Tips & Advice 1-12 Minggu

Kebutuhan Nutrisi di Masa Kehamilan

Setiap calon Ibu pasti menginginkan bayi yang sehat dan cerdas. Kesehatan bayi sangat dipengaruhi oleh pemenuhan kebutuhan nutrisi pada masa kehamilan. Maka, tak salah jika orang bilang, "Your baby is what you eat".

Bukan tanpa alasan bahwa nutrisi merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan janin. Kekurangan nutrisi bisa menyebabkan beberapa hal yang tidak diinginkan nantinya, seperti timbulnya masalah-masalah berikut ini:

  • Tumbuh kembang janin menjadi terhambat
  • Bayi dengan berat badan kurang atau bayi mengalami berat badan lahir rendah
  • Secara mental, bayi tidak berkembang dengan baik

Jadi, seberapa banyak kebutuhan saat hamil? Seorang wanita hamil membutuhkan tambahan energi sebesar 180 kalori pada trimester pertama dan sekitar 300 kalori pada trimester kedua dan ketiga dari total kalori harian wanita tidak hamil. Jadi, total kebutuhan nutrisi saat hamil kurang lebih 2400-2500 kalori per hari untuk wanita usia 25-45 tahun. Penambahan berat badan wanita hamil 0,5kg per minggu merupakan sesuatu yang normal dan akan berlangsung hingga pertengahan trimester ketiga.

Ibu hamil yang sudah memenuhi kebutuhan kalori hariannyapun perlu memperhatikan sumber zat gizi dari makanan yang dikonsumsi agar tak mengalami kelebihan zat gizi tertentu atau kekurangan zat gizi tertentu. Seringkali, Ibu hamil di Indonesia mengalami kekurangan zat gizi mikro. Ini adalah kondisi ketika calon Ibu cukup mengkonsumsi makanan secara umum, tapi kurang asupan zat gizi mikro tertentu yang dibutuhkan untuk mempertahankan pertumbuhan dan fungsi organ, serta sistem tubuh sang Ibu, maka dari itu penting bagi Ibu hamil untuk mendapatkan asupan makanan yang bergizi dan seimbang dengan beragam bahan makanan.

Zat gizi mikro adalah zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit, tapi dapat mengganggu keseimbangan metabolisme bila tidak terpenuhi. Zat gizi mikro terdiri dari vitamin dan mineral, diantaranya adalah vitamin A, seng, zat besi, yodium, dan asam folat.

Terdapat sejumlah risiko kesehatan pada janin jika Ibu mengalami defisiensi zat gizi mikro. Contohnya kekurangan asam folat pada awal kehamilan akan terkait dengan buruknya pembentukan saluran saraf tempat tumbuhnya otak dan sumsum belakang. Jika calon ibu mengalami defisiensi kalsium, yang terjadi adalah terhambatnya pertumbuhan kerangka tulang. Sementara itu, jika terjadi defisiensi zat besi, yang terjadi pada bayi adalah anemia yang terkait dengan retardasi pertumbuhan janin dalam rahim dan menyebabkan berat bayi lahir rendah.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk menjaga kebutuhan nutrisi di masa kehamilan:

  • Saat hamil, sarapan adalah keharusan!

Sarapan merupakan pola makan yang sangat penting. Sayangnya, lesu dan mual menyerang wanita hamil pada pagi hari. Ini disebabkan oleh menurunnya kadar gula pada pagi hari karena perut kosong berjam-jam. Agar rasa mual berkurang, hindari makanan yang asam dan jangan makan makanan yang kadar lemaknya tinggi.

  • Hindari makanan kalengan, makanan ringan dalam kemasan dan makanan yang diproses dengan tidak alami.

Kandungan zat aditif yang ada di dalam makanan yang diproses dengan mesin dan mengandung bahan pengawet bisa berbahaya bagi kesehatan janin. Beberapa makanan kalengpun tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh wanita hamil. Jika Ibu ingin makan makanan tertentu, buat sendiri makanan Ibu secara alami dengan menggunakan bahan-bahan yang segar.

  • Manfaat susu kehamilan

Seringkali, Ibu hamil kesulitan memenuhi kebutuhan gizinya karena rasa mual dan muntah.Salah satu solusinya adalah dengan mengonsumsi susu hamil. Namun tentu saja, mengonsumsi susu kehamilan bukan berarti menggantikan makanan padat. Susu hamil yang sudah difortifikasi zat-zat tambahan ini sangat bermanfaat membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu yang akan berpengaruh pada pertumbuhan janin.