Tips & Advice Balita

Mengajarkan Anak Belajar Dari Kegiatan Sehari hari

Aktivitas utama yang perlu dilakukan oleh anak-anak dalam menjalani kegiatan sehari hari adalah bermain sambil belajar. Belajar bagi anak-anak akan lebih efektif bila dijalani melalui pengalaman langsung, karena kemampuan berpikir dan menalar anak-anak masih terbatas pada hal-hal yang bersifat konkrit dan belum memiliki kemampuan berpikir abstrak. Mengajarkan anak tentang angka dan jumlah misalnya, akan lebih efektif bila anak dapat melihat dan menghitung langsung jumlah barang di depannya. Oleh karena itu, anak akan optimal belajar dengan menggunakan stimulus-stimulus yang nyata bisa dilihat, dipegang, atau dimainkan langsung oleh mereka.


Disesuaikan dengan kemampuan berpikir anak-anak yang konkrit dan berdasarkan pengalaman langsung ini, maka orangtua bisa memanfaatkan banyak hal yang ada di kehidupan sehari-hari untuk mengajarkan anak pengetahuan baru ataupun keahlian-keahlian penting dalam hidup. Melalui kegiatan seperti apa? Yuk coba kita lihat beberapa contoh, apa saja yang bisa dipelajari anak dari aktivitas rutin sehari-hari.


  1. Belanja ke Pasar/Supermarket
    Siapa yang suka mengajak anaknya pergi berbelanja kebutuhan rumah tangga? Kegiatan ini bisa dimanfaatkan untuk mengajarkan anak tentang banyak hal. Orangtua bisa memberikan tanggung jawab kepada anak untuk membantu proses belanja. Meminta anak untuk mendorong kereta belanja, kegiatan ini selain bisa mencegah anak lari-lari dengan resiko kehilangan orangtua di tempat umum, anak juga dapat belajar tentang kerja sama, mengenal barang-barang yang dibeli, dan juga meningkatkan rasa percaya diri anak karena diizinkan untuk membantu dan melakukan sesuatu untuk orang lain. Ketika hendak membayar di kasir, anak juga bisa belajar tentang konsep antre dan bersabar menunggu giliran.
  2. Tugas Rumah Tangga
    Menyapu, mengepel, memasak, dan kegiatan rumah tangga lainnya juga bisa dimanfaatkan untuk anak-anak belajar lho. Mendidik anak untuk bertanggung jawab dan mau membantu bisa dilakukan melalui kegiatan rumah tangga ini. Misalnya dengan mengajak anak memasak bersama. Orangtua bisa memanfaatkan kegiatan ini untuk mengajarkan anak tentang bahaya api dari kompor, tajamnya pisau, bagaimana berperilaku yang sesuai di dapur. Anak dapat diajarkan tentang konsep kebersihan, berhati-hati, dan menghargai makanan yang telah susah payah disiapkan bersama. Anak-anak juga bisa belajar tentang proses, bahwa untuk mendapatkan suatu hasil segala sesuatu harus melalui proses dan tidak instan.
  3. Berkendara
    Berkendara dan berpergian juga aktivitas yang terjadi rutin di kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, anak-anak bisa belajar tentang konsep ketertiban dan aturan-aturan berlalu lintas. Misalnya mengajarkan anak untuk tertib menyeberang di zebra cross, jembatan penyembarangan, dan/atau ketika lampu lalu lintas untuk kendaraan sedang berwarna merah. Anak juga bisa diajarkan tentang arti-arti lampu lalu lintas atau rambu dan marka jalan. Melalui berkendara orangtua juga bisa mulai mengenalkan dan mengajarkan kemampuan membaca kepada anak, misalnya dengan membaca tulisan yang ada di penunjuk jalan atau meminta anak menyebutkan angka-angka yang ada di plat nomor mobil lain.

Proses belajar pada anak dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Untuk mengoptimalkannya, yang dibutuhkan hanyalah kreativitas orangtua dalam memanfaatkan kegiatan sehari-hari dan meluangkan waktu untuk memberikan penjelasan kepada anak apa yang sedang mereka lakukan. Selamat mencoba!

IG : @rumah.dandelion