Perkembangan bahasa anak
Mom's Pedia 0-6 Bulan

Begini Kemampuan Bahasa Balita Usia 2 Tahun

Melihat sang buah hati telah mampu mengeluarkan sepatah dua patah kata tentu menjadi kebahagiaan yang tak tergantikan bagi ibu dan ayah. Meski masih terbatas dan terbata-bata dalam mengucap kata, nada dan kosakata yang lucu menjadi penghibur di kala ibu atau ayah sedang lelah akibat semua rutinitas yang padat.

Pada dasarnya, anak sudah mulai belajar berkata saat menuju usia dua tahun. Jumlah kata yang mampu diucapkan sang anak kurang lebih 50 kata dengan kemampuan menggabungkan dua kata, seperti misalnya “mama” dan “papa”. Kemampuan berkata anak pun sudah mulai lebih jelas dan bisa dimengerti oleh orangtua.

Kemampuan Bahasa Balita Usia 2 Tahun

Nah, agar ibu bisa lebih mudah mengetahui perkembangan sang buah hati yang masih belajar berbicara, begini kemampuan bahasa balita saat berusia dua tahun:

1. Tidak Lagi Mengulang Kata-Kata

Menginjak usia dua tahun, anak tak lagi akan mengulang kata seperti “mamamama” atau “babababa” dan “papapapa”. Selain mampu menggabungkan dua suku kata, pada usia ini, Si Kecil sudah mulai mengetahui dan mengeja namanya sendiri.

Selain itu, anak juga sudah mulai mengerti beberapa instruksi atau perintah sederhana yang dikatakan oleh ayah dan ibu, seperti “dagh-dagh” atau “kiss-bye” tanpa perlu lagi memberitahu bagaimana cara melakukannya.

2. Memahami Lebih Banyak Kata dan Menyebutkan Nama dari Foto

Seiring dengan pertambahan usianya, kemampuan bahasa balita pun tentu akan mengalami peningkatan. Jika awalnya ia telah mengerti bagaimana menyebut namanya dan menggabungkan dua suku kata, sekarang ibu bisa melatihnya dengan menyebut nama orang lain, misalnya paman, bibi, kakek, atau nenek. Pada tahap usia ini pula, Si Kecil telah mulai belajar mengungkapkan apa yang diinginkannya, seperti meminta sesuatu pada ibu dan bertanya dengan kalimat tanya sederhana, seperti misalnya “mana permen?”

Agar kemampuan bahasa balita ini semakin terasah, ibu bisa memberikannya stimulasi berupa lagu-lagu dengan nada sederhana dan mudah dipahami oleh Si Kecil. Saat ia menonton acara televisi kesukaannya, cobalah jelaskan padanya apa yang sedang dilakukan tokoh dalam acara tersebut. jangan lupa untuk memberikan pujian untuk setiap keberhasilan anak dalam berkata-kata, ya.

Mengerti Kalimat Perintah dan Pertanyaan Sederhana

Sekarang, coba mintalah anak untuk mengambilkan sesuatu, seperti misalnya bola yang letaknya tidak jauh darinya. Gunakan kalimat perintah yang mudah dimengerti Si Kecil, seperti “ambilkan bola” agar ia bisa mencerna keinginan ibu dengan lebih mudah. Selain itu, asah pula kemampuan bahasanya dengan mengajukan pertanyaan sederhana pada anak, seperti misalnya “sudah makan?” dan tunggulah hingga ia menjawab.

Ajarkan anak untuk mengenal lebih banyak kosakata baru setiap hari, dan mintalah ia mengulanginya setiap kali waktu berlatih tiba. Ajak ia bercakap-cakap atau berlatih membaca buku dengan pengulangan sederhana agar anak tetap aktif bersuara. Ibu juga bisa menstimulasi kemampuan bahasa balita dengan memberikan mainan yang bisa mengeluarkan suara berupa instruksi, misalnya “pegang mata” atau “pegang lutut”.