cara mengatasi anak yang susah diatur
Tips & Advice Balita

5 Tips Atasi Anak yang Sulit Diatur

Menghadapi anak yang sulit diatur tentu membuat orangtua jengkel dan frustrasi. Dibutuhkan kesabaran yang ekstra memang dalam mengasuh anak. Sebab salah-salah, nilai positif yang ingin ditanamkan orangtua pada anak malah tidak tersampaikan. Belum lagi jika ternyata anak menunjukkan sikap menolak setiap aturan yang dibuat oleh orangtua. Sebelum kehabisan cara, simak beberapa tips mengatasi anak yang sulit diatur dari dokter anak Edward Gaydos, DO, berikut ini.

1. Jangan Memandang Disiplin sebagai Hukuman

Mengajari anak tentang kedisiplinan bukanlah hal yang mudah. Bahkan, orang dewasa pun kadang merasa disiplin adalah suatu hal yang berat. Tak heran anak-anak kerap merasa aturan untuk disiplin seperti hukuman baginya. Padahal, disiplin dapat menjadi sarana untuk membentuk karakter moral mereka. Dr. Gaydos pun berpendapat bahwa dengan disiplin orangtua dapat mengajari anak-anaknya untuk mengendalikan dan menahan diri.

Oleh karena itu, cobalah untuk mengajarkan nilai-nilai disiplin dengan cara yang berbeda. Ajak anak untuk memandang disiplin sebagai hal positif dan menyenangkan untuk dilakukan, sehingga ia tidak merasa tersiksa ketika menjalaninya. Hal ini bisa dimulai dari diri orangtua sendiri, dengan memberi contoh perilaku disiplin dalam keseharian, seperti selalu mencuci piring sehabis makan atau merapikan kembali buku dan peralatan ke tempat semula usai menggunakannya.

2. Beri Pujian Ketika Anak Melakukan Hal Baik

Siapa sih yang tidak senang akan pujian? Anak-anak pun begitu. Mereka akan merasa bangga dan semangat ketika apa yang dilakukannya mendapat pujian. Oleh karena itu, penting untuk selalu memberikan pujian ketika anak melakukan hal baik, sehingga ia akan paham bahwa apa yang dilakukannya adalah hal yang benar dan ia harus melakukan hal-hal seperti itu lagi nantinya.

Sebaliknya, ketika anak melakukan hal salah, orangtua pun harus memberitahu bahwa itu salah. Namun, jangan lupa untuk memberikan alasan dan buat Si Kecil mengerti, mengapa hal yang ia lakukan itu salah. Jangan pernah mengatakan ‘tidak’ tanpa alasan, karena anak akan merasa setiap hal yang dilakukannya selalu salah di mata orangtua. Imbasnya, ia akan tumbuh menjadi anak yang sulit diatur.

3. Ajarkan tentang Konsekuensi

Mengajarkan tentang konsekuensi pada anak adalah hal yang penting untuk dilakukan. Beri pemahaman pada anak bahwa segala sesuatu yang ia lakukan ada konsekuensinya. Jika melakukan hal baik, akan ada hal baik pula yang akan didapat. Sebaliknya, jika melakukan hal buruk, ada konsekuensi buruk pula yang harus diterima.

Sambil mengajarkan tentang konsekuensi, jangan lupa untuk memberitahu Si Kecil betapa berharganya mereka. Katakan bahwa ibu, sebagai orangtua, selalu menginginkan segala yang terbaik, dan aturan yang dibuat semata-mata untuk kebaikan mereka.

4. Jangan Mengancam

Salah satu cara praktis yang sering dilakukan orangtua untuk membuat anaknya menuruti perkataannya adalah mengancamnya. Seperti misalnya, jika tidak mau belajar dan mengerjakan PR setiap pulang sekolah, uang jajan akan dipotong. Padahal, kebiasaan menjadikan ancaman sebagai cara untuk membuat anak menurut adalah hal yang kurang baik. Alih-alih mengancam, cobalah untuk memperingatkan dengan menjelaskan konsekuensi.

5. Jadilah Orangtua, Bukan Teman

Banyak orangtua yang mungkin ingin menjadi sosok lengkap bagi anaknya. Tidak hanya sebagai ‘orangtua’, mereka mungkin juga ingin menjadi sosok teman bagi anak-anaknya, dengan harapan sang buah hati akan memiliki kedekatan lebih dengannya. Padahal, menurut Gaydos, anak-anak membutuhkan orangtua sebagai ‘orangtua’, untuk mengajarkan mereka banyak hal selama tahap tumbuh kembangnya, bukan sebagai teman.

Oleh karena itu, cobalah untuk menetapkan batas yang jelas sebagai orangtua dan anak. Biarkan anak melihat orangtua sebagai sosok yang bisa dijadikan sebagai panutan, karena pada dasarnya anak senang mengamati dan akan meniru berbagai hal yang dilakukan orangtua.