cara mengatasi cegukan pada bayi
Tips & Advice 0-6 Bulan

Atasi Cegukan Pada Bayi

Entah karena minum terlalu cepat atau kedinginan, tiba-tiba saja si Kecil cegukan tanpa henti. Duh, kasihan sekali melihatnya jadi tidak nyaman gara-gara cegukan. Namun jangan keburu panik. Cari tahu apa penyebab cegukan pada bayi dan bagaimana cara mengatasinya.

Penyebab Bayi Cegukan

Tak tega ya, melihat bayi kurang nyaman karena cegukan. Tenang saja, Bunda, kondisi ini tak perlu dikhawatirkan. Cegukan (hiccups) normal terjadi pada bayi, apalagi bayi baru lahir hingga bayi berusia 3 bulan.

Cegukan terjadi akibat belum matangnya fungsi saraf yang mengatur otot diafragma si Kecil, yaitu otot penyekat antara rongga dada dan perut. Akibat belum matangnya fungsi saraf, bayi mudah mengalami cegukan karena kontraksi yang terjadi tiba-tiba pada otot diafragma. Kontraksi ini terjadi karena adanya udara dalam lambung. Udara bisa masuk ke dalam lambung bayi karena saat bayi minum susu ada udara yang tanpa sengaja ikut terhisap bayi. Cegukan lebih sering terjadi pada bayi yang minum susu dari botol. Pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, cegukan lebih jarang terjadi karena tidak ada udara yang masuk ke dalam lambung. Sejalan dengan bertambahnya usia bayi, ia akan semakin jarang mengalami cegukan.

Selain itu, cegukan pada bayi juga bisa terjadi karena udara yang terlalu dingin. Coba perhatikan, apakah suhu AC di kamar Anda terlalu dingin? Bila ya, segera naikkan suhu ruangan Anda serta ganti pakaian bayi Anda dengan baju yang berbahan lebih tebal untuk menahan udara dingin.

Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi

Jangan panik, Bunda, tak perlu cemas jika bayi Anda cegukan. Saat terjadi cegukan, lakukan hal-hal berikut:

Bila masih menyusu

  • Coba ubah posisi bayi Anda saat menyusu. Teruskan saja proses menyusui sampai cegukan hilang.
  • Perhatikan posisi menyusui Anda. Pastikan puting masuk seluruhnya ke mulut bayi. Posisi menyusui yang benar adalah posisi bayi dan lengannya berada dalam garis lurus, serta perut bayi berhadapan dengan perut Anda.
  • Perhatikan bayi Anda saat dia menyusu, apakah dalam kondisi tenang atau justru terlihat terlalu bersemangat. Terlalu semangat saat menyusu bisa membuat udara mudah masuk ke diafragma bayi.
  • Bila cegukan terus terjadi, hentikan dulu kegiatan menyusu. Lakukan burping. Sandarkan bayi tegak menghadap Anda dengan kepala di bahu Anda, lalu tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut, agar si Kecil bisa bersendawa. Tindakan ini bisa mendorong udara ke atas dan menghentikan cegukan. Setelah cegukan berhenti, susui dia kembali.

Bila minum dari botol

Perhatikan apakah botol susu yang digunakan memiliki regulator dan lubang pada dot bayi. Pilih botol dengan lubang dot yang lebih kecil agar bayi bisa mengatur ritme menyedot susu sehingga tidak cegukan.

Bila bayi sudah mendapat MPASI

Berikan makanan dalam jumlah sedikit demi sedikit dan perlahan-lahan.

Pijat lembut

Anda juga bisa menelungkupkan bayi di pangkuan Anda lalu mengelus punggungnya dari bokong ke arah kepala.