emosi dan keterampilan sosial si kecil.

1. Pantomim

Orangtua memeragakan gerakan tertentu, misalnya mengayuh, dan minta anak menebak apa yang sedang dilakukan orangtua (bersepeda). Setelah itu, bergantian minta anak yang melakukan sesuatu dan orangtua menebak apa arti bahasa tubuhnya tersebut. Bermain pantomim dapat mendorong anak untuk berpikir tentang perspektif orang lain, membaca situasi, dan mengembangkan komunikasi nonverbalnya.  Permainan ini dapat dibuat variasi dengan bermain tebak emosi. Anak diminta menebak emosi apa yang sedang ditampilkan oleh orangtua (misal ekspresi senang atau kaget) lalu memikirkan situasi apa yang kiranya dapat memunculkan ekspresi tersebut (diberi hadiah atau mendengar balon meletus tiba-tiba). Kemampuan mengenal emosi  merupakan dasar kemampuan berempati dan menumbuhkan rasa peduli pada diri anak.

2. Temukan Bendanya

Orangtua menyediakan berbagai benda di dalam suatu kotak, seperti bola, kunci, pensil, payung, atau lainnya. Minta anak untuk mengambil benda yang disebutkan ciri-cirinya oleh orang tua. Contohnya “Aku adalah benda berwarna kuning. Aku bisa dibuka dan ditutup. Aku suka dipakai ketika hujan agar badan tidak basah. Apakah aku?” Permainan ini bisa membuat anak lebih paham sifat dan fungsi benda-benda, sehingga kemampuan berpikirnya lebih baik. Permainan ini juga seru dimainkan saat sedang di perjalanan atau menunggu di restoran, untuk melatih atensi pada sekelilingnya.

3. Petak Umpet

Permainan ini seakan tidak ada matinya untuk dimainkan bersama teman-teman, semakin ramai semakin asyik. Bukan hanya menyenangkan, permainan yang tampaknya sederhana ini sebenarnya memiliki banyak manfaat. Anak mengembangkan kemampuan spasialnya untuk membayangkan denah rumah atau tempat bermain, membuat perkiraan dimana kiranya anak-anak lain bersembunyi, serta mencari jalan bagaimana caranya sampai ke tempat sembunyi lalu kembali lagi ke tempat jaga. Untuk anak-anak batita yang masih belum terlalu paham konsep bersembunyi, orangtua dapat mulai dengan menyembunyikan barang-barang dan meminta anak menemukannya.

4. Pasti, Mungkin, atau Tidak Mungkin Terjadi?

Orangtua membuat berbagai pernyataan dan ajak anak untuk berpikir apakah hal tersebut pasti, mungkin, atau tidak mungkin terjadi. Misalnya, “Aku bisa pergi ke luar negeri naik naga terbang”, “Langit mendung tanda hujan akan turun”, “Jika menutup mata, kita tidak bisa melihat.”  Permainan ini dapat melatih kemampuan anak untuk memprediksi apa yang mungkin terjadi dan berlatih sebab akibat.

Semakin banyak dilatih kemampuan berpikirnya, anak menjadi semakin cerdas.

5. Pesan Berantai

Permainan ini dapat dimainkan bersama teman-teman. Minta anak berdiri dalam barisan. Orangtua membisikkan ke salah satu anak kalimat tertentu (panjangnya kalimat dapat disesuaikan dengan usia anak) dan minta anak menyampaikan ke teman di belakangnya, begitu seterusnya sampai ke anak terakhir. Bila ada banyak anak yang bisa bermain, dapat dibuat lomba kelompok mana yang tetap bisa mengingat dan menyampaikan pesan dengan tepat. Permainan ini baik untuk mengasah memori dan kemampuan komunikasi anak.

6. Lampu Merah Lampu Hijau

Anak tanggap yang lengkap bukan hanya cerdas, punya rasa peduli, dan tanggap bersosialisasi, tetapi juga berarti mampu berperilaku sesuai aturan dan punya kemampuan mengontrol dirinya sendiri. Permainan ini dapat menjadi latihan bagi anak untuk mengikuti instruksi. Anak diminta untuk berpindah dari satu titik ke titik lainnya, orangtua sebagai polisi. Saat orangtua berkata “Lampu Hijau” anak dapat berjalan namun ketika orangtua berkata “Lampu Merah” anak harus segera diam. Orangtua dapat menyiapkan lingkaran merah dan lingkaran hijau untuk petunjuk visual. Seperti pesan berantai dan petak umpet, permainan ini akan mengasyikkan bila dimainkan beramai-ramai bersama teman.

Selamat bermain! Yuk bersama-sama menjadikan anak tumbuh hebat menjadi tanggap yang lengkap! Selain 6 jenis permainan mengasah otak anak tadi, Ibu juga bisa membuat aktivitas kreatif lain untuk mengembangkan kemampuan emosi dan sosial si kecil.