Konstipasi pada bayi
Mom's Pedia Balita

Makanan yang Menyebabkan Konstipasi pada Bayi

Pencernaan bayi masih belum sempurna, dan Si Kecil rentan mengalami konstipasi, terutama ketika mulai beralih dari ASI eksklusif ke MPASI. Apalagi ketika menginjak usia 6 bulan, dokter sering memberikan lampu hijau kepada orangtua untuk menawarkan berbagai makanan kepada bayi. 

Tapi, menurut Jennifer Shu, M.D dokter anak di Atlanta dan penulis buku Food Fights: Winning The Nutritional Challenges of Parenthood Armed with Insight, Humor, and A Bottle of Ketchup mengatakan terlalu banyak memperkenalkan ragam makanan justru menjadi penyebab bayi mengalami konstipasi.

Yuk, kenali makanan yang bisa menyebabkan konstipasi pada Si Kecil! Saus apel, pisang dan sereal bisa menyebabkan konstipasi pada bayi. Demikian juga keju, yogurt, nasi putih, roti, saus apel, wortel, kentang, makanan yang digoreng dan pasta.  Meskipun orangtua kerap tergoda, ada baiknya orangtua menahan diri untuk memberikan secuil dari makanan ini untuk Si Kecil terlalu sering.

Selain pengaruh makanan, ada beberapa kondisi lain yang menyebabkan konstipasi pada bayi seperti dehidrasi. Jika bayi mengalami dehidrasi, sistem tubuh akan merespons sehingga menyerap cairan apapun yang Si Kecil makan atau minum termasuk kotoran di usus sehingga menghasilkan tinja yang keras dan kering. Kondisi medis seperti hipotiroidisme, botulisme, alergi makanan tertentu serta gangguan metabolisme dapat menyebabkan konstipasi pada bayi.

Mengatasi Konstipasi pada Bayi

Ada beberapa hal yang bisa orangtua coba untuk mengatasi konstipasi pada bayi.

Bantu Bayi Berolahraga

Kalau Si Kecil senang merangkak, dorong bayi untuk melakukan beberapa putaran. Jika bayi belum bisa merangkak, cobalah untuk menggerakkan kaki dengan gerakan memompa dengan cara membaringkan bayi telentang lalu dengan lembut menggerakkan kaki bayi ke depan dengan gerakan melingkar seperti mengayuh sepeda. Supaya suasana nyaman, orangtua bisa melakukannya sambil mendendangkan lagu anak.

Memijat Perut Bayi

Mengatasi konstipasi pada bayi bisa dilakukan dengan cara memijat perut bayi. Area yang tepat untuk dipijat adalah tiga jari dari bawah pusar di bagian sisi kirinya. Orangtua bisa memberikan tekanan lembut di area sana dengan ujung jari dan lakukan selama kurang lebih tiga menit.

Konsultasikan Kepada Dokter

Jika orangtua memberikan makanan formula kepada bayi, coba tanyakan kepada dokter kemungkinan untuk beralih merk. Atau memberikan tambahan madu, aprikot atau pir untuk melunakkan gerakan ususnya.

Biasanya, ketika mengalami konstipasi, terjadi luka pada area pembukaan anus bayi yang menyebabkan merah-merah dan radang. Untuk menyembuhkan luka pada bagian pembukaan anusnya, orangtua dapat mengoleskan lotion lidah buaya di area tersebut. Kemudian menjaga agar area tersebut tetap bersih dan kering. Namun, lotion lidah buaya yang boleh digunakan adalah yang alami tanpa bahan tambahan. Jadi lebih baik ibu membuat lotion ini sendiri dengan cara mengambil ekstrak lidah buaya.

Makanan yang Dapat Meringankan Konstipasi

Setelah berkonsultasi dengan dokter, ada beberapa makanan yang dapat meringankan konstipasi pada bayi, seperti:

Makanan Berbahan Dasar Kedelai

Pada situasi tertentu bisa saja Si Kecil mengalami alergi terhadap protein susu di dalam ASI, cobalah untuk mengganti produk susu dengan produk kedelai.

Prune

Buah prune bisa jadi alternatif makanan untuk dapat meringankan konstipasi. Bisa dikonsumsi dalam bentuk jus ataupun bisa dicampur dengan makanan lainnya.

Kacang-kacangan dan Sayur

Mengonsumsi kacang-kacangan dan sayur sangat baik untuk pencernaan, terutama pencernaan bayi yang sedang dalam masa peralihan ke makanan keras. Orangtua bisa memilih beberapa olahan kacang dan sayur seperti kacang merah dan kacang polong untuk dibuat sup atau bubur kacang hijau.

Pepaya

Pepaya mengandung enzim papain yang dapat membantu mencerna molekul protein kompleks sehingga membantu mengatur gerakan usus bayi sehingga bebas dari sembelit.