Tips & Advice Balita

5 Cara Cerdas Menumbuhkan Anak Hebat

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya menjadi anak hebat yang memiliki karakter baik. Dan tugas orangtua adalah mendorong dan memfasilitasi anak agar dapat menumbuhkan kebiasaan baik sehingga mereka tumbuh menjadi anak yang peduli kepada sesama. Kebiasaan-kebiasaan yang menetap dan mendarah daging pada anak akan menjadi karakter anak bahkan sampai dewasa.

Kebiasaan baik pada anak tidak tumbuh dengan sendirinya. Beberapa orangtua kerap berpikir “ah, nanti anak saya juga akan paham dengan sendirinya.” Atau “anak saya masih kecil belum perlu diajarkan macam-macam”. Sebenarnya orangtua sudah mengajarkan anaknya sejak dini tanpa disadari, karena anak merupakan pengamat yang hebat dan penyerap informasi yang luar biasa. Anak mengamati kebiasaan-kebiasaan orangtua dan membuatnya menjadi kebiasaan mereka. Jadi pertanyaannya bukan kapan saya mengajarkan kebiasaan baik pada anak saya? Tetapi kebiasaan apa yang saya ajarkan kepada anak saya?

Membentuk kebiasaan baik pada anak tidak pernah sederhana. Akan tetapi ada beberapa hal yang terkesan kecil dan mudah terlewatkan yang sebenarnya ketika dilakukan dengan konsisten  dan ditambah dengan kecerdasan anak dalam menyerap informasi, dapat membentuk kebiasaan baik yang mempengaruhi perkembangan karakter anak.

Kebiasaan-kebiasaan yang dapat dilakukan di rumah secara konsisten untuk membentuk anak hebat diantaranya adalah:

