jenis kecerdasan anak
Tips & Advice Balita

Kenali 6 Tipe Kecerdasan Anak untuk Bantu Tumbuh Kembangnya

Setiap orangtua tentu menginginkan anaknya untuk tumbuh menjadi anak yang sehat dan juga cerdas. Membesarkan anak untuk menjadi anak yang cerdas bukan sesuatu yang dapat dikerjakan dalam waktu semalam. Perhatian orangtua dibutuhkan untuk merencanakan pola asuh yang tepat agar kelak anak menjadi cerdas. Namun, mengenali potensi kecerdasan anak melalui tingkah lakunya merupakan cara yang dapat diterapkan. Dalam teori kecerdasan ganda yang dipaparkan oleh Howard Gardner, seorang profesor pendidikan asal Harvard University, ada enam jenis kecerdasan anak yang berbeda. Semua jenis kecerdasan tersebut dapat dikombinasikan dan membantu anak menemukan minat di masa mendatang.

Dengan ditemukannya teori baru mengenai enam jenis kecerdasan ini, maka diharapkan agar orangtua dapat menyesuaikan pola asuh dan strategi belajar yang tepat agar anak dapat berkembang secara optimal.Berikut beberapa jenis kecerdasan anak yang dipaparkan oleh Howard Gardner:

1. Linguistik

Jenis kecerdasan anak yang satu ini dapat ditemui pada anak yang gemar berbicara pada situasi apapun. Tipe anak ini gemar mengobrol, berusaha membaca pemahaman, atau bahkan sangat kreatif saat diminta menuliskan alasan mengapa ia melakukan suatu hal. Anak-anak dengan kecerdasan verbal paling baik untuk belajar menggunakan media kata-kata, bahkan saat menyelesaikan masalah matematika ia dapat memaparkan melalui cerita.

2. Kinetik

Jika kekuatan anak ada pada kecerdasan kinetik, maka tidak hanya pada kelas olahraga saja ia akan bersinar. Kecerdasan kinetik adalah tipe kecerdasan anak akan lebih mudah mempelajari sesuatu yang berhubungan dengan gerakan. Kelas olahraga atau kelas menari adalah hal yang disarankan untuk anak dengan tipe kecerdasan ini. Strategi belajar yang dapat diterapkan adalah dengan menggunakan bantuan benda nyata, termasuk anggota tubuh.

3. Musikal

Beberapa orang terlahir dengan bakat musik. Anak yang memiliki tipe kecerdasan ini gemar memainkan ritme, irama, atau melakukan sesuatu berdasarkan tepukan tangan dengan mengikuti hentakan yang teratur. Untuk memanfaatkan jenis kecerdasan anak yang satu ini, orangtua dapat mengubah materi belajar menjadi jingle atau rima. Mereka yang memiliki kecerdasan musikal memiliki memori pendengaran yang kuat sehingga orangtua dapat memanfaatkannya dengan merekam pembicaraan mereka mengenai masalah atau tutorial tertentu untuk kemudian didengarkan kembali.

4. Visual

Jenis kecerdasan anak yang satu ini terlihat saat anak akan lebih mudah mengingat sesuatu berdasarkan gambar atau warna. Mereka biasanya akan gemar menggambar untuk mengekspresikan perasaan dan memprioritaskan bantuan warna dan gambar saat mempelajari sesuatu. Anak dengan tipe kecerdasan ini juga lebih memilih menggambarkan suatu masalah ke dalam peta visual, di mana gambar-gambar dan warna akan menggantikan kata-kata.

5. Sosial

Anak yang memiliki tipe kecerdasan ini ditunjukkan akan kemampuan verbal yang baik, ia juga peka saat menangkap isyarat-isyarat nonverbal seperti dari ekspresi wajah serta sangat baik dalam bersosialisasi atau saat memimpin sebuah permainan. Anak seperti ini cocok diberikan kostum-kostum untuk bermain drama atau teater boneka. Orangtua disarankan untuk mengajak mereka bermain bersama di luar rumah atau sering mengajak si kecil datang ke acara keluarga untuk bersosialisasi.

6. Logika

Jenis kecerdasan anak yang ini dapat teridentifikasi saat anak gemar dengan angka-angka, menyukai matematika, dan hal-hal yang berbau sains, maupun yang berhubungan dengan logika. Cara mengasah kemampuannya ini adalah memberikan anak-anak alat berhitung yang menarik, benda-benda untuk dihitung, balok bertulisan angka-angka, puzzle, hingga timbangan untuk mengukur berat. Orangtua bisa mengajak anak mengunjungi museum ilmu pengetahuan, mengajak anak bermain sambil menghitung, atau bermain monopoli sekalipun.

Dengan mengetahui jenis kecerdasan anak seperti di atas, maka orangtua dapat memetakan strategi belajar yang tepat dan cara-cara tepat lainnya untuk membuat anak selalu bersemangat dalam melakukan suatu hal.