Alternate Text
Mom's Pedia Balita

Penyebab Mimpi Buruk dan Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Emosi Anak Usia 2 Tahun

Si Kecil kok makin besar makin sering ngigau gitu ya tidurnya? Kadang bahkan terbangun sambil memanggil Ibu serta menangis. Kalau orang-orang bilang sih gara-gara ia kecapekan setelah seharian bermain. Jadi tidurnya  tidak nyenyak dan mimpi buruk. Benar nggak sih? Apa ini bisa mengganggu perkembangan emosi anak?

Permasalahan tidur yang dialami si Kecil memang bermacam-macam. Mulai dari mimpi buruk, tidur sambil berjalan, hingga sering terbangun di malam hari. Biasanya permasalahan tidur ini akan sering dialami hingga usia 2 tahun. Kenapa si Kecil bisa mimpi buruk?

 

Penyebab Mimpi Buruk

Di usia balita, anak akan mulai mempunyai kekhawatiran saat malam hari. Mereka biasanya takut gelap, suara bising, monster di bawah tempat tidur, cemas karena harus berpisah tidurnya dengan orang tua, dan sebagainya. Rasa takut ini biasa terjadi kok, Bu dan merupakan bagian perkembangan normal si Kecil.

Kemampuan bahasa si Kecil pun di tahun ini belum berkembang sempurna. Jadi, saat mereka merasa takut terhadap sesuatu, mereka biasanya belum bisa menjelaskannya. Tak hanya itu, daya imajinasi di usia ini juga berkembang lebih aktif  sehingga sering terbawa ke alam mimpi. 

Jadi apa yang mereka lihat di keseharian seperti acara televisi yang ditonton, buku yang mereka baca, bisa menjadi pemicu rasa takutnya. Lalu apa yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasi si Kecil yang kerap terganggu karena mimpi buruk? Bagaimana agar perkembangan emosi anak bisa tetap optimal?

• Tetap tenang dan beri rasa aman. Segera hampiri dan menemaninya saat ia terbangun karena mimpi buruk. Tenangkan dan minta si Kecil menceritakan mimpi buruknya.

• Cari tahu dari kegiatan sehari-harinya apa yang mungkin bisa menjadi sumber kecemasannya. 

• Perbolehkan si Kecil tidur satu kamar dengan Ibu saat ia mengalami mimpi buruk. 

• Tunjukkan rasa simpati Ibu dengan mendengarkan ketakutannya. Hindari menertawakannya ya, Bu meskipun alasannya terdengar lucu bagi Ibu. 

• Jika anak takut dengan sosok monster, Ibu bisa menemaninya sebelum tidur dengan membacakan cerita tentang monster-monster yang lucu. 

• Jika anak takut gelap, kondisikan kamarnya dengan lampu tidur redup dan biarkan pintu kamarnya terbuka. 

• Berikan si Kecil mainan kesukaannya atau memainkan musik lembut sebagai penolong untuk menemaninya tidur dan memberikan rasa tenang. 

Tidur berperan penting dalam proses tumbuh kembangnya. Oleh sebab itu, penting bagi Ibu untuk menciptakan kualitas tidur baik untuk si Kecil. Tidur bisa memperkuat otak dan membuat anak rileks baik fisik maupun mentalnya. Jadi, yuk ciptakan kebiasaan tidur sehat untuk si Kecil!