Tips & Advice 6-12 Bulan

Bagaimana Cara Melatih Bayi Makan


Manfaat Belajar Makan pada Bayi


Setelah bayi memperlihatkan tanda-tanda bahwa ia siap diberikan makanan tambahan,
itu berarti "lampu hijau" bagi Ibu untuk mulai mengenalkannya dengan makanan tambahan pertama.


Tahukah Ibu bahwa sebelum mengenal makanan pendamping ASI, keterampilan yang dimiliki bayi baru sebatas menghisap? Memakan makanan padat adalah pengalaman baru bagi bayi, sehingga wajar kok bila ia belum mengerti cara makan. Nah, di sinilah peran Ibu sangat dibutuhkan untuk mengajari dan melatihnya makan. Latihlah bayi untuk belajar menggerakkan mulut dan menerima suapan makanan dari sendok. Tidak hanya itu, proses ini juga akan melatih dan memperkuat otot-otot mulut pada bayi, yang nantinya akan dipergunakan untuk mengunyah makanan yang lebih besar dan berbicara.


Kenalkan Tekstur Makanan Secara Bertahap

Makanan Bertekstur Halus


Belajar makan memang bukan hal yang mudah. Tapi tenang saja Bu, solusinya adalah dengan mengenalkan tekstur makanan secara perlahan dan bertahap. Mulailah dengan dengan makanan halus atau lumat yang akan memudahkan bayi dalam mencerna. Biarkan bayi untuk membiasakan diri dengan keberadaan makanan padat di dalam mulutnya, belajar menggerakkan makanan dari bagian depan mulut ke belakang mulut dengan menggunakan lidah, kemudian menelannya.


Makanan Bertekstur Sedikit Lebih Padat


Setelah bayi Ibu mampu mencerna makanan lumat dengan baik, maka ini adalah saatnya bagi bayi untuk tingkatan berikutnya: belajar mengunyah. Pada tahap ini, mari siapkan makanan dengan tekstur lebih padat. Bayi akan melatih rahangnya untuk sedikit bergerak ke atas dan ke bawah. Look at the cute jaws!


Makanan Berbentuk Potongan dan Gumpalan


Kini bayi Ibu tampaknya telah menikmati makanan yang lebih padat. So, what's next? Mari beralih ke makanan berbentuk potongan dan gumpalan kecil. Dengan belajar mengunyah makanan jenis ini, otot-otot mulut bayi akan semakin terlatih.


Makanan Untuk Balita


Apa yang dibutuhkan balita agar ia dapat terus menyukai aktivitas makan? Jawabannya adalah kesenangan dan variasi. Silahkan saja kalau Ibu ingin memberikan makanan dengan beragam bentuk dan tekstur. Tapi jangan sampai lupa ya, apa yang balita makan harus tetap memenuhi diet sehat dan seimbang.


Bila sebelumnya balita selalu makan dengan cara disuapi, maka mulailah Ibu untuk membiarkannya makan sendiri. Dengan begitu, ia akan belajar mandiri, sebelum Ibu mengarahkannya untuk makan bersama keluarga.


Mengenalkan Aneka Rasa Baru


Selain bentuk dan tekstur makanan, belajar makan bagi bayi juga berarti belajar mengenali rasa baru. Secara umum, bayi dilahirkan dengan kesukaan pada makanan manis. Now you know why they love milk. Pada masa-masa awal pemberian makanan tambahan, bayi Ibu harus dibiasakan dengan rasa-rasa lainnya selain rasa susu. Mulailah dikenalkan dengan beraneka macam rasa dari sayur-sayuran (seperti wortel, lobak, kentang, labu, kacang polong, dan ubi), serta buah-buahan (seperti pir, apel, aprikot, pisang, dan mangga).


Tetapi bukan berarti Ibu dapat langsung menjejali bayi dengan berbagai macam makanan lho. Kenalkanlah makanan baru satu persatu secara perlahan dan bertahap. Dengan begitu, selain bertujuan agar proses adaptasi bayi berjalan dengan baik, Ibu juga dapat mengetahui makanan apa saja yang tidak disukai oleh bayi, atau yang bisa menyebabkan reaksi yang tidak diinginkan pada bayi.




Read less...