penggunaan baby walker
Tips & Advice Balita

Anak Belajar Jalan dengan Baby Walker, Bolehkah?

Baby walker adalah peralatan bayi yang mempunyai empat roda dan tempat duduk agar bayi dapat duduk. Alat ini digunakan untuk melatih bayi berjalan. Selain itu, dengan alat ini, orangtua dapat menyelesaikan hal yang harus dikerjakan ketika bayinya bermain dan berjalan-jalan sendiri. Lalu, apakah benar baby walker dapat membantu bayi untuk belajar berjalan?

Penggunaan Baby Walker untuk Mengajari Anak Berjalan

Nyatanya, baby walker tidak efektif untuk mempercepat kemampuan anak berjalan. Sebaliknya, alat ini justru memperlambat perkembangan normal motorik dan perkembangan mental anak. Penggunaan baby walker ini membuat bayi lebih malas berjalan, karena merasa lebih mudah untuk berpindah ketika menggunakan baby walker.

Baby walker telah digunakan sejak akhir abad ke-17, dan tercatat terjadinya peningkatan kecelakaan pada penggunaan alat ini. Pada sebuah penelitian disebutkan bahwa 64-86 persen bayi menggunakan baby walker. Selain itu, sebuah laporan pada 1999 menyatakan bahwa sebanyak 8.800 anak dengan usia di bawah 15 bulan mengalami kecelakaan akibat baby walker hingga dibawa ke unit gawat darurat rumah sakit.

Mengapa Penggunaan Baby Walker Tidak Efektif?

Ketika bayi menggunakan baby walker, kakinya agak menggantung dan hanya sedikit menyentuh lantai, sehingga ia tidak perlu menginjakkan kaki untuk berjalan. Hanya dengan mengayunkan sedikit kakinya, Si Kecil bisa berpindah ke tempat yang diinginkannya. Kondisi tersebut membuat bayi menjadi malas dan tidak termotivasi untuk belajar berjalan. Pasalnya, dengan alat tersebut ia sudah dapat mengitari isi rumah tanpa harus berusaha keras.

Bayi yang berjalan dengan baby walker hanya akan menguatkan betis dan telapak kaki, sedangkan paha dan pinggulnya yang juga dibutuhkan untuk berjalan menjadi lemah. Selain itu, dengan menggunakan alat tersebut, bayi tidak belajar untuk menyeimbangkan tubuh dan cara berjalan yang ia tahu salah. Karena itu, daripada menggunakan baby walker untuk bayi, lebih baik gunakan mainan dorong dengan penopang untuk membuatnya belajar berjalan.

Bahaya yang Dapat Terjadi Ketika Menggunakan Baby Walker

Bayi akan menjadi lebih tinggi dan lebih mudah bergerak ketika menggunakan baby walker. Bayi bergerak dengan mendorong jari kakinya, sehingga ketika bayi belum dapat mengontrol gerakan dan kecepatan, kecelakaan sangat mungkin terjadi. Bayi akan bergerak lebih jauh dengan baby walker dan mencoba untuk mengambil barang yang berada di tempat lebih tinggi. Selain itu, bahaya lainnya adalah bayi terjatuh dari tangga ketika bermain di lantai atas.

Kelainan fisik pada anak juga dapat terjadi karena baby walker, seperti paru-paru terhambat, dada datar, cacat kaki, dan perubahan bentuk tulang. Hal itu terjadi karena tulang pada bayi masih terbilang lunak dan lentur. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh bayi tertekuk, sehingga melengkung dan berubah bentuk.

Meskipun begitu, kelainan tersebut dapat diobati sejak dini. Caranya adalah dengan memperkuat kerangka tubuh, meningkatkan kesehatan anak, dan melarang anak untuk menggunakan kakinya untuk berjalan sementara waktu. Ketika sudah normal, tulang dan ototnya akan menjadi kuat dan sudah dapat berdiri tanpa risiko berarti.

Memang baby walker mempunyai manfaat untuk anak ibu, tetapi alat tersebut lebih banyak memiliki dampak negatif. Maka dari itu, pemakaiannya harus dihindari. Ibu harus berperan aktif dalam melatih anak belajar berdiri dan berjalan tanpa penggunaan alat lainnya.

Kalau ibu terpaksa untuk menggunakan baby walker, harus dilakukan pengawasan ketat agar mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan. Hanya gunakan baby walker ketika ibu harus melakukan sesuatu yang penting. Selain itu, bayi harus selalu dalam pengawasan ketika menggunakan alat ini.