cara mendidik anak balita
Tips & Advice Balita

Ingin Si Kecil Berperilaku Baik, Begini Cara Mendidik Balita

Memasuki usia balita, ada banyak sekali tahap perkembangan yang signifikan ditunjukkan Si Kecil. Keinginan untuk mengeksplorasi banyak hal di sekitarnya akan membuat balita akan cenderung bersikap aktif, tetapi belum paham tentang bagaimana berperilaku. Itulah mengapa pada usia ini, anak akan rentan terhadap masalah perilaku, seperti tantrum misalnya.

Tantrum, atau masalah perilaku lainnya, muncul karena berbagai faktor. Pada beberapa kasus, tantrum terjadi karena anak merasa orang di sekitarnya tidak bisa memahami maksud dan perasaannya, sehingga satu-satunya cara yang bisa ia lakukan hanyalah merengek. Pada beberapa kasus lainnya, tantrum mungkin terjadi karena kesalahan pengasuhan, seperti misalnya orangtua yang selalu menuruti semua keinginan Si Kecil.

Tidak usah bingung, berikut beberapa tips pengasuhan yang dapat ibu terapkan, untuk mengajari Si Kecil berperilaku baik:

1. Tunjukkan Cinta

Sebelum mendikte anak tentang berbagai aturan berperilaku yang harus dipatuhinya, penting untuk menunjukkan rasa cinta terlebih dahulu kepada mereka. Beri Si Kecil pelukan, ciuman, serta ucapkan bahwa ibu sangat menyayanginya dan ingin ia tumbuh menjadi anak yang mengagumkan. Memberi pujian dan perhatian juga dapat memotivasi Si Kecil untuk mengikuti aturan yang diberikan.

2. Perkenalkan Aturan Secara Bertahap

Orang dewasa pun mungkin akan menggerutu jika tiba-tiba diberitahukan sederet aturan yang harus dipatuhi, apalagi anak-anak. Alih-alih selalu mengatakan ‘jangan’ atau mendikte Si Kecil dengan banyak aturan tentang berperilaku yang harus diikutinya, cobalah untuk melakukannya secara bertahap. Beritahu ia tentang satu aturan, jelaskan mengapa aturan itu penting untuk ia ikuti, dan jangan lupa untuk memberi contoh dengan melaksanakan aturan itu juga. Jangan sampai Si Kecil bingung, mengapa ia tidak boleh, sedangkan orangtuanya boleh?

3. Tetap Tenang dan Kurangi Berkata “Jangan”

Ketika anak mengamuk dan tantrum, kebanyakan orangtua mungkin akan panik dan kesal. Kebiasaan mengucapkan kata “jangan” pun sebenarnya tidak baik. Sebab, anak mungkin akan merasa semua yang dilakukannya salah. Ketika anak sedang bermain bersama teman seusianya lalu bertengkar karena berebut sesuatu, hal yang perlu ibu lakukan adalah tetap tenang. Daripada mengatakan “Jangan bertengkar!”, cobalah katakan kalimat yang lebih positif seperti, “Mengapa kalian tidak bergantian saja?”.

Biasakan juga untuk tidak bereaksi berlebihan ketika anak mengatakan “tidak” atau menolak permintaan ibu untuk berperilaku baik. Dengan tenang, cobalah untuk ulangi instruksi yang ingin diberikan. Jika tidak berhasil, ibu juga bisa mencoba mengalihkan perhatian anak pada hal-hal lain yang lebih baik.

4. Beri Kesempatan Anak untuk Memilih

Setiap orangtua tentu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Itulah mengapa tak jarang dari mereka memutuskan semua hal yang mereka rasa baik dan memaksa anak untuk mengikutinya. Padahal, kebiasaan seperti ini akan membuat anak merasa tidak dihargai.

Cobalah memberinya kesempatan untuk memilih, terutama pada hal-hal kecil yang pilihannya tidak akan menimbulkan dampak negatif. Misalnya, ketika membeli buku bacaan atau baju tidur, beri Si Kecil kesempatan untuk memilih warna atau gambar yang ia sukai. Dengan begitu, ia akan merasa pendapatnya didengar, dan ketika suatu saat ibu ingin memintanya untuk mengikuti aturan, ia pun akan mencoba mendengarkan.

5. Hindari Situasi yang Memicu Tantrum

Pada beberapa kasus anak tantrum yang cukup membuat kewalahan, menghindari situasi yang dapat memicu terjadinya tantrum dapat menjadi solusi. Misalnya, jangan berikan anak mainan yang terlalu canggih, hindari acara panjang yang mengharuskan anak duduk diam dan tidak bisa bermain. Penting untuk diketahui pula bahwa anak juga akan mudah mengamuk ketika mereka merasa lelah, lapar, sakit, atau berada pada tempat yang tidak membuatnya nyaman.

Dari kelima tips pengasuhan yang telah dijabarkan tadi, hal penting yang perlu selalu diingat oleh orangtua adalah fakta bahwa anak adalah seorang peniru ulung. Mereka belajar bagaimana berperilaku dengan memperhatikan orangtua mereka. Itulah mengapa cara terbaik untuk menunjukkan pada anak bagaimana berperilaku baik adalah dengan memberi contoh positif, sehingga mereka pun akan mengikuti.