  1. Banyak bertanya
    Ketika waktu bersama keluarga semakin sedikit dengan kesibukan yang ada, komunikasi kerap terhambat. Ketika komunikasi terhambat, tanpa kita sadari anak kita tumbuh besar dan kita menjadi kurang kenal tentang anak kita. Dengan banyak bertanya mengenai kehidupan sehari-hari saat orangtua tidak ada kita akan mengenal anak kita dan menumbuhkan kebiasaan bercerita pada mereka. Kebiasaan bercerita pada anak akan menumbuhkan karakter terbuka, dan tidak sulit mengutarakan pendapat atau perasaan mereka pada orang lain. Dan ketika kebiasaan sederhana dilakukan sedini mungkin, maka perkembangan bahasa anak juga akan tumbuh pesat. Dengan membiasakan banyak bertanya, anak kita juga tumbuh menjadi anak yang kritis dan cerdas sehingga daya tangkapnya meningkat. Kebiasaan banyak bertanya juga melatih keterampilan social mereka. Mereka akan tumbuh menjadi anak yang terbuka dan mudah bersosialisasi, sehingga peduli pada lingkungan sekitar.
  1. Berjalan Kaki
    Meskipun terkesan remeh, kebiasaan berjalan kaki bisa membantu anak dalam banyak hal. Ketika orangtua dan anak biasa berjalan kaki bersama untuk pergi ke tempat yang tidak terlalu jauh dari rumah, mereka dapat menikmati kebersamaan sekaligus berolahraga ringan. Dengan kebiasaan berjalan kaki tentu anak tumbuh menjadi anak yang sehat. Jika bisa menjadi rutinitas, dengan berjalan kaki, keliling komplek rumah misalnya, anak akan belajar mengenal lingkungan sekitarnya, sehingga mendorong rasa ingin tahunya, dan meningkatkan kecerdasannya. Kebiasaan berjalan kaki juga berguna untuk menumbuhkan kebiasaan pada anak untuk bisa menikmati proses dalam mencapai tujuan. Kehidupan yang serba cepat membuat banyak dari kita sulit menikmati proses perjalanan. Ketika kita ingin mencapai sebuah tempat yang terpikir adalah masuk mobil, lalu sampai di tempat tujuan secepat mungkin. Berjalan kaki yang membutuhkan proses lebih lama, membantu kita dan anak belajar menikmati proses.
  1. Berhitung
    Maksudnya apa dengan berhitung? Pernah melihat anak bertengkar atau menangis karena berebut mainan, menunggu, atau berganti giliran? Ketika hal ini terjadi coba ajak anak berhitung. Misal: adik sedang bermain ayunan, kakak ingin meminjam juga? Minta adik dan kakak menghitung sampai 10 untuk bergantian. Dengan nada tenang, tidak emosi, mulailah berhitung dengan tempo sedang. 1…2…3… dan seterusnya sampai 10. Anak biasanya akan lebih mudah untuk menunggu dan berganti giliran. Mengapa menjadi lebih mudah? Konsep waktu adalah konsep yang abstrak yang biasanya sulit dipahami oleh anak-anak. Daripada kita meminta mereka menunggu 1 menit atau 5 menit, menghitung 1 sampai 10 lebih masuk akal bagi  mereka, mereka tahu harus berapa lama menunggu, dan kapan harus berganti giliran. Dengan menumbuhkan kebiasaan berhitung setiap menunggu anak menumbuhkan karakter sabar dalam berganti giliran. Selain melatih karakter sabar dan mau berbagi dengan teman, dengan berhitung, anak memiliki kesempatan mengenal urutan angka dan konsep waktu dengan cara yang konkrit, hal ini membantu meningkatkan kecerdasan matematika pada anak.
  1. Bersyukur dan Berterima kasih
    Anak-anak kerap merasa kehidupan teman-temannya lebih menarik dari mereka. Mereka sering merasa temannya punya mainan yang lebih bagus, liburan yang lebih seru, orangtua yang lebih asyik, dan hal lainya yang lebih dari yang mereka punya. Mengajarkan kebiasaan bersyukur dan berterima kasih selalu dimulai dengan menjadi contoh bagi anak-anak kita. Misalkan saat liburan: wah, kak bersyukur ya kita bisa liburan bareng sekeluarga. Atau saat anak melakukan hal baik kita juga tidak ragu mengucap terima kasih. “Terima kasih ya kak, kakak sudah menemani mama belanja hari ini.” Ketika anak mulai meniru kebiasaan ini, dan menginternalisasinya, anak akan menumbuhkan karakter untuk tidak mudah menginginkan milik orang lain dan mampu mensyukuri apapun yang dimiliki. Selain itu, mengucapkan kata tolong setiap kali meminta anak melakukan sesuatu juga bisa dibentuk sejak dini. Dengan menumbuhkan kebiasaan mengucapkan kata “tolong” pada anak, orangtua membangun karakter agar anak mengapresiasi dan menghargai pertolongan orang lain kepada mereka.
  1. Punya Jadwal tetap
    Setiap orang membutuhkan struktur dan rutinitas dalam hidup. Mengapa manusia nyaman dengan struktur dan rutinitas? Karena tubuh kita membutuhkannya. Maka dari itu, kita kerap lapar dan mengantuk di waktu yang sama setiap hari. Anak-anak perlu ditumbuhkan kebiasaan untuk memiliki rutinitas. Memiliki jam ibadah, makan, dan tidur yang tetap membantu anak membentuk karakter disiplin di kemudian hari. Ketika membantu anak memiliki jadwal rutin yang tetap, pastikan sesuaikan dengan kenyamanan dan tuntutan anak. Membentuk jadwal pada anak usia 1 tahun tentu berbeda dengan anak usia sekolah. Dan usahakan jadwal ini tidak banyak berubah meskipun dalam situasi liburan, karena akan membingungkan bagi anak. Dengan mempunyai jadwal tetap, anak akan tumbuh menjadi anak yang disiplin dan bertanggung jawab, kecerdasannya pun terasah dengan terlatihnya daya ingat anak dalam mengingat jadwal dan tanggung jawab mereka.

5 hal ini adalah kebiasaan-kebiasaan “sederhana” yang dapat diterapkan di rumah untuk membentuk karakter anak. Konsistensi adalah kunci dalam perubahan perilaku. Semakin orangtua konsisten dalam penerapannya, semakin anak bisa menikmati kebiasaan barunya dan menjadikannya bagian dari hidup mereka. Ketika membentuk kebiasaan baru, fokuslah terlebih dahulu pada 1 kebiasaan, jangan mengusahakan terlalu banyak perubahan sekaligus.