Tips & Advice 0-6 Bulan

Tips Mengatasi Penyakit Kuning Pada Bayi

Apakah penyakit kuning itu?

Penyakit kuning atau yang disebut juga dengan jaundice adalah penyakit yang terjadi pada bayi, beberapa hari setelah ia dilahirkan. Sesuai dengan namanya, penyakit ini menyebabkan kulit, mata, dan mulut bayi berwarna kuning.

Begini penjelasannya. Ketika lahir, darah bayi mengandung banyak zat kimia, salah satunya adalah bilirubin. Hati bayi memerlukan waktu beberapa hari untuk menguraikan zat ini sehingga menyebabkan penyakit kuning. Gejalanya, kulit bayi akan terlihat berwana hijau-kekuningan atau bagian putih dari mata bayi akan terlihat kuning. Bayi mungkin juga mengalami kekuningan pada gusi dan lidah atau kuku tangan dan kaki. Gejala-gejala lainnya adalah urine bayi yang berwarna kuning pekat,serta bayi terlihat lelah dan menjadi agak rewel.

 

Berapa lama penyakit kuning menyerang?

Perlu Ibu ketahui, sebagian bayi yang baru lahir akan kuning di hari ke-3. Pada hari-hari berikutnya, kadar bilirubin perlahan-lahan akan menurun seiring dengan berkembangnya fungsi organ hati. Inilah penyakit kuning fisiologis yang bersifat normal. Tetapi Ibu jangan menjadikan hal ini sebagai patokan pasti ya. Periksalah kadar bilirubin dalam darah bayi pada hari ke-3. Normalnya, kadar bilirubin adalah 0-1 mcg. Namun, sampai hari ke-7, bisa saja kadarnya naik sampai 12 mcg. Jika bayi Ibu masih terkena penyakit kuning selama lebih dari dua minggu, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

 

Bagaimana cara menanganinya?

Jika kadar bilirubin tidak terlalu tinggi, biasanya penyakit kuning akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan dan perawatan apapun. Dokter akan memeriksa dengan cara menekan bagian dada bayi Ibu, menahannya, dan kemudian melepasnya. Bila daerah bekas tekanan berwarna kuning, bisa dipastikan bahwa bayi Ibu sakit kuning. Jangan langsung sedih ya Bu, dokter pasti akan terus berupaya mengatasinya dan memantau bayi Ibu sampai kadar bilirubin turun dan stabil dalam kondisi normal.

Dokter juga bisa memutuskan apakah bayi Ibu perlu memerlukan tindakan fototerapi, yaitu dengan cara meletakkan bayi di box, kemudian disinari dengan cahaya dari lampu ultraviolet (bili-lamp) selama beberapa hari. Tujuan terapi ini adalah mengubah biliribun di jaringan kulit yang tidak larut dalam air menjadi larut dalam air sehingga bisa dibuang lewat urine.

Kalau bayi sudah cukup kuat untuk dibawa pulang, biasanya dokter akan menyarankan agar Ibu menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi, antara pukul 7 sampai 9. Saat menjemur, lindungi mata bayi dari cahaya matahari. Mohon Ibu juga memperhatikan kulit bayi agar tidak terjadi iritasi karena paparan sinar matahari. Satu hal lagi yang penting Ibu lakukan adalah menyusui bayi sebanyak dan sesering mungkin ya!