Masalah kehamilan
Mom's Pedia 13-28 Minggu

Ibu Jadi Pelupa Karena Alami Baby Brain saat Hamil

Kehamilan mengubah banyak hal, termasuk perubahan fisik dan psikis ibu hamil. Salah satu keluhan yang banyak dialami adalah baby brain. Ini adalah sindrom kehamilan yang membuat para ibu hamil mudah lupa dan sulit berkonsentrasi. Tapi, apa ya penyebabnya? Cari tahu fakta tentang masalah kehamilan baby brain di sini, yuk!

Masalah kehamilan Baby brain juga disebut sebagai pregnancy brain atau momnesia. Sebuah studi yang dimuat dalam The British Journal of Psychiatry melaporkan, kecenderungan ibu hamil menjadi pelupa hanya terjadi pada masa trimester ketiga. Setelah melahirkan, kemampuan mengingat ibu hamil akan kembali normal.

Penyebab Baby Brain pada Ibu Hamil

Hingga saat ini, belum bisa dipastikan apa penyebab terjadinya masalah kehamilan baby brain sehingga menyebabkan ibu hamil pelupa. Namun, sejumlah penelitian menduga bahwa sindrom ini terjadi akibat:

1. Perubahan Hormon

Dilansir melalui WebMD, kadar progesteron dan estrogen akan mengalami peningkatan hingga 15-40 kali lebih tinggi saat hamil. Perubahan ini bisa berdampak pada kinerja sistem saraf dan sirkuit otak, termasuk memengaruhi fungsi kognitifnya. Sebuah studi dari Universitas Deakin, Australia juga menemukan bahwa fungsi kognitif ibu hamil cenderung lebih buruk dibanding wanita yang tidak hamil. Hal inilah yang bisa menjadi penyebab ibu hamil mudah lupa dan sulit berkonsentrasi selama kehamilan.

2. Perubahan Prioritas

Kabar baiknya, kehamilan tidak benar-benar akan mengubah struktur, ukuran, dan bagian-bagian otak. Kehamilan hanya akan mengubah prioritas ibu hamil, sehingga secara tidak langsung membuat ibu hamil “melupakan” hal lain diluar kehamilannya. Sebab saat hamil, kebanyakan wanita akan lebih fokus dengan jadwal pemeriksaan kehamilan, persiapan persalinan, hingga persiapan membesarkan anak setelah lahir.

3. Kurang Tidur

Perubahan saat hamil tak jarang memengaruhi kualitas tidur. Ini termasuk peningkatan frekuensi buang air kecil (BAK), mual, muntah, kram pada kaki, gerakan pada janin, hingga peningkatan metabolisme tubuh. Perubahan inilah yang akhirnya bisa membuat ibu hamil sulit tidur dan mendapatkan tidur yang berkualitas, sehingga bisa memengaruhi kinerja otak saat hamil.

Mengatasi Baby Brain Saat Hamil

Ada beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi baby brain saat hamil, antara lain:

  • Menulis hal-hal penting di buku catatan. Ini termasuk keperluan rumah tangga dan pekerjaan, jadwal pemeriksaan kehamilan, hingga pertanyaan yang akan diajukan saat kunjungan rutin ke dokter.
  • Istirahat yang cukup. Baby brain juga bisa disebabkan oleh stres, kurang tidur, hingga kebiasaan multitasking. Oleh sebab itu, pastikan ibu mendapatkan istirahat yang cukup selama kehamilan. Antara lain dengan mengelola stres, beristirahat saat lelah, dan tidur cukup. Selain untuk mengoptimalkan kinerja otak, tidur cukup juga baik untuk tumbuh kembang janin dalam kandungan. Idealnya, kebutuhan tidur ibu hamil adalah 8-10 jam per hari.
  • Berolahraga. Beberapa olahraga yang bisa dilakukan ibu hamil adalah berjalan kaki, berenang, yoga, dan senam hamil. Selain menyehatkan, olahraga saat hamil juga bisa meningkatkan pasokan oksigen ke otak, sehingga membantu pertumbuhan sel-sel otak yang baru dan mendukung kinerja otak menjadi lebih baik.