Mom's Pedia Balita

Mengetahui Perkembangan Bahasa Anak Usia 1 Tahun

"Maa-maa, pa-paa...!" Wah senang ya mendengar kata pertama dari mulut kecilnya. Padahal rasanya baru kemarin si Kecil lahir dari rahim Ibu. Ternyata kini perkembangannya sudah semakin pesat. Apa lagi sih tanda perkembangan bahasa anak setelah menginjak usia satu tahun?

Selain bisa mengucap dua suku kata seperti “mama” atau “papa”, beberapa kemampuan bahasa si Kecil lainnya antara lain:

• Menguasai dan mengucapkan 6 kata yang ia mengerti.

• Mengoceh dengan jenis suara yang berbeda dengan pola nada yang terdengar dalam pembicaraan orang dewasa. Hal ini tampak sewaktu ia menggunakan nada tinggi atau rendah dan irama tertentu saat marah, bertanya dan bercerita meskipun tanpa kata-kata. 

• Menggunakan gerakan pendukung seperti mengangguk, menggeleng, melambaikan tangan, dan lainnya. 

• Mengucap kata selain “mama” dan “papa” secara jelas. 

• Mengerti perintah sederhana. Misal ketika Ibu meminta ia memberikan suatu benda kepadanya. 

 

"Eh tapi kok sampai sekarang dia masih belum mau banyak bersuara seperti temannya?". Tenang ya Bu, kemampuan si Kecil dalam berbicara dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya pendengaran, syaraf serta organ bicara yang sehat. 

Biasanya anak yang memenuhi 3 faktor tersebut, akan bisa bicara di akhir tahun pertamanya. Lalu kapan si Kecil dikatakan terlambat bicara?  Yaitu jika hingga dua tahun ia masih tak bisa mengucap kata sederhana. 

Nah, agar kecerdasan bahasanya semakin meningkat dan sesuai tahap usia, penting bagi Ibu untuk terus memberikan stimulasi untuknya.

 

Cara Mengoptimalkan Kemampuan Bahasa Anak

1. Ajak si Kecil untuk sering berkomunikasi dalam suasana yang menyenangkan. 

2. Beri contoh komunikasi efektif. Misalnya dengan tidak menggunakan bahasa bayi seperti “cucu” untuk susu dan perjelas kata yang si Kecil ucapkan. 

3. Koreksi kesalahan pengucapan si Kecil dengan mengulangnya dengan benar serta penuh rasa sayang. Misal saat ia mengucap “Cucu”, respon ia dengan “Oh, Adik mau susu ya?

4. Sebelum memberikan apa yang ia inginkan, minta ia mengucapkan kata yang bisa ia pahami. 

5. Bacakan cerita serta ajak ia menyanyikan lagu sederhana untuk menarik minatnya terhadap bahasa dan perbendaharaan kosakata. 

6. Ajarkan si Kecil melakukan perintah sederhana. Berikan contoh dengan penuh kasih sayang jika ia masih belum paham atau belum mau mengikuti. 

Selain itu, hindari untuk memaksa si Kecil untuk bicara ya Bu. Yakinlah bahwa ia akan mulai bicara jika tiba saatnya ia mampu. Yang terpenting, terus sediakan suasana yang menyenangkan baginya.