Mom's Pedia Balita

Memahami Perkembangan Bahasa Anak Usia 17 Bulan

Silvia berkali-kali terdengar merengek pada Ibunya begitu bangun dari tidurnya. “Cucuu….”, ucapnya sambil membawa botol minum yang biasa ia gunakan. 

Memasuki usia 17 bulan, umumnya si Kecil akan menggunakan satu kata yang ia pahami untuk mengungkapkan keinginannya. Antara lain bilang “makan” yang bisa berarti “aku mau kue”. Selain itu, ia juga mulai bisa menirukan kata yang ia dengar dari orang lain. Jadi, pastikan Ibu dan Ayah jadi role model yang baik bagi si Kecil ya. Simak terus informasi perkembangan bahasa anak usia 17 bulan berikut ini.

 

Berapa kosakata yang seharusnya dikuasai?

Di usia ini anak sudah menguasai perbendaharaan 10 kosakata. Dan meningkat 20-50 kosakata hingga ia menginjak usia 2 tahun. Beberapa kata yang ia ucapkan masih belum begitu jelas. Biasanya tanpa konsonan awal dan akhir, seperti “endok” untuk menyebut sendok. 

Ibu pun akan melihat si Kecil menggunakan gerakan untuk menyampaikan maksudnya kepada orang lain. Misal mengangguk untuk “Ya”, menggeleng untuk “Tidak” dan melambaikan tangan untuk mengucapkan selamat tinggal. 

Tapi kok si Kecil kayanya belum menguasi tanda di atas ya? Apakah perkembangan bahasanya terlambat? 

Tenang Bu. Perkembangan setiap anak memang tidak bisa di sama ratakan. Namun Ibu perlu cemas jika di usia 18 bulan si Kecil belum bisa mengucap satu kata pun yang bisa dipahami. Atau jika Ibu memintanya untuk “dadah” ia tak bisa mengikuti perintah sederhana ini. 

Nah, agar semakin optimal perkembangan bahasanya yuk stimulasi si Kecil. Caranya adalah dengan:

1. Koreksi. Jika ia mengucapkan kata yang belum jelas, perbaiki ya Bu jangan malah mengikuti kecadelannya sebagai bahasa sehari-hari. 

2. Ajarkan si Kecil menyebut benda yang ia inginkan, tidak hanya menunjuknya ketika menginginkan sesuatu. 

3. Perkaya kosakatanya dengan rajin membacakannya buku dan asosiasikan dengan kenyataan yang ada. Misal saat menunjuk pohon di buku minta ia mencari keberadaan pohon di halaman rumah dan menghitung jumlahnya. 

4. Mengajaknya menyanyikan lagu sederhana dan buatkan permainan sambung kata lagu. 

5. Ajak si Kecil bicara dengan kalimat sempurna untuk meningkatkan kemampuan bahasa dan pemahamannya. Misal saat ia menumpahkan air minumnya jangan hanya katakan “Kenapa?”. Lebih baik ganti dengan “Mengapa kamu lakukan itu? Kamu telah menumpahkan air…

Jadi, lewat kegiatan sederhana pun si Kecil akan belajar penggunaan bahasa dengan menyenangkan. Semakin banyak stimulasi, kemajuan perkembangan bahasa anak pun menjadi lebih pesat.