Alternate Text
Tips & Advice 29-40 Minggu

Seputar Senam Hamil dan Gerakan Senam Hamil yang Mudah

Selama proses kehamilan, tubuh ibu hamil mengalami banyak perubahan. Tak hanya perubahan tubuh, ibu hamil pasti juga sering mengalami berbagai keluhan seperti pegal-pegal, sakit kepala dan mudah letih.

Salah satu cara untuk mengatasi berbagai keluhan adalah senam hamil. Senam hamil dapat dijadikan terapi gerak yang diberikan pada ibu hamil untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental menjelang persalinan yang cepat, aman, dan spontan.

Mengapa perlu dilakukan senam hamil?

 Dilihat lebih jauh, ternyata senam hamil juga sangat bermanfaat lho, Bu, antara lain :

  • Memelihara fungsi kaki ibu hamil ketika berat badan semakin meningkat. Rasa nyeri pada telapak kaki, varises, bengkak dan lain-lain dapat dicegah.
  • Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot panggul dan otot paha bagian dalam, agar proses kontraksi dan relaksasi yang berhubungan dengan persalinan dapat dikuasai.
  • Membentuk sikap tubuh yang sempurna selama kehamilan. Sehingga ibu hamil dapat mengatasi keluhan yang muncul seperti sakit pinggang, sakit punggung dan kejang.
  • Mendukung ketenangan pikiran dan relaksasi tubuh. Relaksasi tubuh dan pikiran dibutuhkan selama kehamilan hingga proses persalinan agar ibu hamil terhindar dari stres.

Kapan sebaiknya dilakukan senam hamil?

Senam hamil sebaiknya dilakukan setelah kehamilan mencapai 22 minggu atau sekitar 5 bulan. Karena sebelum usia kandungan menginjak 3 bulan pelekatan janin di dalam rahim belum terlalu kuat.

Bagaimana gerakan senam hamil praktis dan mudah di rumah?

  1. Duduklah dengan bahu tetap bersandar. Kemudian, genggam tangan dan menekuk jari-jari tangan selama 10 detik.

  1. Duduklah dengan bahu tetap bersandar. Tekuk jari-jari kaki selama 10 detik, lepaskan. Atau bisa juga menggunakan alat seperti kayu bergerigi sebagai alat bantu memijat bagian telapak kaki (lakukan selama 10 detik).

  1. Atur pernapasan.
    1. Melalui perut

Gunakan matras, posisi badan telentang, letakkan kedua tangan di atas perut. Tarik napas dalam-dalam dengan menarik perut, kemudian buang napas melalui meulut secara perlahan dengan mengempiskan perut. Lakukan secara berulang.

    1. Melalui dada

Gunakan matras, posisi badan telentang, letakkan kedua telapak tangan ke samping dada. Tarik napas dalam-dalam dengan mengembangkan dada kemudian buang napas tersebut melalui mulut secara perlahan dengan mengecilkan dada.

    1. Pernapasan panting (pernapasan pendek-pendek)

Keluarkan napas pendek atau setengah jarak napas dengan mulut terbuka, lalu tarik napas pendek dengan mulut terbuka sehingga irama pernapasan menjadi lebih cepat. Teknik ini berguna untuk menghemat tenaga ketika proses pembukaan belum lengkap.

Semoga dengan melakukan senam hamil secara teratur ibu hamil dapat menikmati masa indahnya kehamilan hingga proses persalinan dengan lebih rileks dan percaya diri.