daya ingat anak
Tips & Advice Balita

Ini Alasan Anak Kecil Memiliki Ingatan yang Kuat

Kemampuan anak kecil untuk mengingat suatu memori, nyatanya memang lebih tajam ketimbang orang dewasa. Nah, hal inilah yang menimbulkan pertanyaan paling menarik dalam dunia psikologi dan ilmu saraf, bagaimana anak-anak memiliki kapasitas yang kuat untuk mengingat masa lalunya?

Jangankan anak kecil, bayi di usia 9—12 pun sudah memiliki daya ingat yang cukup baik. Misalnya, mereka bisa mencari benda yang telah dirimu sembunyikan (mungkin dari melihatnya saat disembunyikan), mengingat nama benda yang kamu sebut, ataupun mengingat orang-orang yang pernah dilihat di usia-usia sebelumnya. Kok bisa?

Area Otak yang Masih Fresh

Dalam studi yang dipublikasikan Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, para ahli mengatakan bahwa bagian otak yang disebut hippocampus memainkan peranan penting dalam kemampuan mengingat. Studi tersebut memberikan bukti langsung dari koneksi antara hippocampus dan kemampuan mengingat seseorang.

Menurut ahli dari St John’s University hippocampus merupakan pusat kemampuan belajar dan mengingat. Dengan kata lain, jika bukan karena hippocampus, mungkin dirimu tak bisa mengingat percakapan yang baru saja kamu lakukan dengan orang lain.

Nah, boleh dibilang hippocampus pada anak kecil atau bayi masih “segar” ketimbang orang dewasa. Menurut para ahli, bayi bisa menyerap berbagai informasi baru seperti sebuah spons. Otak mereka membentuk 700 koneksi saraf baru tiap detiknya, dan menajamkan kemampuan berbahasa. Kemampuan ini benar-benar bisa membuat iri para polyglot alias mereka yang menguasai banyak bahasa.

Menariknya lagi, kemampuan ini akan meningkat bila Si Kecil diasuh dengan penuh kasih sayang. Pasalnya, menurut psikiater anak dari Washington University, Amerika Serikat (AS), mengasuh anak dengan penuh kasih sayang bisa berdampak positif bagi perkembangan otaknya.

Kata sang ahli, sama pentingnya dengan mendapatkan vitamin dan nutrisi. Sebab, anak-anak yang diasuh dengan cinta dan kasih sayang sedari prasekolah memiliki hippocampus yang jauh lebih besar. Bahkan, hingga dua kali lebih besar ketimbang anak-anak yang dibesarkan dengan kasih yang minim atau orangtua yang kurang mendukung.

Memori Masa Kecil yang Menghilang

Meski ketika balita hingga anak-anak berusia 10 tahun memiliki kemampuan mengingat yang cukup baik, tapi ketika memasuki masa remaja atau dewasa, mereka pun bisa kehilangan memori masa kecilnya. Banyak ahli menyebut fenomena ini sebagai “Amnesia masa kecil”.

Menurut ahli dalam The Journal of Neuroscience, amnesia masa kecil juga bisa terjadi karena otak bayi belum berkembang sempurna. Amnesia masa kecil ini terjadi karena proses alami. Pada dasarnya, orang dewasa memang akan melupakan berbagai pengalaman yang dimiliki sepanjang hidup, termasuk masa kecil. Selain itu, ketika masih bayi atau balita, otak masih belum mengembangkan “peralatan” yang dibutuhkan untuk membangun memori yang kaya akan sebuah peristiwa.

Namun, ada teori lainnya dari dunia psikologi. Peristiwa di masa kecil terus memengaruhi perilaku seseorang lama setelah mereka melupakannya. Nah, hal inilah yang membuat para psikolog berasumsi bahwa ingatan masa kecil bertahan di “suatu tempat”. Sayangnya, memori yang bertahan ini tersimpan di tempat yang kini tak bisa diakses. Meski begitu, mereka mengaku memang sulit untuk menunjukkan itu secara empiris.

Kata seorang profesor psikologi yang mempelajari ingatan awal di Emory University, AS, ingatan anak berusia tiga tahun merupakan kumpulan informasi yang tak terorganisir. Ibarat kata seperti inbox email tanpa fungsi penyortiran. Inilah alasannya pada usia balita, disebut masa keemasan. Karena pada masa ini Si Kecil bisa menyerap berbagai informasi dengan baik.