Alternate Text
Tips & Advice Balita

Tips Ibu Hebat Menghadapi si Kecil yang Aktif dan Banyak Akal

Seringkali kita mendengar istilah “si kecil dengan pikirannya sendiri.” Ya, si Kecil memang biasanya sudah memiliki keinginan dan kebutuhannya sendiri. Namun seringkali mereka belum mampu secara verbal menyampaikan apa yang mereka inginkan atau butuhkan kepada orangtuanya. Adalah hal yang lumrah juga ketika kita melihat si Kecil tiba-tiba melakukan sesuatu tanpa bilang terlebih dahulu kepada orangtuanya dan apa yang dilakukan si Kecil bisa membuat orangtua salah paham dan marah sebelum bertanya.    

Kita tentu kenal dengan istilah “Apa yang terlihat, belum tentu benar demikian adanya”. Seperti video tentang anak hebat yang dibuat oleh Bebelac di tautan berikut ini,  https://www.facebook.com/BebeclubIndonesia/videos/1231144513648675/

Si anak yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah, menumpahkan semua air mineral gelas dari kardus hingga rumah berantakan, padahal sebenarnya yang ia butuhkan adalah kardus kosong untuk dijadikan tempat berteduh bagi kelinci yang kehujanan.

Seringkali yang perlu orangtua lakukan, sebelum marah kepada si Kecil karena melihat keaktifan dan banyak akalnya si Kecil yang bisa disalahpahami, adalah berhenti sejenak dan berikan kesempatan kepada anak untuk menjelaskan apa yang ingin ia lakukan agar kita sebagai orangtua juga bisa menangkap maksud anak dengan benar.

Tantangan terbesar bagi orangtua memang di bagian menahan diri untuk tidak segera marah. Bukan karena tidak sabar, tapi mungkin memang sedang banyak hal yang harus diselesaikan dan melihat banyak akalnya tingkah laku anak semakin mengingatkan orangtua akan banyaknya hal yang harus mereka selesaikan. Sehingga, tanpa disadari orangtua kelepasan mengekspresikan lelahnya dengan cara yang kurang tepat.

Jadi apa yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu anaknya menampilkan perilaku anak hebat yang cepat tanggap dan juga memiliki kebesaran hati? Beberapa hal dibawah ini tipsnya.

  1. Tarik napas dan kelola emosi
    Sebelum bereaksi dan menanggapi perilaku banyak akalnya si Kecil dengan nada bicara yang salah, tidak ada salahnya untuk orangtua menarik napas panjang terlebih dahulu untuk menenangkan diri. Ketika tenang, orangtua pun bisa bertanya dengan nada dan ekspresi wajah yang lebih netral sehingga tidak membuat anak merasa kecil hati ketika ia berinisiatif melakukan sesuatu.
  1. Tanyakan kepada anak
    Ajukan pertanyaan sederhana “Mau apa ‘nak?” dengan nada yang lembut dan ekspresi wajah yang netral. Tanyakan sambil orangtua merendahkan badannya hingga selevel dengan tinggi anak dan bisa terjadi kontak mata. Hal ini dapat membantu anak untuk segera merespon pertanyaan orangtua, alih-alih melanjutkan kegiatannya saat itu.
  1. Dampingi anak
    Untuk membantu anak melakukan perilaku cepat tanggap dan besar hati yang tepat, damping anak ketika ia mau melakukan sesuatu. Ajari dan berikan contoh tentang bagaimana ia bisa menyelesaikan niatnya tanpa merugikan orang lain. Seperti contoh di atas yang anak ingin mengosongkan kardus, contohkan bagaimana anak bisa memindahkan isinya secara perlahan dan rapi misalnya dengan diletakkan satu-satu ke atas meja. Ketika sudah diberikan contoh dan diajari, diharapkan anak pun bisa menampilkan perilaku hebatnya lebih baik lagi. 
  1. Berikan aturan dan kesepakatan bersama
    Aturan diberikan dengan menggunakan bahasa yang sederhana serta dapat dipahami. Misal, tetapkan kesepakatan bahwa si Kecil harus izin atau bilang dulu kepada orangtua bila ia ingin melakukan sesuatu yang baru. Jelaskan bahwa hal ini perlu dilakukan agar si Kecil tidak melakukan sesuatu yang dapat membahayakan dirinya. Konsisten juga dari orangtua bahwa ketika anak meminta melakukan sesuatu, tanyakan pula tujuannya agar tidak langsung melarang sebelum memahami maksud anak.
  1. Pujian dan ucapan terima kasih
    Agar dapat membuat si Kecil terus melakukan perilaku cepat tanggap dan aksi hebatnya, jangan lupa berikan pujian atas niat baiknya. Berikan pujian pula ketika ia berhasil mewujudkan niat baiknya dengan cara-cara yang baik pula, seperti menepati aturan dan kesepakatan bersama yang ada di nomor 4 di atas ini. Berikan pujian yang spesifik agar anak pun tahu perilaku mana yang dimaksud. Misal daripada memberikan pujian umum seperti “Wah hebat anak mama”, bisa berikan yang spesifik seperti “Hebat sekali anak mama peduli sama kelinci yang kedinginan. Terima kasih ya sudah bilang ke mama kalau kamu butuh kardus kosong jadi bisa menolong si kelinci.”

Yuk sama-sama kita mengarahkan perilaku anak yang aktif dan banyak akal menjadi perilaku yang menggambarkan anak hebat dan cepat tanggap. Berikan kesempatan kepada si Kecil untuk mengeksplorasi diri dan lingkungan, disertai dengan pendampingan dari orangtua agar anak bisa melakukan niat hebatnya dengan baik. Happy parenting!