Tips & Advice Balita

3 Tips mudah menanamkan kecerdasan Intelektual dan Emosi Anak sejak usia satu tahun

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi anak yang cerdas dan dapat berkembang sesuai dengan usianya. Dengan tuntutan zaman yang semakin berubah, orang tua pun menjadi lebih sadar dan berusaha mencari cara yang terbaik untuk mendukung hal ini. Bahkan tanpa kita sadari pun saat ada teman yang melahirkan anak atau saat ada anak teman yang berulang tahun, kita menyampaikan “Semoga anak Ibu dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak yang cerdas ya!”. Akan tetapi, bagaimana cara untuk mengembangkan kecerdasan anak sejak dini ya? Khususnya pada anak sejak 1 tahun.

Menurut Jill Stamm (2008) dalam bukunya Bright from the Start: The Simple, Science-Backed Way to Nurture Your Child's Developing Mind from Birth to Age 3 menuliskan bahwa untuk mengajarkan anak menjadi cerdas ternyata dapat dilakukan dengan cara-cara yang sederhana dan itu perlu dilakukan dari sejak dini secara konsisten dan berulang. Selain itu, hal terpenting yang menjadi dasar saat menanamkan kecerdasan kepada anak adalah bagaimana orang tua dapat memberikan atensi, membentuk ikatan kepada anak, dan cara berkomunikasi sehari-hari. Hal-hal ini menurut penelitian yang didapat Stamm secara efektif mengembangkan kecerdasan intelektual dan emosi sejak dini.

Saat orang tua ingin menanamkan kecerdasan sejak dini, dapat dimulai juga dari usia satu tahun. Cara mendidik anak usia 1 tahun agar cerdas dapat dilakukan dengan beberapa tips, yakni:

  1. Berikan atensi kepada anak

Atensi yang dimaksud merupakan bagaimana orang tua dan anak dapat saling memberikan respon satu sama lain. Hal ini dapat dilakukan dengan kegiatan interaksi atau pun permainan yang melibatkan tatap wajah (face-to-face interaction). Salah satu contoh kegiatan sederhana misalnya dapat dilakukan saat memakaikan baju anak. Saat memakaikan baju, ajak anak berbicara sambil dipijat sebelum dipakaikan baju. Dengan sentuhan dan belaian, membangun rasa percaya anak untuk fokus kepada apa yang disampaikan orang tuanya. Melalui kegiatan interaksi yang melibatkan tatap wajah pun menjadi dasar membangun kerjasama yang baik dengan orang tua, dan ikatan emosi yang lebih kuat secara jangka panjang

  1. Menarasikan setiap kegiatan bersama anak

Beberapa anak di usia satu tahun mungkin belum dapat berbicara dengan sempurna, namun mereka dapat melihat dan mendengar apa yang disampaikan oleh orang tua. Ajaklah anak berbicara dengan bercerita tentang apa saja yang ditemuinya. Anak yang sering terpaparkan dengan kata-kata maka anak akan lebih sering merekam kata yang diterimanya dan membantu anak dalam memperkaya kosa kata yang ia miliki. Bagaimana bila orang tua belum memiliki ide untuk menarasikan sekalilingnya? Jika orang tua mengalami kesulitan dalam memulai menarasikan, dapat juga dilakukan dengan membaca buku cerita dengan keras. Kedua kegiatan ini sangat membantu anak dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak.

  1. Perbanyak kegiatan bergerak

Menurut Stamm (2008), anak memerlukan aktivitas bergerak supaya dapat merespon stimulasi di sekitar mereka. Dengan bergerak, anak dapat memperhatikan hal-hal yang ada di depannya, di samping, bahkan apa yang ada di belakang mereka. Orang tua dapat membantu dengan memberikan stimulasi beragam, misalnya saat mereka ingin berlari memegang sesuatu, berikan benda yang bertekstur kasar dan halus, atau saat anak ingin menari ikuti irama dapat diberikan lagu dengan suara kencang dan lembut. Dengan ekplorasi lingkungan yang lebih kaya maka ini membentuk pengalaman dan pengetahuan yang lebih kaya juga pada otak mereka. Selain itu, anak juga dapat mengembangkan kemampuan motoriknya melalui cara seperti ini.

Meningkatkan kecerdasan anak ternyata dapat dilakukan dengan mudah bukan? Yang paling penting adalah keterlibatan orang tua dalam pembelajaran mereka dan kasih sayang sebagai landasan belajar anak. Lakukan dengan menyenangkan sehingga memudahkan anak belajar sekelilingnya. Selamat mencoba!