Mom's Pedia 0-6 Bulan

Hal yang Perlu Diketahui Orang Tua Baru dan Tips Merawat Bayi Baru Lahir

Congratulations, You Are a Parent!

 

Kini Ibu sudah resmi menjadi orang tua, dan bayi Ibu bergantung sepenuhnya kepada Ibu. Banyak hal yang tentu sudah Ibu pelajari untuk menyambut kehadirannya. Yuk mempelajari lebih lanjut tahap demi tahap perkembangan awalnya.

 

Minggu-Minggu Pertama Ia Melihat Dunia

 

Selama berbulan-bulan si bayi mungil berada di rahim Ibu yang nyaman dan aman, makanya ketika ia lahir, ia mungkin akan terlihat begitu rapuh, mungil, dan mengkerut. Tangan dan kakinya bahkan belum dapat direntangkan dengan sempurna. Don’t be affraid Mom! Sedikit demi sedikit si kecil mungil akan berkembang. Minggu-minggu awal akan dihabiskannya untuk membiasakan diri dengan dunia baru. Proses adaptasi ini tentu akan membuat Ibu sangat sibuk, karena tahap ini menjadi tahap perkenalan dan pembelajaran buat Ibu dan si bayi. Just like him, you’ll both learn together.

 

Bergelung dengan Nyaman

 

Selama di dalam rahim, bayi Ibu bergelung dengan nyaman, karenanya begitu lahir ia akan cenderung untuk selalu bergelung. Ia bahkan menyukai dibungkus dengan selimut yang lembut dan hangat. Hingga bayi 6 bulan, barulah ia akan sepenuhnya terentang sempurna, tangan dan kakinya sudah bisa direntangkan dan dia tidak akan selalu bergelung lagi.

 

Makanan Pertama Bayi Ibu

 

Sumber gizi terbaik untuk bayi Ibu yang baru lahir adalah dari susu yang Ibu berikan berupa ASI. Karenanya saat pertama kali Ibu menggendongnya di ruang bersalin adalah saat terbaik untuk inisiasi menyusui dini. Saat baru melahirkan ini tubuh Ibu akan memproduksi kolostrum dalam jumlah yang terbatas. Nah, Kolostrum ini sangat baik untuk menlindungi bayi Ibu dari infeksi. Rencanakan dengan baik ya Bu, bagaimana Ibu akan menyusui bayi Ibu dengan ASI agar semua kebutuhan gizinya bisa Ibu penuhi. Asupan makanan yang Ibu makan akan mempengaruhi kualitas ASI yang Ibu berikan, karenanya Ibu menyusui sangat penting untuk makan makanan bergizi dalam jumlah yang lebih banyak daripada saat tidak hamil dan menyusui.

Pemberian susu formula hanya dilakukan bila Ibu memang tidak bisa memberikan ASI karena alasan tertentu, dan harus diperhatikan sesuai dengan petunjuk dokter. Pemberian susu formula yang sesuai dengan aturan sangat penting bagi kesehatan bayi Ibu.

 

Gerakan Refleks yang Alami

 

Saat baru lahir, bayi Ibu hanya bisa mengandalkan gerakan refleks alami. Gerakan refleks ini adalah karunia Tuhan agar mereka bisa menyesuaikan diri secara bertahap terhadap lingkungan barunya. Nah, gerakan refleks inilah satu-satunya cara yang mereka kuasai sampai bisa melihat secara sempurna dan otot-ototnya tumbuh lebih kuat.

Bayi akan refleks mencoba menggenggam jari Ibu saat Ibu menyentuhkannya ke telapak tangan mereka, secara insting dia juga akan menoleh ke arah sentuhan lembut Ibu di pipinya. Atau, ia akan spontan menghisap bila Ibu menaruh sesuatu kemulutnya.

Yuk, pelajari refleks lain yang dibawa sejak bayi lahir!

• Refleks Moro (atau terkejut), refleks ini akan membuat bayi otomatis meregang punggungnya, merentangkan tangan dan kaki, dan kadang menangis saat dia mendengar dan merasakan suara yang keras atau gerakan yang tiba-tiba.

