Tips & Advice 0-6 Bulan

Bagaimana Cara Memerah ASI

Mengapa Ibu Perlu Memerah ASI?

Saat bayi Ibu sudah mulai terbiasa dengan rutinitas menyusui, yaitu ketika ia sudah berumur 6 sampai 8 minggu, Ibu sudah bisa memerah dan menyimpan ASI untuk diberikan di lain waktu. Ini adalah untuk menghindari bayi Ibu mengalami kebingungan puting (sulit membedakan antara puting dengan dot) yang dapat membuat bayi menolak menyusu.

Alasan umum mengapa Ibu memerah ASI biasanya adalah karena Ibu akan kembali bekerja, tetapi tetap ingin memberikan ASI sebagai sumber gizi terbaik untuk bayi.  Memerah ASI juga dilakukan saat Ibu sudah memperkenalkan makanan padat atau MPASI kepada bayi Ibu yang telah berusia 6 bulan.  Tetapi ada beberapa alasan lain kenapa Ibu dianjurkan untuk memerah ASI, yaitu:

  • Agar suami bisa ikut serta terlibat dalam memberikan makan pada bayi, kegiatan ini dapat membantu mendekatkan suami Ibu dengan bayi Ibu. Memerah ASI juga dapat membuat Ibu tidak harus selalu ada di tempat saat bayi memerlukan ASI. Selain suami, Ibu dapat meminta nenek atau orang lain yang dipercaya untuk memberikannya. Ini memberikan waktu bagi Ibu untuk bisa melakukan aktivitas yang lain atau beristirahat untuk memulihkan diri.
  • Merangsang produksi ASI agar mengeluarkan lebih banyak ASI untuk memenuhi kebutuhan bayi. Juga mengurangi rasa sakit apabila Ibu mengalami payudara bengkak akibat produksi ASI yang berlebih.
  • Sebagai persediaan ASI jika Ibu harus meminum obat karena sakit.  Atau jika Ibu harus pergi ke tempat lain dan harus berjauhan dengan bayi untuk sementara waktu.

Ada baiknya sebelum memerah ASI, Ibu membicarakannya terlebih dahulu dengan dokter atau bidan yang Ibu percaya.

Ada dua cara memerah ASI, dengan tangan atau dengan pompa elektrik.

Memerah ASI dengan Tangan

Untuk memerah ASI dengan tangan, lembutkan payudara Ibu dengan cara mengompresnya dengan handuk lembut yang telah diberi air hangat, atau Ibu bisa mandi dengan air hangat lalu memijatnya dengan lembut. Setelah Ibu membersihkan tangan dan mensterilkan baskom atau wadah tempat menampung ASI, Ibu bisa memulai memerah.  Caranya adalah:

  • Sangga payudara Ibu dengan satu tangan, lalu pijat dari bagian atas payudara menuju ke arah puting. Pijat payudara secara menyeluruh, termasuk bagian bawahnya.
  • Tekan perlahan di bagian belakang areola (kulit berwarna gelap yang mengitari puting) dengan ibu jari dan telunjuk.
  • Pencet kedua jari bersamaan, lalu tekan ke arah ujung puting agar ASI keluar. Lakukan secara hati-hati agar ASI yang keluar tidak muncrat ke segala arah.

 

Memerah ASI dengan Alat Bantu (Pompa Elektrik dan Manual)

Ada dua jenis alat pompa ASI, manual dan elektrik.  Menggunakan pompa elektrik membuat kegiatan memerah ASI menjadi lebih mudah dan cepat. Sementara jika menggunakan pompa manual, Ibu masih harus mengoperasikan alat pemompa dengan memencetnya.  Alat apapun yang Ibu gunakan, pastikan untuk selalu mencuci tangan dan peralatan yang digunakan agar steril. Lembutkan payudara Ibu dengan mengompresnya dengan air hangat, atau mandi air hangat sebelum mulai memompa.

Cara menggunakannya? Ibu tinggal meletakkan penyedot ASI hingga menutupi puting dan areola, lalu biarkan alatnya bekerja.  Alat pompa yang baik akan bekerja seperti bayi menghisap ASI. Pastikan memilih penyedot ASI yang ukurannya sesuai ya, dan meletakkannya dengan pas pada puting agar tidak sakit saat dipompa.  Waktu yang diperlukan tergantung pada alat yang Ibu gunakan, biasanya memerlukan waktu 15-45 menit untuk melakukannya.