Tips & Advice 0-6 Bulan

Kenali Penyebab Bayi Prematur

Kenali Penyebab Bayi Prematur

Penyebab bayi prematur, ada banyak faktor. Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi kurang dari 37 minggu, dimana waktu tersebut belum memasuki masa bayi seharusnya dilahirkan. