perkembangan bahasa anak
Tips & Advice Balita

Pendidikan Bahasa Si Kecil Bisa Dimulai Sejak Bayi

Dari sekian banyak tahap tumbuh kembang si kecil, pendidikan bahasa atau kemampuan bicara merupakan salah satu yang cukup penting. Lantas, pada usia berapa sebenarnya bayi sudah mulai bisa diajarkan berbahasa? Menurut penelitian terbaru, pada usia 6 bulan, bayi sudah mulai dapat memahami kata-kata yang diucapkan orang-orang di sekitarnya, lho.

Untuk mempelajari kata-kata, bayi mengintegrasikan pengalaman linguistik mereka dengan bentuk kata dan kategori konseptual yang mereka rujuk. Mereka melakukan ini dengan cepat. Sebuah literatur yang berkembang pun menunjukkan bahwa sekitar usia 6 bulan, bayi telah mulai memahami kata benda. Mereka akan mulai mengenali sebutan untuk benda-benda dan orang-orang di sekitarnya seperti “mama” atau “papa”.

Namun, pada usia ini, kemampuan bayi dalam memahami bahasa dan makna masih sangat bergantung pada visual. Seperti misalnya pada balita, memahami “sepatu” dalam konteks boot dan sepatu akan lebih sulit, daripada ketika sepatu muncul dengan topi. Artinya, dalam memahami nama-nama benda, bayi menghafalkan visualnya juga, dan akan membedakan satu kata dengan kata lainnya dengan melihat wujud bendanya.

Memasuki usia 8 hingga 12 bulan, kemampuan bahasa Si Kecil akan semakin berkembang. Ia akan mulai memahami permintaan sederhana, seperti larangan menyentuh stop kontak listrik misalnya. Pada usia ini pula, anak akan mulai belajar mengasosiasikan gerakan dengan tindakan dan kata-kata tertentu, seperti mengucapkan selamat tinggal ketika seseorang meninggalkan ruangan atau menggelengkan kepala ketika menolak sesuatu, seperti ketika disodori makanan yang ia tidak sukai misalnya.

Bagaimana Seharusnya Peran Orangtua?

Salah satu cara untuk mengasah kemampuan berbahasa anak adalah dengan memperbanyak komunikasi dengannya. Ibu bisa memulainya dengan sering mengajaknya berbicara, mengenalkan nama-nama benda di sekitarnya, atau membacakan buku cerita untuknya.

Terlebih dalam hal membacakan buku, ibu sebenarnya bisa memulainya sedini mungkin, bahkan sebelum Si Kecil berusia 6 bulan. Hal ini dipercaya dapat memberinya dorongan dalam belajar berbicara dan keterampilan lainnya kelak. Meskipun mungkin mereka belum memahami kata-kata yang ibu bacakan, ia akan memahami bahwa membaca itu sebagai sebuah cara yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama orangtua tercintanya.

Selain membacakan buku, bermain bersama anak ternyata juga efektif untuk melatih keterampilan verbalnya. Dengan bermain bersama, akan ada banyak kesempatan untuk melakukan komunikasi dan mengenalkan berbagai hal padanya. Jangan lupa juga untuk selalu memberi Si Kecil pujian ketika ia berhasil mengucapkan suatu kata, atau mengingat nama suatu benda.

Jadilah penyayang dan tunjukkan padanya betapa ibu mencintainya. Rasa dicintai akan membuat anak merasa percaya diri dan berani dalam mengekspresikan banyak hal. Hal ini tentu penting dalam prosesnya mempelajari bahasa. Anak yang percaya diri akan lebih mampu mengekspresikan kata-kata yang ada di pikirannya.

Kapan Harus Khawatir?

Setiap anak itu istimewa, termasuk dalam hal tahapan tumbuh kembang. Ada anak yang menunjukkan kemampuan bahasa yang baik sejak dini, dan ada pula yang agak terlambat. Orangtua perlu mulai khawatir jika pada usia 2 tahun anak belum dapat mengikuti arahan sederhana, memiliki kemampuan mengucapkan kata yang minim, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan benda-benda di sekitarnya seperti kuas atau sendok. Cobalah untuk mendiskusikan kondisi anak dengan dokter, guna mendeteksi apakah ada gangguan dalam saraf-saraf otak yang terkait dengan kemampuan bahasanya.