Tips & Advice Balita

Perkembangan Anak Usia 1 - 2 Tahun


Gemas rasanya melihat tingkah si Kecil. Semakin besar, dia semakin aktif, tak henti bertanya dan tak bisa diam menjelajah sekitarnya. Setiap hari ada saja yang dikerjakan si Kecil. Pahami Perkembangan anak 1 - 2 tahun dan arahkan agar tumbuh menjadi anak yang terampil, cerdas, dan kreatif.


Pahami Emosinya


Di usia 1-2 tahun, si Kecil mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perilakunya pun jadi semakin kompleks dan menantang. Berikut tingkah laku yang kerap dilakukan si Kecil usia 1-2 tahun:


Kerap Membantah

Menurut John Sargent, MD, profesor psikiatri anak di Baylor College of Medicine, Houston, Amerika Serikat, mah adembantalah salah satu cara anak untuk menunjukkan kemandiriannya. Tetap sabar dan jangan keburu kesal. Ingat bahwa si Kecil sebenarnya sedang belajar untuk membuat keputusan, dan sudah semestinya Anda mendukung tugas belajarnya itu.


Tidak Mau Berbagi

Beberapa anak tidak mengalami masalah untuk berbagi. Namun pada dasarnya bagi balita, berbagi adalah suatu konsep yang harus Anda ajarkan. Dalam buku "What to Expect: The Toddler Years", disebutkan bahwa balita tidak mengerti perbedaan antara berbagi benda dengan menyerahkan kepemilikan atas benda tersebut. Dukung perkembangan emosinya dengan mengajarkannya berbagi.


Cemburu

Anak 1-2 tahun biasanya merasa dirinya adalah pusat dunia dan menginginkan segala sesuatu berjalan sesuai kemauannya. Membantu anak mengolah rasa cemburu di usia dini dapat membantunya mengelola emosi saat kelak dewasa.



Dukung Si Kecil Jadi Pemberani


Di usia 1-2 tahun, si Kecil sudah mulai mengenal rasa takut. Jangan keburu menggoda atau menjuluki si Kecil 'penakut' saat dia enggan melakukan sesuatu. Rasa takut adalah bagian dari tahap perkembangan anak yang muncul saat menyesuaikan diri dengan pengalaman baru dan menghadapi bahaya.

Pahami ketakutannya. Biarkan ia tahu bahwa Anda merasakan ketakutannya namun jangan memindahkan rasa khawatir Anda kepadanya dengan melarang dan menakut-nakutinya. Rasa cemas Anda malah membuat situasi semakin tidak kondusif. Bisa-bisa si Kecil malah jadi tambah takut. Lebih baik katakan bahwa ia dapat mencoba dan Anda akan menjaganya.

Berikan contoh. Ajarkan si Kecil jadi pemberani dengan memberikan contoh dan biarkan ia mencoba dahulu sedikit demi sedikit.

Beri komentar positif ketika ia berhasil. Pujian tulus dari Anda saat si Kecil berhasil mencoba sesuatu yang sebelumnya ia takuti akan menambah rasa percaya dirinya.



Kembangkan Kreativitasnya


Wajar jika Anda kadang kesal atau jengkel saat si Kecil usia 1-2 tahun gemar merobek-robek kertas, mencoret-coret tembok, hingga menghamburkan mainan di sana-sini. Tetap tenang dan sabar karena perilaku ini bisa jadi merupakan tanda kreativitas si Kecil.


Sebenarnya perilak aktif si Kuecil adalah buah dari keingintahuan dan kreativitasnya. Kreativitas anak dimulai sejak usia 2 tahun, meningkat pada usia 3 tahun, dan mencapai puncaknya usia 4 tahun. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menumbuhkan kreativitas si Kecil:

 

1. Dengarkan dan beri anak kesempatan menyampaikan perasaan, keinginan dan gagasannya tanpa mencela atau membuatnya malu. Caranya bisa dengan mengajak anak bercerita tentang kisah di balik corat-coretnya.


2. Pahami beragam cara anak mengekspresikan kreativitasnya dengan memberikan pengakuan dan pujian terhadap proses kreatif yang dilakukannya. Misalnya dengan membingkai dan memasang karya anak.


3. Ciptakanlah rumah yang kaya akan peluang mengekpresikan diri. Sediakan mainan, buku, pensil warna, krayon, serta ruang dan waktu untuk mendukung kreativitas anak.


4. Hindari membanding-bandingkan anak dengan kakak, adik, atau teman seusianya.