Alternate Text
Tips & Advice Balita

Pentingnya Omega 3 & 6 sebagai Nutrisi Otak Anak

  • By Admin
  • |
  • Updated on Wednesday 09 May 2018

Hai Ibu, apa menu si Kecil hari ini? Sudahkah memastikan terdapat nutrisi untuk otak anak?
Ya Ibu, otak membutuhkan “makanan khusus” yang dapat mendukung pertumbuhannya.

Otak tumbuh pada tingkat terbesar sejak dari kandungan hingga sekitar anak berusia 2 tahun, dan kemudian perkembangan berlanjut sepanjang masa kanak-kanak dan remaja. Lebih dari 60% otak terdiri dari lemak dan asam lemak esensial seperti Omega 3 dan Omega 6, yang sangat diperlukan untuk pengembangan sistem saraf, persepsi, kognitif, dan motorik selama periode pertumbuhan otak.

Omega-3 dan Omega-6 adalah "asam lemak esensial", yang artinya penting dan diperlukan untuk otak dan tubuh agar dapat berfungsi dengan baik. Zat-zat tersebut harus berasal dari makanan karena tubuh kita tidak dapat membuatnya sendiri dalam jumlah yang cukup besar untuk fungsi yang optimal. Omega-3 adalah komponen penting dari membran sel dan memiliki efek anti-inflamasi (anti-peradangan) dan sementara Omega-6 berfungsi untuk menyeimbangkan kerja Omega-3 di dalam tubuh. Kedua komponen ini banyak ditemukan mengelilingi sel-sel otak dan sistem saraf. Omega-6 dan omega-3 adalah bagian dari membran sel yang berperan penting dalam fungsi sel yang memungkinkan terciptanya komunikasi penting antar sel, sehingga mendukung terjadinya proses belajar dan mendukung anak cepat tanggap

Omega-3 ada di jenis makanan berikut: ikan, makanan laut, hewan pemakan rumput, telur ayam, produk susu, beberapa kacang-kacangan serta alpukat. Dan Omega-6 mudah didapatkan dari berbagai jenis minyak, seperti minyak sayur, minyak jagung, telur, susu, dan kacang-kacangan.

Sebuah penelitian di Inggris yang dilakukan di Universitas Oxford dimana hasil penelitiannya diterbitkan diantara tahun 2012 – 2014 menyatakan bahwa anak-anak yang menerima suplementasi Omega-3 ternyata menunjukkan kemampuan membaca yang lebih baik dan lebih cepat dibandingkan anak seumurannya yang tidak mendapatkan suplementasi yang sama. Di penelitian yang diberi nama DOLAB Study tersebut juga menemukan bahwa anak-anak yang tercukupi kebutuhan Omega-3 nya memiliki tidur yang lebih baik dengan rata-rata tidur nyenyak 58 menit lebih lama dibandingkan anak yang tercukupi. Tentunya anak-anak dengan tidur yang cukup dan berkualitas dapat bangun dengan lebih segar dan bersemangat di pagi harinya

Asam lemak esensial ini tidak hanya dibutuhkan oleh anak-anak saja, tetapi juga pada remaja dan sampai orang dewasa akan tetap membutuhkannya di dalam diet harian. Ada beberapa penelitian yang menunjukkan efektivitas omega-3 untuk mengurangi tingkat depresi pada orang dewasa dan juga depresi pada anak-anak yang sekarang sudah menjadi semakin sering ditemukan. Depresi pada anak dapat diikuti dengan terganggunya kemampuan tanggap bersosialisasi dan bila sudah memasuki tahap depresi berat perlu dilakukan tindakan perawatan terpadu. Sebuah studi terkontrol yang dilakukan Nemets dkk, melihat efek dari omega-3 pada anak-anak berusia 6-12 tahun dengan depresi berat. Hasilnya luar biasa pada mayoritas anak-anak yang mengonsumsi suplemen omega-3. Mereka memiliki gejala depresi 50% lebih sedikit. Ini disebabkan oleh karena asam lemak Omega-3 dapat meningkatkan kelancaran aliran darah ke otak, dimana pada keadaan depresi banyak ditemukan kondisi aliran darah ke otak yang kurang lancar. Tapi tentunya faktor-faktor penyebab keadaan depresi dari anak perlu dilihat lebih dalam lagi dan sebisa mungkin dicegah sejak dini.

Nutrisi yang optimal, yang mana termasuk di dalamnya kecukupan Omega 3 dan 6 di pola makan harian anak, dapat mendukung perkembangan anak yang optimal dan sesuai dengan tahapan usianya. Anak yang cepat tanggap dan juga tanggap bersosialisasi, berasal dari anak yang nyaman terhadap dirinya sendiri karena tubuhnya yang sehat dan berenergi, didukung dengan perkembangan otaknya yang optimal. Dengan tambahan dukungan stimulasi yang tepat, anak akan lebih mudah diajak untuk lebih memiliki rasa peduli terhadap sekitarnya, sehingga anak memiliki kemampuan tanggap yang lengkap. Oleh karena itu, pastikan lagi bahwa makanan yang dikonsumsi mengandung nutrisi untuk otak si kecil.

 

Daftar Referensi :

Kuratko CN. Et al. The relationship of docosahexaenoic acid (DHA) with learning and behaviour in healthy children: a review. Nutrients. 2013; 5: 2777-2810.

Sinn N. Et al. Oiling the brain: A review of randomized controlled trials of Omega-3 fatty acids in psychopathology across the lifespan. Nutrients. 2010; 2(2), 128–170.

Richardson AJ. Et al. Docosahexaenoic acid for reading, cognition and behavior in children aged 7-9 years: a randomized, controlled trial (the DOLAB Study). PLoS One. 2012; 7(9).

Montgomery P. Et al. Fatty acids and sleep in UK children: subjective and pilot objective sleep results from the DOLABstudy – a randomized controlled trial. J Sleep Res. 2014; 23(4): 364-88.

Nemets H. Et al. Omega-3 treatment of childhood depression: a controlled, double-blind pilot study. Am J Psychiatry. 2006; 163(6): 1098-100.