Mom's Pedia Balita

5 Cara Menghilangkan Rasa Takut Pada Anak yang Bisa Dilakukan Sejak Dini

Seiring perkembangan waktu dan pertumbuhan si Kecil, setiap anak akan merasakan ketakutan. Situasi ini bisa terjadi apabila mereka menjelajahi dunia baru yang ada di sekitar mereka, merasakan pengalaman-pengalaman baru, serta menghadapi tantangan yang belum pernah dialami sebelumnya.

Ketakutan adalah hal yang normal di dalam hidup. Mary Dobbins, seorang dokter anak dan psikiater anak dari rumah sakit St. John’s Hospital, Springfield, mengatakan bahwa meskipun orang tua berharap anaknya tidak takut, si Kecil akan tetap bisa merasakannya.

Di usia 2-3 tahun si Kecil mungkin ketakutan terhadap suara-suara keras yang tidak mereka tahu, Mereka juga bisa takut jika sesuatu hal terjadi di sekitar mereka, misalnya perabotan yang dipindahkan atau takut melihat orang dewasa marah.

Sementara di usia 3-4 tahun, anak-anak lebih sering takut terhadap sesuatu yang imajiner dan belum pernah dibayangkan sebelumnya. Beberapa ketakutan tersebut antara lain takut terhadap gelap atau takut terhadap topeng yang menutupi sebuah wajah.

Tidak hanya itu, setiap anak sering kali memiliki ketakutannya masing-masing seperti takut pada ular, laba-laba, atau anjing. Lantas, bagaimana cara menghilangkan rasa takut pada anak yang bisa Ibu lakukan? Yuk, simak 5 di antaranya berikut ini!

Bernapas Dalam-Dalam

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengajari si Kecil tetap tenang sambil menarik napas dalam-dalam. Sambil mereka melakukannya, Ibu bisa memegang tangannya dan memeluknya agar si Kecil tetap merasa aman.

Ajak Menggambar

Ketika si Kecil takut dia barangkali tidak mampu membedakan mana sesuatu yang nyata dan mana yang tidak. Olehnya itu, ajak dia berdikusi tentang hal yang ditakutinya dan ajak si Kecil mengekspresikan ketakutan tersebut melalui menggambar.

Hadapi Ketakutan Tersebut

Mengatasi rasa takut pada anak bisa dilakukan dengan menghadapi ketakutan tersebut. Sebagai contoh, jika dia takut kepada topeng, tunjukkan wajah di balik topeng yang menakutinya. Jika mereka takut pada mainannya yang rusak, tunjukkan bahwa boneka yang rusak bisa diperbaiki.

Ceritakan tentang Rasa Takut

Berbicaralah dengan si Kecil dengan lebih intens dan ceritakan bahwa setiap anak memiliki ketakutannya masing-masing. Selalu dukung si Kecil dengan memberinya semangat.

Jangan Paksa si Kecil

Terakhir, Ibu sebaiknya tidak memaksakan si Kecil untuk berani berhadapan dengan ketakutannya tersebut. Pasalnya, setiap anak butuh waktu secara bertahap untuk mengatasi ketakutan-ketakutannya.

Nah, itu tadi beberapa cara mengatasi anak penakut yang perlu Ibu ketahui. Selain mendukung dan memotivasi si Kecil agar tidak takut, Ibu juga wajib mencukupi kebutuhan gizi anak dengan memberikan asupan nutrisi yang cukup. Salah satu asupan yang perlu diberikan adalah susu.

Susu merupakan minuman yang bermanfaat karena di dalamnya terdapat nutrisi seperti mineral dan vitamin. Jika si Kecil mengonsumsi susu dua gelas per hari, maka hal ini akan membantu meningkatkan daya konsentrasi dan kebugaran tubuhnya.

Salah satu susu yang bisa ibu pilih adalah Bebelac 3. Produk ini diperkaya dengan formula HiQ-EQ+ yang mendukung fokus dan konsentrasi anak. Di dalamnya memiliki kandungan kombinasi minyak ikan, Omega-3 dan 6, kalsium yang lebih tinggi, dan FOS: Inulin untuk dukung kemampuan fokus dan konsentrasi si Kecil.