Alternate Text
Mom's Pedia Balita

Nutrisi Otak Anak Untuk Mendukung Kecerdasannya

Mungkin banyak orangtua yang melihat anaknya bertumbuh dan berkembang begitu pesatnya. Dari masa hamil, kelahiran dan tiba-tiba Si Kecil sudah mengungkapkan keinginannya untuk menjadi seorang pilot, dokter atau balerina!

Masa kanak-kanak adalah periode perkembangan yang paling cepat dalam kehidupan manusia. Menurut UNICEF, setiap tahapan dari pembuahan sampai anak berusia delapan tahun sangat penting bagi perkembangan kognitif, emosional dan fisik anak yang sehat. Diperlukan nutrisi yang beragam dalam mendukung perkembangan kognitif dan ketahanan tubuh si Kecil. Tetapi kenyataannya, dengan fenomena “fast food” dan “junk food” masa kini, prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas di seluruh dunia meningkat pada anak-anak kurang dari 5 tahun, dimana hal ini merupakan kontributor penting terjadinya diabetes dan penyakit kronis lainnya di masa dewasa. Oleh karena itu, penting untuk orangtua memperhatikan bukan saja berapa banyak jumlah makannya hari ini, tapi juga apa saja dan kualitas menu si Kecil tiap harinya.

Lalu bagaimana caranya memastikan kecukupan nutrisi otak anak yang dapat mendukung kecerdasannya? Orangtua sebaiknya memupuk kebiasaan makan makanan sehat sejak pertama kali Si Kecil mulai makan dengan memberikan makanan bergizi seimbang dan sesuai dengan tahapan usianya. Sebuah hasil penelitan yang dikeluarkan oleh National Health and Nutrition Examination Surveys di Amerika memperlihatkan fakta mengejutkan bahwa ternyata berbagai makanan yang tinggi gula dan garam seperti kue, brownies, dan juga keripik kentang mulai diperkenalkan sejak anak berusia kurang dari 1 tahun, yang kemudian berlanjut menjadi kebiasaan konsumsi diet yang tidak seimbang. Padahal di fase 1000 hari pertama kehidupan tersebut merupakan masa penting untuk anak mendapatkan nutrisi seimbang sebagai fondasi masa depannya.

Periode dari lahir sampai usia 2 tahun dianggap sebagai fase pertumbuhan utama untuk otak manusia yang diukur dalam hal berat otak yang berlipat ganda dengan pesatnya. Namun, area tertentu di otak tidak sepenuhnya selesai berkembang pada usia tersebut, pertumbuhan dan perkembangan otak tetap berlanjut sepanjang masa kanak-kanak dan remaja. Banyak nutrisi dibutuhkan untuk pertumbuhan otak yang optimal. Nutrisi yang penting antara lain asam lemak esensial, yang terbagi diantaranya menjadi Omega 3 dan Omega 6, yang diketahui dapat mendukung perkembangan otak.

Sebuah kajian dari Kuratko dkk di tahun 2013 terhadap 7 studi yang berbeda yang melaporkan hasil suplementasi Omega 3 (DHA) pada performa anak di sekolah, menemukan korelasi peningkatan kemampuan belajar, membaca dan mengeja pada anak yang tercukupi status DHA dan Omega-3 nya. Sementara fungsi Omega-6 diketahui adalah sebagai penyeimbang dari Omega-3, sehingga anak dengan status nutrisi yang baik tentunya akan memiliki kemampuan kognitif lebih baik dan cepat tanggap.

Omega-3 ada di jenis makanan berikut: ikan, makanan laut, hewan pemakan rumput, telur ayam, produk susu, beberapa jenis kacang-kacangan serta alpukat. Dan Omega-6 mudah didapatkan dari berbagai jenis minyak, seperti minyak sayur, minyak jagung, telur, susu, dan kacang-kacangan.

Dan untuk mendukung keingintahuan dan rasa peduli yang besar pada anak yang cerdas, orangtua juga sebaiknya memastikan Si Kecil sudah mendapatkan nutrisi yang mendukung kekebalan tubuhnya. Kita tentunya tidak mau melihatnya sering jatuh sakit dan melewatkan hari penting seperti hari pertunjukan atau perlombaan sekolahnya bukan?

