Alternate Text
Tips & Advice Balita

Peran Sistem Pencernaan Dalam Mendukung Perkembangan Otak Anak

  • By Admin
  • |
  • Updated on Monday 07 May 2018

Ibu, pernahkah mendengar bahwa anak bisa menjadi hebat disebabkan karena dia memiliki perut yang sehat? Ya benar ibu, selain otak, ternyata peran saluran pencernaan di perut juga penting dalam proses belajar Si Kecil.

Sistem pencernaan selain berperan penting dalam pencernaan makanan dan penyerapan nutrisi, juga memiliki peran dalam menjaga daya tahan tubuh anak dan komunikasi dengan otak. Peran yang terakhir juga disebut Gut-Brain Axis (atau sumbu komunikasi antara saluran cerna dan otak) yang merupakan jalur komunikasi dua arah antara otak sebagai pusat dan sistem saraf pada pencernaan ini menghubungkan pusat emosi dan kognitif otak dengan fungsi usus, yang dipengaruhi juga kehadiran mikrobiota baik di dalamnya. Hal ini membuat perut bagaikan “otak kedua” dan secara tidak langsung juga mendukung perkembangan otak anak agar optimal.

Apakah ibu pernah merasakan ketika lapar, rasanya lebih sulit untuk merasa bahagia ataupun juga untuk memikirkan hal-hal yang berat? Hal yang kurang lebih sama bisa terjadi juga pada Si Kecil ketika lapar, mungkin ia bisa menjadi lebih rewel dan jadi lebih sulit “menangkap” bahkan menjadi kurang tanggap. Nah, contoh seperti itulah yang disebut sebagai komunikasi antara otak dan perut. Hal itu disebabkan karena di dalam perut terdapat lebih dari 100 juta neuron atau persarafan yang dapat membuat rasa kenyang dan mempengaruhi mood kita. Proses kolonisasi mikrobiota di dalam usus mengawali mekanisme penyampaian sinyal informasi ke otak yang mempengaruhi jaringan syaraf kontrol motorik dan perilaku emosi manusia seperti rasa gelisah.Kemudian di dalam saluran cerna juga terdapat 95% produksi hormon serotonin, yang dipercaya memberi perasaan nyaman dan senang.

Penelitian juga membuktikan bahwa anak yang mengalami malnutrisi akut pada awal kehidupan dapat memiliki intelligence quotient (IQ) yang lebih rendah, fungsi kognitif dan prestasi sekolah yang lebih rendah, serta masalah perilaku, bahkan keadaan ini dapat berlanjut sampai usia dewasa.

Oleh karena itu mutlak dibutuhkan nutrisi dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai pada awal kehidupan untuk mendukung perkembangan otak anak serta saluran cerna yang sehat.

Jadi, seperti apa nutrisi yang sesuai tersebut? Menurut Dokter David Perlmutter, seorang neurologist dan penulis buku Grain Brain dan Brain Maker: The Power to Heal and Protect Your Brain — for Life, memberikan tips nutrisi yang dapat mendukung perkembangan otak melalui saluran cerna :

  1. Memperbanyak konsumsi lemak baik

Bukan sembarang lemak, tetapi yang penting dibutuhkan adalah Omega-3 dan Omega-6. Merupakan "asam lemak esensial", yang artinya penting dan diperlukan untuk otak dan tubuh agar dapat berfungsi dengan baik. Omega 3 dan 6 ini juga sangat penting dibutuhkan untuk perkembangan otak anak dan membran sel. Sumbernya banyak ditemukan di dalam Ikan dan makanan laut. Hampir semua jenis ikan mengandung Omega-3 dan 6 yang cukup tinggi. Tentunya pengolahan ikan sebelum dikonsumsi Si Kecil juga harus baik dan benar, yaitu harus bersih dan dimasak sampai matang. Usahakan untuk memilih ikan atau hasil laut segar yang akan lebih baik dengan nutrisi yang lebih terjaga dibandingkan produk olahan atau kaleng.

  1. Makanan yang kaya Probiotik dan Prebiotik

Probiotik merupakan bakteri baik yang bila dikonsumsi dalam jumlah tertentu akan memberikan dampak yang baik bagi kesehatan. Prebiotik adalah bahan yang bila dikonsumsi akan merangsang pertumbuhan probiotik atau seperti memberikan “makanan” untuk bakteri baik yang telah ada dalam saluran cerna. Sumber probiotik misalnya yogurt dan produk-produk yang ditambahkan bakteri yang telah terbukti memberi manfaat di saluran cerna, dan prebiotik berupa serat seperti pada bawang, gandum utuh dan buah-buahan serta sayur mayur. Mencari sumber prebiotik lebih mudah dan murah sehingga pastikan menu harian Si Kecil sudah dilengkapi dengan sumbernya agar “bakteri baik” di dalam usus mendapatkan makanannya sehingga bisa hidup dan berkembang.

  1. Kurangi konsumsi gula

Diet tinggi gula dan rendah serat dapat memicu perkembangan bakteri yang tidak diinginkan dan mengurangi kesehatan pencernaan karena permeabilitasnya yang terganggu dan juga menggangu sistem kekebalan tubuh terganggu sehingga memudahkan pemicu inflamasi atau peradangan. Perhatikan juga jenis kudapan buatan pabrikan terutama yang mengandung pemanis buatan, jangan sampai dikonsumsi berlebihan oleh Si Kecil. Pilihlah sumber karbohidrat yang baik seperti buah dan sayur, yang selain kaya akan serat, juga memiliki kandungan gula alami yang tidak merugikan kesehatan.

Anak yang sehat pasti memiliki pencernaan yang sehat pula yang dapat mendukung perkembangan otak secara optimal. Komunikasi yang baik antara perut dan otak dapat mendukung anak hebat memiliki tanggap yang lengkap. Kemampuan untuk dapat cepat tanggap, rasa peduli dan tanggap bersosialisasi dapat didukung oleh adanya hormon serotonin yang dihasilkan, membuat Si Kecil merasa nyaman dan senang dalam proses belajarnya sehari-hari.

 

Daftar Referensi :

  1. Galler JR. Et al. Infant malnutrition is associated with persisting attention deficits in middle adulthood. J Nutr. 2012; 142: 788–794
  2. Furness JB. Et al. Nutrient Tasting and Signaling Mechanisms in the Gut. II. The intestine as a sensory organ: neural, endocrine, and immune responses. Am. J. Physiol. 1999; 277: G922–G928.
  3. Goyal R. Et al. The Enteric Nervous System. N Engl J Med. 1996; 344: 1106-1115.
  4. Baganz NL. Et al. A dialogue between the immune system and brain, spoken in the language of serotonin. ACS Chem Neurosci. 2013; 4: 48-63.
  5. Perlmutter D. Healty Gut, Healthy Brain. 2015. Accesed from https://experiencelife.com/article/healthy-gut-healthy-brain/ on March 29, 2018.