Tips & Advice Pre-Kehamilan

Tips Akurat Gunakan Alat Uji Kehamilan

Mengetahui kehamilan sedini mungkin sangat menguntungkan bagi calon Ibu maupun bayi dalam kandungan. Semakin cepat Ibu tahu, maka akan semakin cepat pula Ibu dapat menjaga asupan nutrisi, kondisi tubuh dan aktivitas sehari-hari.

 

Terlambat datang bulan adalah salah satu tanda awal kehamilan yang paling jelas. Saat kondisi ini terjadi, tak perlu langsung buru-buru pergi ke dokter kandungan. Lebih baik, Ibu coba yakinkan dulu tentang kemungkinan hamil tersebut dengan bantuan alat uji kehamilan di rumah. Alat uji tersebut banyak terdapat di apotik dan sangat praktis penggunaannya.

 

Mayoritas alat uji kehamilan mendeteksi kandungan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin)  dalam urin. Hormon HCG akan terbentuk dan masuk dalam aliran darah beberapa saat setelah terbentuknya embrio hasil pembuahan.


Supaya hasilnya lebih akurat, Ibu bisa perhatikan beberapa tips berikut ini:


  • Saat membeli alat uji kehamilan, periksa kondisi kemasan dan tanggal kadaluarsanya.  Pastikan alat masih dalam kondisi baik. Jika kemasan terlihat rusak akibat terkena air/ suhu lembab, sebaiknya jangan dibeli ya, Bu.
  • Banyak Ibu sengaja membeli alat uji kehamilan sejak jauh hari, dan menyimpannya untuk digunakan saat dibutuhkan. Nah, pastikan menyimpannya di tempat kering dan tidak lembab ya, Bu. Suhu lembab bisa merusak alat dan mempengaruhi tingkat akurasi hasil.
  • Lakukan tes pagi hari saat baru bangun tidur, karena konsentrat urin sangat tinggi pada saat itu.
  • Lakukan tes secepatnya satu minggu setelah terlambat datang bulan. Hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) seringkali belum terbaca jelas pada hari-hari pertama terlambat datang bulan.
  • Perhatikan dengan baik petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan, seperti cara aplikasi urin pada alat uji kehamilan.

Jika tes menunjukkan hasil positif, baru sebaiknya Ibu pergi ke dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, jika hasilnya negatif tapi Ibu masih tetap tidak datang bulan, sebaiknya coba lakukan kembali tes setelah jangka waktu seminggu. Bisa saja sebenarnya Ibu hamil, namun alat uji belum bisa mendeteksinya karena masih terlalu dini.


Mungkinkah Hasil Tes Salah?


Jawabannya adalah, mungkin meskipun kemungkinannya sangat kecil. Pada sedikit kasus, alat uji menunjukkan hasil positif. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter, hasilnya adalah sebaliknya negatif (-). Beberapa faktor yang mungkin menyebabkan kesalahan hasil tersebut, antara lain:


  • Keguguran tanpa disadari
  • Embrio tidak berhasil berkembang/bertahan hidup setelah pembuahan
  • Konsumsi obat kesuburan yang mengandung HCG (biasa diberikan pada terapi kesuburan)
  • Dampak pengobatan tertentu – seperti tumor kelenjar HCG
  • Alat rusak/kadaluarsa

Selamat mencoba sendiri tes uji kehamilan di rumah ya, Bu.  Jika hasilnya positif (+) sesuai harapan, Bebeclub mengucapkan, "Selamat Berbahagia" Jangan lupa untuk tetap menjaga asupan nutrisi dan kondisi tubuh demi kesehatan si Kecil di perut Ibu ya... Good luck!