Alternate Text
Tips & Advice Balita

Eksplorasi Dalam Tahap Perkembangan Anak


Seiring pertumbuhannya, keingintahuan si Kecil pun terus tumbuh. Begitu juga kemampuan motoriknya. Si Kecil jadi makin makin eksploratif terhadap lingkungan sekitarnya. Apa saja yang dilihat seketika itu juga dipegang, diraba, dan tiba-tiba dimasukkan ke dalam mulut! Eh, jangan keburu melarang si Kecil. Memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut adalah bagian proses eksplorasi dalam tahap perkembangan anak.


Semua Masuk ke Mulut

Si Kecil yang berusia 1-2 tahun memasukkan semua yang ia temukan ke dalam mulut. Tak perlu khawatir, ini adalah fase perkembangan yang wajar. Si Kecil sedang berada dalam fase eskplorasi oral. Bagi balita 1 tahun, indera yang paling sensitif dan menyimpan banyak saraf adalah indera perasa di rongga mulut. Dengan memasukkan benda-benda yang sedang diamatinya, anak jadi punya gambaran yang utuh tentang benda. Hingga usia 2 tahun, fase ini tahapan yang 'wajib' dilalui dalam tahapan perkembangannya.


Pentingnya Stimulasi

Selain sebagai cara si Kecil mengeksplorasi dan belajar, pada fase oral anak-anak akan mengalami pematangan fungsi organ-organ motor yang kelak berguna untuk dirinya melakukan aktivitas sekitar mulut, bibir, dan lidah. Melalui fase oral, anak-anak akan berlatih untuk, makan, mengunyah, serta berbicara.

Untuk mendukung kecukupan nutrisi dan tumbuh kembangnya, para pakar kesehatan anak menyarankan agar orangtua memberikan stimulasi oromotor (oral motor) ia bisa makan dengan cara yang benar. Kenalkan si Kecil dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) dengan tekstur dan kepadatan tertentu sesuai usia dan tahap perkembangannya. Tahap pengenalan makanan bertekstur inilah yang menunjang keterampilan makan bayi dan menjadi dasar pengembangan stimulasi kemampuan oromotornya.

Seiring dengan perkembangan oromotor, geligi si Kecil juga tumbuh. Gigi yang tumbuh pertama kali adalah gigi seri atau gigi depan yang bermanfaat untuk memotong buah dan sayur. Inilah saat terbaik untuk mengenalkan sayuran dan buah, misalnya apel, wortel, dan buncis. Kukus agar buah dan sayur menjadi lunak namun tidak kehilangan banyak nutrisi yang diperlukan si Kecil.


Agar Fase Oral Berjalan Alami

Memang fase oral adalah tahapan perkembangan alami dan 'wajib' balita. Namun bila Anda khawatir akan kebersihan dan kesehatan si Kecil, Anda bisa lakukan hal-hal berikut:


  • Berikan mainan gigit. Selain dorongan fase oral yang alami, anak usia ini gemar memakan apa pun yang ada di sekitarnya, karena merasakan sensasi gatal pada gusi, akibat proses tumbuh gigi. Sensasi tersebut seakan terobati dengan memberikan mainan gigit atau teether yang aman, tidak melukai gusi, dan membantu pertumbuhan gigi.
  • Cermati kebersihan. Cuci selalu mainan gigit atau teether sebelum digunakan. Selalu cuci juga tangan anak sehabis bermain atau sediakan tisu basah.
  • Amankan lingkungan. Jauhkan benda tajam dan benda-benda yang mengandung zat berbahaya dari lingkungan sekitar anak. Jauhkan pula kosmetik dan obat-obatan dari jangkauannya.
  • Arahkan anak. Beritahu anak untuk tidak memasukkan semua ke mulutnya. Namun usahakan gunakan sesedikit mungkin kata "Jangan". Semakin anak dilarang, dia akan semakin penasaran. Anda dapat mengalihkan perhatiannya kepada hal lain.

 


Sumber:

LARANG BALITA MASUKKAN MAINAN KE MULUT, GANGGU FASE ORAL ANAK

Dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K)., MPH, Konsultan tumbuh kembang dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, dalam seminar "Manajemen Tumbuh Kembang yang Tepat Hasilkan Balita Berkualitas"