Alternate Text
Cara melatih anak berjalan
Mom's Pedia Balita

Jangan Pakai Baby Walker, Begini Cara Tepat Melatih Si Kecil Berjalan

Salah satu bagian dari proses pertumbuhan dan perkembangan anak adalah kemampuannya untuk berdiri dan mulai berlatih berjalan. Jika tidak ditemukan berbagai kendala baik dari sisi sang anak, aktivitas yang dilakukan, juga lingkungan tempat tinggalnya, maka ia tidak perlu melakukan latihan berdiri atau berjalan secara khusus, seperti misalnya dengan menggunakan baby walker.

Orang tua perlu tahu, bahwa berdiri dan berjalan merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan anak yang terjadi secara alamiah. Namun, cara melatih anak ini pun dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti:

1. Faktor Kemauan dan Kemampuan Anak

Supaya anak bisa berdiri dan berjalan, harus ada kemauan dari dalam dirinya untuk bisa berdiri maupun melakukan gerakan berjalan. Meski begitu, keinginan ini tidak akan bisa tercapai tanpa terpenuhinya nutrisi harian anak, kondisi jantung dan paru-paru yang sehat, tubuh yang bebas dari segala penyakit, dan kemampuan sensorik dan motorik sang anak.

Selain itu, anak juga harus memiliki persepsi yang cukup baik terhadap gerakan, kecepatan, dan jarak untuk bisa berdiri maupun berjalan. Pola gerakannya pun harus tepat, karena salah bergerak tentu akan membuat Si Kecil mudah terjatuh. Terakhir, anak juga diharuskan untuk memiliki keseimbangan dan kekuatan otot yang baik untuk menunjang kemampuan berdiri dan berjalannya.

2. Faktor Aktivitas

Pada dasarnya, anak akan mulai belajar berdiri pada usia sembilan bulan dan belajar berjalan pada usia 12 bulan. Oleh karena itu, biasakanlah ia untuk berlatih berdiri dan berjalan di atas kakinya sendiri. Jangan memanjakan anak dengan menggendongnya setiap saat, karena hal ini justru akan membuat pertumbuhan dan perkembangannya menjadi lebih lambat. Pada akhirnya, ia pun cenderung akan terlambat mahir berjalan.

Jika ibu atau ayah mengajaknya bermain di luar rumah atau bepergian ke taman bermain atau pusat perbelanjaan, letakkan si kecil dengan posisi berdiri dan pegangi kedua tangannya. Ajak ia untuk mulai berjalan. Memang, ia akan cepat lelah, tetapi cara ini jauh lebih baik daripada menggunakan baby walker.

3. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan terhadap kemampuan anak untuk berdiri dan berlatih berjalan terlihat dari bagaimana pola asuh yang didapatkan sang anak dari kedua orang tuanya. Dalam hal ini, peran orang tua begitu penting,karena itulah ibu dan ayah harus selalu membiasakan untuk melatih Si Kecil berjalan kapan saja. Cara mudahnya adalah dengan meletakkan mainan favoritnya pada tempat yang akan membuatnya berdiri ketika ia ingin mengambilnya.

Namun, ibu dan ayah tidak boleh melepas perhatian dan kewaspadaan kepada anak ketika ia sedang berlatih berdiri dan berjalan. Bukan tidak mungkin anak akan terjatuh atau bahkan terbentur ketika sedang berlatih, dan pengawasan dari orang tua akan membantu mencegah terjadinya hal tersebut.

Cara Tepat Melatih Anak Berjalan

Setelah mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kemampuan anak untuk belajar berdiri dan berjalan, sekarang ibu dan ayah bisa mencoba beberapa cara melatih anak berjalan berikut ini:

1. Membiasakan Anak Duduk di Kursi Tanpa Sandaran

Cara pertama adalah dengan membiasakan anak duduk di kursi yang tidak memiliki sandaran. Namun, perhatikan pula tinggi kursinya, ya. Usahakan agar kaki Si Kecil bisa memijak tanah atau lantai, sehingga ia tidak akan mudah terjatuh karena kurangnya keseimbangan.

2. Letakkan Mainan pada Tempat yang Memicu Anak untuk Berdiri dan Berjalan

Jika anak sudah mampu menjaga keseimbangannya, lanjutkan latihan dengan meletakkan benda-benda kesukaannya di tempat yang akan memicu anak untuk berdiri dan berjalan agar bisa mengambilnya. Contohnya, letakkan di atas meja yang tidak terlalu tinggi, sehingga anak masih bisa mengambilnya dengan mudah.

3. Mengajak Anak Bermain Sembari Berdiri

Berikan anak sebuah kursi kecil yang biasa ia duduki, atau keranjang beroda tempat ia biasa meletakkan segala mainannya. Lalu, berikan contoh gerakan mendorong sambal berdiri, dan mintalah ia untuk melakukannya. Aktivitas ini secara tidak langsung akan menstimulasi anak untuk belajar berdiri dan berjalan.

4. Mengajak Anak Bermain di Luar Rumah

Bermain di luar rumah pasti menjadi aktivitas yang paling disukai anak, karena ia akan menemui berbagai hal dan benda-benda yang unik. Tentunya, rasa penasarannya yang begitu kuat membuat Si Kecil akan berusaha untuk mendekat dan menyentuh benda-benda tadi. Nah, manfaatkan hal ini untuk ia belajar berdiri dan berjalan dengan cara memegangi kedua tangannya ke atas, dan ikuti ke mana kaki Si Kecil membawanya.

Itu tadi beberapa cara melatih anak berjalan yang bisa dilakukan tanpa harus menggunakan baby walker. Saat belajar, pendampingan orang tua mutlak diperlukan, karena selain menghindarkan anak dari risiko terjatuh, orang tua juga berperan menjadi teladan dan guru yang paling baik untuk anak.