• Refleks Babinski, ia akan menekuk ke belakang jempol kakinya dan jari-jari lain meregang saat telapak kakinya di sentuh.

• Refleks langkah, dia akan terlihat seperti akan melangkah atau menari, saat kakinya menyentuh permukaan yang rata.

• Refleks lidah menjulur, dia akan menjulurkan lidahnya apabila sesuatu diletakkan di atasnya.

 

Cara Bayi Ibu Berkomunikasi

 

Satu-satunya cara bayi Ibu berkomunikasi di minggu-minggu awal usianya adalah lewat tangisan. It’ll be amazing! Amati deh bagaimana Ibu akan bisa membedakan suara tangisan bayi Ibu, dan menerjemahkan keinginannya. Perhatikan pula ya Bu saat bayi Ibu menangis, sehingga ia bisa mengenali respon yang memberinya rasa aman dan nyaman. Seiring dengan waktu, Ibu akan bisa mengetahui mengapa bayi Ibu menangis dan bagaimana cara mengartikan setiap tangisannya.

 

Jadwalnya Hanya Makan dan Tidur

 

Makan adalah hal yang terpenting dalam hidup bayi Ibu yang baru lahir, susui ia dengan ASI sesering mungkin ya. Sebagian bayi baru lahir akan minta disusui setiap dua sampai tiga jam sekali, sepanjang hari! Setelah makan, tidur ada di urutan berikutnya. Mereka biasanya membutuhkan 16 sampai 17 jam sehari untuk tidur.

Setiap bayi berbeda satu sama lainnya lho Bu! Jadi jika bayi Ibu sedikit lebih cepat atau lebih lambat berkembang dari yang semestinya, tidak perlu khawatir berlebihan. Bicarakan dengan dokter bila ada yang Ibu ingin ketahui lebih jelas.

 

Penting untuk Ibu Ketahui

 

Perut bayi yang baru lahir adalah seukuran telur rebus. Sangat kecil ya, Bu! Jadi ia hanya bisa makan sangat sedikit, tapi frekuensinya sering. Jaga selalu kondisi kesehatan Ibu, agar bisa memberikan ASI yang berkualitas kepada bayi Ibu, sekaligus menjaga kondisi tubuh Ibu di masa-masa awal yang menyulitkan ini. Minta juga suami Ibu untuk ambil bagian membantu Ibu dalam merawat bayi agar Ibu bisa terhindar dari kelelahan dan depresi pasca melahirkan.

 

Penglihatan Bayi Ibu

 

Sampai usianya 4 bulanan, bayi Ibu hanya bisa melihat apa yang ada di sekelilingnya dengan samar. Ia baru akan bisa melihat wajah Ibu dengan jelas dalam jarak sangat dekat, yaitu 20-25cm dari matanya. Sistem penglihatannya juga belum memungkinkan dia untuk memusatkan kedua matanya pada satu objek. Baru setelah usia 4-6 bulan, kedua matanya akan mampu melihat secara selaras dan fokus pada satu objek. Nah, saat bayi 8 bulan, baru ia akan mampu melihat dunia barunya dalam persepsi 3 dimensi, seperti halnya Ibu. So, take it easy.

 

Mengembangkan Ikatan Bathin dan Refleks Bayi Lewat Pijatan

 

Memijat bayi Ibu yang baru lahir dapat membantu membuatnya lebih tenang dan bahagia, selain itu tentu saja memperkuat ikatan bathin antara Ibu dan bayi, lewat sentuhan lembut langsung ke kulitnya.

Don’t worry, Mom! Bila Ibu tidak pandai memijat, sentuhan lembut tangan Ibu saja sudah akan membuatnya merasa nyaman dan terlindungi, ia bahkan bisa tertidur dengan lelap karena sentuhan Ibu. Percayakan semuanya pada naluri keibuan Ibu, dan rasakan lembutnya kulit bayi Ibu ketika disentuh.

Gunakan minyak pijat alami yang tidak berbahaya bagi bayi ya Bu, bahkan jika sampai tertelan. Waktu memijat yang paling tepat adalah sesaat sebelum ia tidur atau setelah ia mandi.