Mungkin mengejutkan untuk mengetahui bahwa antara 70-80% sel kekebalan tubuh kita terletak di sistem pencernaan. Sekitar 100 trilyun bakteri hidup di dalam saluran cerna yang berfungsi dalam metabolisme nutrisi yang kita makan dan garda pertahanan tubuh. Pola makan seimbang membantu mendorong sistem kekebalan dengan menyediakan nutrisi yang diperlukan agar sistem pencernaan dapat berfungsi dengan baik. Probiotik merupakan bakteri baik yang bila dikonsumsi dalam jumlah tertentu akan memberikan dampak yang baik bagi kesehatan. Prebiotik adalah bahan yang bila dikonsumsi akan merangsang pertumbuhan probiotik atau seperti memberikan “makanan” untuk bakteri baik yang telah ada dalam saluran cerna.

Contoh prebiotik antara lain Frukto-Oligo-Sakarida (FOS) dan Galakto-Oligo-Sakarida (GOS) yang merupakan perpaduan komposisi oligosakarida (karbohidrat berantai sedang). Studi klinis menunjukkan bahwa perpaduan dua unsur tersebut terbukti mampu menstimulir perkembangbiakan bakteri menguntungkan di usus, sehingga penyerapan makanan menjadi lebih baik serta mampu meningkatkan imunitas. FOS banyak terdapat di dalam buah dan sayuran, misalnya bawang merah, bawang putih, gandum dan pisang. Sementara itu, GOS secara alamiah dapat ditemukan pada kacang kedelai, dan dapat pula disintesis dari laktosa (gula susu).

Perpaduan FOS dan GOS ini secara efektif terbukti dapat memperkuat daya tahan tubuh secara alami dengan cara meningkatkan jumlah bakteri Bifidus dan Lactobacillus, menekan pertumbuhan bakteri patogen (yang merugikan), meningkatkan daya tahan saluran cerna, mencegah sembelit dan membantu penyerapan makanan menjadi lebih baik.

Nutrisi yang tidak memadai sebelum lahir dan pada tahun-tahun pertama kehidupan dapat secara serius mengganggu perkembangan otak dan menyebabkan gangguan perilaku seperti ketidakmampuan belajar dan keterbelakangan mental. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar nutrisi yang baik, dan stimulasi psikososial yang memadai memiliki fungsi otak yang lebih baik pada usia 12 tahun dibanding mereka yang tidak mendapatkannya.

Nutrisi untuk mendukung kecerdasan si Kecil

Anak yang cepat tanggap dan juga tanggap bersosialisasi, berasal dari anak yang nyaman terhadap dirinya sendiri karena tubuhnya yang sehat dan berenergi, didukung dengan perkembangan otaknya yang optimal. Dengan tambahan dukungan stimulasi yang tepat, anak akan lebih mudah diajak untuk lebih memiliki rasa peduli terhadap sekitarnya, sehingga anak memiliki kemampuan tanggap yang lengkap. Oleh karena itu, pastikan lagi bahwa makanan yang dikonsumsi anak Ibu hari ini sudah mengandung semua nutrisi yang baik dan lengkap untuk otak si kecil.

 

Daftar Referensi :

Black RE. Et al. Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. Lancet. 2013; 382: 427-451.

Kuratko CN. Et al. The relationship of docosahexaenoic acid (DHA) with learning and behaviour in healthy children: a review. Nutrients. 2013; 5: 2777-2810.

FAO of the United Nations. Fats and Fatty Acids in Human Nutrition. 2010.  Accesed from http://www.fao.org/3/a-i1953e.pdf on March 24, 2018.

Furness, JB. Et al. Nutrient Tasting and Signaling Mechanisms in the Gut. II. The intestine as a sensory organ: neural, endocrine, and immune responses. Am. J. Physiol. 1999; 277: G922–G928.

Mitsuoka T. Intestinal flora and aging. Nutr Rev. 199250: 438–446.

Kusharto, CM. Serat Makanan dan Perannya bagi Kesehatan. Jurnal Gizi dan Pangan. 2006; 1(2): 45-54.

Unicef. Early Childhood Development : The Key to a Full and Productive Life. Accesed from https://www.unicef.org/dprk/ecd.pdf on March 24, 2018

Agarwal S. Et al. Assesment of the Infant and Toddler Nutrition Status in the US : A Recent Literature Review. The Faseb Journal. 2016; 30: No 1_supplement