Alternate Text
Penyebab anak manja
Mom's Pedia Balita

Penyebab Anak Manja dan Cara Mencegahnya

Pernahkah ibu menuruti keinginan Si Kecil yang merengek tanpa henti? Hati-hati, jika ibu sering melakukannya, bisa jadi itu sama saja dengan "mendidik" Si Kecil jadi anak yang manja, lho. Umumnya penyebab anak manja adalah karena sikap orangtua yang tidak memberikan batasan ataupun aturan kepada anak dan terlalu gampang menyerah pada amarah ataupun rengekan anak.

Selain orangtua, sikap orang-orang di sekitar Si Kecil juga menjadi penyebab anak menjadi manja. Misalnya bagaimana cara pengasuh memperlakukan anak ataupun sikap guru, kakek-nenek serta orang-orang dewasa di sekitarnya. Memanjakan anak dengan menyediakan hiburan non-stop juga akan membuat anak kehilangan dunia “nyata” dan semakin terpaku dengan apa yang sudah disediakan orang dewasa padanya. Secara tak sadar kebiasaan ini akan membuat anak menjadi kehilangan kemandirian dan terlalu bergantung dengan keberadaan orang lain.

Ada beberapa alasan kenapa orangtua cepat luluh ketika anak merengek dan menangis:

  • Supaya cari “gampangnya” saja dimana dengan memberikan apa yang anak mau adalah langkah muda meredakan tangisan anak.
  • Perasaan bersalah karena sering meninggalkan anak disebabkan oleh pekerjaan.
  • Edukasi yang salah dimana orangtua menyangka dengan memberikan apa yang anak mau adalah bentuk perhatian dan kasih sayang kepada anak.
  • Orangtua menyangka sesekali “mengalah” tidak apa-apa, padahal lama-kelamaan jadi bentuk kebiasaan yang susah dilepaskan.
  • Rasa kasihan karena anak terus-terusan menangis, padahal bisa jadi ini adalah “senjata” anak meluluhkan hati orangtua dan segera memberikan apa yang diinginkannya.

Mengetahui kalau anak bisa menggunakan tangisan dan rewelan sebagai “senjata” supaya orangtua memberikan apa yang diminta anak sejatinya harus disadari orangtua sejak dini. Melatih untuk berkata tidak pada anak baik dimulai sejak usia anak menginjak 5 atau 6 bulan. Semakin dini melatih bersikap tegas kepada anak akan membuat anak lebih lapang dada dan sadar diri mengenai batasan dan aturan anak dan orangtua.

Untuk membedakan mana wujud rasa sayang dan mana sikap yang termasuk kategori memanjakan, ada baiknya orangtua membuat peraturan yang bisa dilakukan dan tidak dilakukan oleh anak. Anak juga memiliki kewajiban memberikan respect kepada orangtua. Berikut adalah tips untuk menghindari sikap manja anak:

Berikan Batasan dan Aturan Sesuai Usia Anak

Orangtua memiliki hak dan tanggung jawab membuat aturan supaya lingkungan anak aman dan anak menjadi disiplin. Kalau di rumah tidak ada aturan, sulit buat anak untuk mengetahui mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Berikan kepada Anak Kesempatan Memutuskan Sesuatu

Misalnya seperti brand sereal yang akan dimakan, buku mana yang harus dibaca serta mainan yang akan dibawa ke bak mandi. Pastikan ada diskusi dan persetujuan antara orangtua dan anak mengenai hal-hal tersebut sehingga dipakai untuk memutuskan sesuatu bila ada satu orang (termasuk orangtua) yang melanggarnya.

Jangan Biarkan Tantrum Bekerja

Anak-anak kerap melampiaskan amarah untuk mendapatkan perhatian orangtuanya dan orangtua seringnya merasa terlalu lelah meladeni amukan anak sehingga mengiyakan saja. Kuncinya adalah keteguhan hati dan mengabaikan ketika anak mengamuk. Pada akhirnya anak akan merasa lelah sendiri, kok.

Tanamkan Nilai-Nilai Moral pada Anak

Tips untuk membuat anak berlapang dada adalah dengan menanamkan nilai-nilai moral kepada anak. Bisa melalui cerita-cerita pengalaman masa kecil orangtua dulu, orang-orang di sekitar serta membatasi penggunaan gadget dan permainan game yang membuat anak bisa tidak aware dengan kondisi di sekitarnya.