Tips & Advice Pre-Kehamilan

Cara Mewujudkan Kehamilan

Lakukan Perencanaan Kehamilan

Menikah dan menjadi hamil adalah impian sebagian besar pasangan. Namun banyak pasangan bertanya, bagaimana caranya agar dapat hamil? Ya, menjadi hamil memang tidak selalu mudah bagi setiap wanita.  Ada yang begitu mudah menjadi hamil, ada yang harus berusaha terus hingga akhirnya berhasil mewujudkannya.  Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan Ibu dan pasangan sebagai perencanaan kehamilan.

Pemeriksaan Kesehatan Pra-Konsepsi


Ibu yang sehat cenderung memiliki peluang kehamilan yang lebih baik. Selain itu, kesehatan Ibu juga merupakan faktor penentu kehamilan yang lancar dan bayi yang sehat. Begitu pula dengan calon ayah, jika ia sehat maka kemungkinan besar akan memiliki kualitas sperma yang baik untuk melakukan pembuahan sel telur.  Pemeriksaan ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kelainan genetis pada bayi dalam kandungan.


Saat melakukan pemeriksaan kesehatan pra-konsepsi, biasanya dokter akan memeriksa beberapa hal sebagai berikut:


    • Usia (Ibu dan pasangan)

    • Pemeriksaan genetis

    • Riwayat ginekologi

    • Riwayat kandungan

    • Riwayat medis

    • Riwayat sosial & emosional

  • Faktor-faktor gaya hidup

Pemantauan Masa Subur Calon Ibu


Memahami siklus kesuburan juga merupakan faktor penting dalam perencanaan kehamilan. Tapi, bagaimana caranya? Jangan khawatir, Bu.  Sejumlah pakar kesehatan memberikan beberapa metode sederhana untuk mengetahui kapan masa subur tiba:


    • Perhatikan jadwal menstruasi – Metode ini lebih mudah diterapkan oleh Ibu yang memiliki siklus menstruasi teratur.  Umumnya, masa subur tiba pada setengah periode siklus menstruasi Ibu.  Misalnya Ibu memiliki siklus menstruasi 28 hari, maka kemungkinan besar masa subur Ibu akan terjadi pada hari ke-14 dihitung dari hari pertama mensturasi terakhir.

    • Perhatikan kondisi cairan vagina - Untuk menerapkan metode ini, Ibu sebaiknya melakukan pengamatan selama beberapa bulan untuk mengetahui pola sekresi cairan vagina. Pada umumnya, cairan vagina cenderung berwarna bening dan licin sebelum memasuki masa subur. Sebaliknya, jika ovulasi telah terjadi, cairan vagina akan berwarna keruh dan lengket, bahkan menghilang sama sekali. Atau dengan kata lain, artinya masa subur Ibu telah terlewati. Namun, sebaiknya Ibu juga pahami bahwa kondisi cairan vagina juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kelelahan, stres, atau pengaruh konsumsi obat-obatan tertentu (seperti antihistamin).

  • Pengukuran temperatur tubuh - Temperatur yang dapat menjadi patokan kondisi kesuburan Ibu adalah temperatur basal, yaitu suhu tubuh saat istirahat total. Oleh karenanya, pengukuran temperatur basal sebaiknya dilakukan langsung setelah Ibu bangun tidur (sebelum turun dari tempat tidur).

Jika tertarik mencoba metode ini, Ibu juga harus melakukan pengukuran rutin minimal satu bulan untuk mengetahui kisaran temperatur basal dalam kondisi normal. Saat memasuki masa subur, biasanya temperatur basal akan mengalami kenaikan tipis, yaitu kurang dari 1 derajat. Tentunya, jika kondisi kesehatan Ibu sedang tidak fit (demam, flu, dsb), hasil pengukuran temperatur basal harus diabaikan. Karena dalam kondisi sakit, suhu tubuh memiliki kecenderungan meningkat.


  • Alat uji kesuburan – Metode ini terbilang praktis dan akurat.  Ibu bisa membeli alat uji kesuburan ini di berbagai apotik. Umumnya, alat tes kesuburan menggunakan metode pengukuran kadar Luteinizing Hormone (LH)  yang merupakan salah satu hormon penanda dilepasnya sel telur dari ovarium. Saat Ibu memasuki masa subur, LH akan terdeteksi dalam cairan urin Ibu. Jangan lupa untuk memperhatikan cara penggunaan yang tercantum pada kemasan ya, Bu, agar hasilnya akurat.

Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat


Ibu dan pasangan harus mulai memperhatikan asupan nutrisi berimbang demi mendukung terjadinya konsepsi.  Sebaiknya, hindari konsumsi rokok, minuman beralkohol, serta makanan dan minuman yang mengandung bahan pengawet dan berkadar gula tinggi.


Cobalah mengkonsumsi makanan segar seperti sayuran, buah, daging, ayam, ikan segar, dan  gandum. Aneka makanan yang mengandung lemak tak jenuh juga sangat baik untuk kesehatan, contohnya ikan, telur, kacang atau biji-bijian, dan alpukat. Jika Ibu ingin menyusun menu sehat berimbang untuk mendukung konsepsi dan kehamilan, silahkan bertanya langsung pada Tim Ahli Nutrisi Bebeclub melalui Bebeclub Careline atau e-mail: careline@bebeclub.co.id. Terapkan juga gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga dan mengurangi stres yang dapat mempengaruhi tingkat kesuburan Ibu dan pasangan.


Selanjutnya, Bagaimana Caranya Bisa Hamil?


Get ready to act! Inti dari konsepsi adalah terjadinya pembuahan sel telur oleh sperma.  Kini saatnya Ibu dan pasangan berusaha mewujudkannya dengan menikmati hubungan yang mesra dan menyenangkan.


Coba juga beberapa cara berikut ini agar peluang kehamilan semakin besar:


    • Rutin Melakukan Hubungan Intim - Semakin sering Ibu dan pasangan melakukan hubungan intim, maka semakin besar peluang terjadinya kehamilan. Hal ini karena risiko Ibu melewatkan masa subur juga semakin kecil. Menurut pakar kesehatan, siklus terbaik untuk melakukan hubungan intim adalah 2-3 hari sekali.

    • Berhubungan Intim Saat Masa Subur - Optimalkan masa subur Ibu! Di sini akan terasa manfaatnya memahami siklus kesuburan Ibu. Jika hubungan intim dilakukan saat masa subur, maka kemungkinan terjadinya pembuahan juga makin tinggi lho, Bu.

  • Asupan Nutrisi dan Suplemen - Perhatikan asupan nutrisi pendukung kesuburan. Jika perlu, konsultasikan pada dokter tentang suplemen yang cocok bagi Ibu untuk mempersiapkan kehamilan. Salah satunya asam folat. Konsumsi suplemen ini selama beberapa bulan sebelum pembuahan dapat mengurangi resiko cacat bawaan pada bayi, seperti Spina Bifida atau kelainan syaraf lainnya.

Rasanya, Ibu kini memiliki cukup bekal informasi untuk mewujudkan kehamilan. Tapi, sebaiknya ingat bahwa kunci sukses menjadi hamil adalah menikmati hubungan suami istri yang menyenangkan. Jangan terlalu stres memikirkan teori ini itu atau saran dari berbagai pihak ya, Bu. Saat ingin melakukannya, ikuti saja sesuai insting Ibu dan pasangan.


Jangan khawatir, bila saatnya tiba, Ibu akan menikmati kehamilan indah tak terlupakan.