Mom's Pedia 6-12 Bulan

Mempersiapkan dan Mengenal Perkembangan Bayi Usia 7-9 Bulan

Ayo Bereskan Rumah, Bayi Ibu Siap Menjelajah!

 

Bayi mungil Ibu sekarang sudah semakin aktif bergerak ke sana dan kemari dengan kemampuannya merangkak. Artinya, Ibu harus sudah mulai mengawasinya dengan lebih dekat lagi. Yuk, ciptakan lingkungan rumah yang aman dan mendukung mobilitasnya. Singkirkan perabot rumah yang mudah dijangkaunya, beri pengaman pada setiap sudut meja agar tidak membahayakannya saat terantuk, kaitkan laci atau pintu agar tidak bisa dibuka, tutup stop kontak listrik, dan jauhkan dia dari barang-barang pecah belah.

Untuk mengetahui apa saja yang mungkin bisa membahayakannya, cobalah untuk membungkuk hingga Ibu setinggi dia dan temukan benda-benda di sekitar rumah lainnya yang bisa jadi membahayakan bayi Ibu saat sedang menjelajah.

Hal ini penting Ibu lakukan, karena saat bayi 7 bulan, mereka akan menemukan banyak barang untuk diraih dan dilemparkannya. Tidak apa-apa kok, Bu. Temani dan berikan bayi Ibu benda-benda ringan yang bisa digunakannya untuk melatih kemampuan barunya melempar, seperti bantal, boneka, dan bola.

Saat bayi 8 bulan, ia bahkan sudah mulai bisa mengangkat tubuhnya sambil berpegangan pada sesuatu. Saat ini bayi Ibu akan sangat menyita waktu dan perhatian Ibu, dia akan banyak mendengar kata “jangan” dari Ibu. Be very patient! Cobalah untuk lebih menikmati bagaimana bayi Ibu menjelajahi seluruh rumah, dan perhatikan sampai sejauh mana ia bisa melakukannya. Meskipun rasanya bisa membuat Ibu jantungan melihat ia terantuk, dan terjerembab jatuh yang bisa membuatnya sedikit memar-memar. Jangan khawatir, ini adalah bagian yang tidak terhindarkan dari proses pertumbuhan bayi. Have fun with your little explorer!

 

ASI dan Makanan Padat untuk Bayi 7-9 Bulan

 

Jika bayi Ibu belum bisa mengangkat kepalanya sedikitpun ketika usianya sudah lebih dari 3 bulan, ada baiknya membicarakannya dengan dokter. Beberapa bayi memang lebih lambat perkembangannya dibandingkan dengan yang lain. Jadi, tidak ada salahnya untuk bertanya pada ahlinya.

 

ASI dan Makanan Tambahan untuk Bayi 4-6 Bulan

 

Selain menyusui ASI, sejak usia bayi 6 bulan Ibu mungkin sudah memperkenalkannya pada makanan tambahan pendamping ASI. Setelah mengenalkan makanan yang bertekstur lembut dengan rasa yang tidak begitu tajam, secara bertahap bayi Ibu sudah bisa diperkenalkan dengan makanan yang lebih bertekstur dan rasa yang lebih bervariasi.

Rasa baru ini akan memperkaya kemampuan mereka mengecap, dan membuat mereka tertarik untuk makan, lebih dari sekedar membantu mereka belajar makan. Kemampuan mengunyah bayi Ibu juga sudah semakin berkembang, sehingga Ibu bisa memberikan makanan dengan tekstur yang lebih kasar.

Yuk Bu, bentuk kebiasaan makan yang baik sejak dini, dengan selalu memberikan makan dengan jadwal yang teratur di meja makan menggunakan kursi khusus untuk anak-anak. Ajak ia untuk melakukan rutinitas makan bersama anggota keluarga yang lain, agar tercipta suasana makan yang akrab dan lebih menyenangkan.

Karena ia sudah bisa menggenggam dan memasukan makanan ke dalam mulutnya, biarkan bayi Ibu belajar sendiri memakan makanannya ya Bu. Berantakan? Tidak apa-apa, coba liat deh, bayi Ibu akan makan lebih banyak jika makan sendiri ketimbang Ibu suapi. Ibu juga bisa membantu memudahkan mereka belajar makan dengan memberikan makanan yang bisa digenggam yang lembut, agar mereka bisa mengunyahnya. Jangan lupa ya Bu, selalu damping bayi Ibu saat makan, untuk mencegah ia tersendak.

Pada awalnya bayi Ibu mungkin akan menolak makanan yang bertekstur kasar, jangan panik dulu, Ibu bisa mengakalinya dengan menyajikan makanan yang bervariasi agar masa transisi ini bisa dilalui dengan baik. Ibu juga sudah mulai bisa menggunakan cangkir yang memiliki dua pegangan untuk melatihnya minum langsung. Ayo Bu, pelajari lebih lanjut tahap pemberian makanan tambahan di sini.

 

Yuk, Bermain Bersama Bayi Ibu!

 

Let’s play! Saat ini bayi Ibu sedang antusias untuk melakukan apa saja. Tapi ia kelihatan tidak berminat untuk merangkak dan malah menggeser-geser pantatnya untuk bergerak? Ibu tidak perlu khawatir kok. Setiap bayi punya gayanya sendiri yang unik. Ibu bisa menciptakan suasana bermain yang menyenangkan di rumah, menggunakan alat dan barang-barang yang ada.

Ibu juga bisa menciptakan rintangan dari bantal, selimut, menggunakan kotak kardus yang berukuran cukup besar dan mengalasinya untuk mengajarinya konsep ‘luar’ dan ‘dalam’, bermain cilukba, lempar bola, atau menyembunyikan mainan favoritnya dan meminta bayi Ibu untuk mencarinya.

