Alternate Text
Tips & Advice Balita

Tips Memaksimalkan Gadget untuk Sarana Belajar si Kecil

Gadget telah memperkaya dunia pendidikan maupun dunia telekomunikasi kita. Dulu bahan ajar mungkin hanya melalui buku, tetapi saat ini diperkaya dengan aplikasi interaktif yang mengajarkan anak kemampuan bahasa maupun kemampuan motoriknya. Jika orang tua mencari aplikasi pada anak usia sekolah, pasti akan banyak menemui aplikasi belajar anak tk maupun aplikasi edukasi anak lainnya. Namun, pernahkah Anda cemas sebagai orang tua saat mendengar dampak negatif gadget pada perkembangan anak? Beberapa orang tua mengeluhkan bahwa anaknya mengalami keterlambatan bicara, anaknya tidak pandai bergaul, ataupun anaknya mengalami gangguan penglihatan karena terlalu banyak menggunakan gadget. Padahal kita sebagai orang tua dapat memaksimalkan penggunaan gadget sehingga lebih berguna dan efektif pada pembelajaran anak.

Ada beberapa cara untuk dapat memaksimalkan gadget untuk sarana belajar si kecil, seperti sebagai berikut:

Pertama, orang tua wajib memberikan aturan dalam memberikan gadget. Aturan sangat memberikan peranan penting karena dengan memiliki aturan yang disepakati di dalam keluarga maka penggunaan gadget dapat dilakukan dengan bijak. Ada beberapa contoh aturan yang dapat diterapkan, seperti tidak memegang telepon genggam saat jam makan atau tidak ada penggunaan gadget satu jam sebelum jam tidur. Supaya anak mau terlibat dengan aturan penggunaan gadget maka disarankan orang tua ikut terlibat dalam mengikuti aturan tersebut sebagai role model. Dengan begitu, anak akan berusaha mengikuti hal yang sama. Bagi anak usia dua hingga lima tahun, berikan aturan secara visual (dalam bentuk gambar) untuk membantu anak memahami aturan yang ada.

Kedua, orang tua harus mendampingi anak saat menggunakan gadget. Hal ini dapat memaksimalkan gadget sebagai sarana belajar anak. Khusus anak usia dua hingga lima tahun, berikan program yang memiliki kualitas baik dan dampingi anak saat menggunakannya. Usahakan untuk membatasi penggunaaan gadget hanya satu jam dalam satu hari. Saat mendampingi, orang tua dapat berperan aktif untuk bertanya kepada anak misalnya “Menurut kamu, kenapa tokoh itu menangis ya?” atau “Apa yang bisa kamu bantu kalau lihat teman jatuh seperti tokoh itu?”. Dengan begitu, anak sekaligus berlatih untuk mengamati dan membaca situasi. Selain itu, anak menjadi aktif dalam melatih kemampuan berkomunikasi saat menjawab pertanyaan dari orang tua.

Ketiga, libatkan aplikasi yang digunakan dengan kegiatan bergerak dalam dunia nyata. Orang tua dapat menggunakan apa yang ada dalam aplikasi gadget untuk mengembangkan permainan interaktif dengan permainan sensori, bernyanyi bersama, membaca buku, ataupun dengan kegiatan motorik. Misalnya, aplikasi gadget mengajarkan anak untuk berhitung. Saat anak fasih dalam berhitung, berikan permainan di rumah seperti mengambil bola dari satu titik untuk diletakkan ke titik lain sambil berlari. Variasikan kegiatan ini dengan berhitung. Dengan melibatkan semua indra dan bergerak, perkembangan sensomotorik untuk anak menjadi lebih optimal.

Keempat, hindari penggunaan gadget saat jam rutinitas. Supaya pembelajaran lebih efektif, tentukan kapan anak belajar melalui aplikasi di gadget dan kapan anak belajar dalam kehidupan sehari-hari. Kedua hal ini perlu ditentukan dengan tidak mengganggu jam makan dan tidur anak. Kenapa? Supaya secara kondisi fisik dan mental anak tetap terjaga dengan baik. Jika jam kebutuhan dasar mereka berantakan, maka pembelajaran yang lain juga tidak maksimal.

Kelima, berikan anak pilihan kegiatan dan apa yang ingin mereka ketahui. Dengan memberikan hak untuk memilih, anak pun belajar menjadi lebih percaya diri pada pilihannya. Hal ini memotivasi anak saat ingin memenuhi rasa ingin tahunya. Diharapkan pembelajaran juga menjadi lebih efektif karena anak termotivasi dengan apa yang ingin mereka tahu. Jadi saat ingin belajar, orang tua dapat menanyakan kepada anak “Kira-kira kamu lagi ingin tahu tentang apa? Apa yang kamu suka?” dan lainnya. Dengan begitu, orang tua juga dapat mengobservasi apa yang menjadi minat anak belajar saat itu.

Bagaimana pun, peran orang tua menjadi penting saat memberikan sarana belajar pada si kecil. Gadget bisa menjadi fasilitas yang menyenangkan dan efektif juga bagi pembelajaraan anak, tidak hanya menyenangkan tetapi juga bermanfaat.