Semua permainan ini akan mendorongnya untuk menjelajah dan bereksplorasi, sekaligus memperkuat otot-otot tubuhnya, lets play and have fun together!

Bayi Ibu juga sudah mulai senang melompat-lompat di pangkuan Ibu dan menendang-nendang? Ini karena otot-otot kakinya sudah mulai berkembang, ia juga sudah bisa menahan beban tubuhnya di kakinya. Otaknya juga sudah lebih berkembang dan membantunya untuk dapat lebih mengendalikan kemampuan motoriknya pada leher, bahu, dada dan pinggang bawah, juga tangan dan kaki.

 

Kordinasi dan Kewaspadaannya Mulai Meningkat

 

Sekarang kemampuan bayi Ibu bertambah, kemampuan kordinasinya semakin baik, bayi Ibu mulai belajar melepaskan benda yang digenggamnya. Tampaknya ia begitu menikmati kemampuan barunya ini, jadi dia akan sering menjatuhkan dan melemparkan apa saja yang dipegangnya. Don’t take it personally Moms! Hal ini normal kok, artinya dia semakin pintar. Bila sudah melewati batas atau membahayakan, ajari dia untuk memahami kata ‘tidak’ dan ‘jangan’.

Selain kemampuan fisik dan tubuhnya yang makin berkembang, bayi Ibu juga berkembang secara emosional. Di minggu pertama usia bayi 9 bulan, ia akan mengalami perasaan ‘takut berpisah’ dengan Ibu. Pada tahapan ini mungkin Ibu akan menjadi sedikit kesulitan saat perlu melakukan hal lain yang berjauhan darinya, meskipun hanya sebentar.

Perasaan ini juga mengakibatkan Ibu akan kerepotan saat bepergian bersamanya, karena ia terbiasa dengan lingkungan dan wajah-wajah yang akrab dengannya di rumah, dan dia suka segala sesuatunya yang dapat ditebak. Berada dalam perjalanan membuat perasaan aman dan rutinitasnya sehari-hari terganggu, terutama saat mengunjungi tempat baru atau bertemu orang-orang baru. Akibatnya ia akan rewel dan menempel terus pada Ibu.

Atasi perkembangan emosional ini denga tetap melakukan rutinitas sehari-hari secara teratur, sehingga bisa mengurangi rasa takut yang dirasakan bayi Ibu. Yuk, ajak ia bermain cilukba, atau sembunyikan mainan kesukaannya agar dia mencarinya. Bagaimana jika Ibu mengajaknya ke luar rumah? Persiapkan benda-benda yang dapat mengalihkan kecemasannya, misalnya buku bergambar, mainan yang mengeluarkan bunyi, balok-balok, boneka, dan mainan yang paling disukainya jika punya. Sediakan waktu untuknya menenangkan diri setelah berkunjung dan bertemu dengan orang-orang yang asing untuk mengurangi tekanan yang dirasakannya.

 

Mengoceh dan Memahami Kata-Kata

 

Wow! Bayi Ibu sekarang tumbuh makin menakjubkan. Ia sudah mulai mengenal dan mengingat namanya sendiri, mengingat bagian lagu-lagu tertentu, dan mainan favoritnya. Meskipun dia belum bisa bicara, ocehan yang keluar dari mulutnya mulai terdengar masuk akan dan bisa dipahami. Ini membuatnya semakin menjadi pribadi yang unik dan berbeda dari yang lain. Ibu tentunya sangat bangga ya!

Ibu mungkin sudah akan mendengar ia bisa mengucapkan kata ‘mama’, ‘baba’, atau ‘papa’ untuk menyebut dua orang yang paling istimewa dalam hidupnya, sungguh mengharukan. Meskipun lebih sering tidak mematuhinya, bayi Ibu juga sudah mengerti kata ‘tidak’ dan ‘jangan’. Mereka tidak akan ragu lagi mengemukakan pendapat dan pilihannya akan sesuatu dengan cara mengoceh, tertawa, dan menjerit. Apa saja sih stimuli yang bisa Ibu lakukan? Bacakan buku berrgambar dan ajak dia sering-sering berbicara agar kemampuannya semakin terasah.

 

Belajar Melibatkan Diri

 

Saat Ibu membacakannya buku cerita bergambar, bayi Ibu sudah mulai bisa terlibat dalam kegiatan ini, dengan ikut-ikutan membolak-balik halaman buku yang sedang dibaca, mendengarkan suara Ibu dengan lebih seksama, dan mengikuti gambar-gambar berwarna yang ada di dalamnya.

Kenalkan ia pada berbagai macam suara baru lewat buku bergambar tentang hewan, tirukan suara berbagai macam hewan saat Ibu membacakan buku ini untuknya, walaupun ia belum bisa menghubungkan antara kata-kata yang Ibu ucapkan dengan gambar yang ada.

Selain membacakan buku, ajak dia membuka dan menutup pintu, menyebutkan nama-nama benda yang Ibu lihat, merangkak di bawah meja, dan masih banyak lagi yang bisa Ibu lakukan untuk menggugah keingintahuannya yang besar.

 

Setiap Bayi Unik dan Berbeda

 

Perkembangan bayi Ibu mungkin tidak sama dengan bayi yang lain, bisa jadi lebih lambat atau lebih cepat. Tak ada yang perlu dikhawatirkan Bu, karena ini normal. Terutama bayi yang prematur, mereka biasanya akan mengalami sedikit keterlambatan. Akan tetapi, jika Ibu cemas, Ibu bisa membicarakannya dengan dokter atau berkonsultasi dengan ahlinya.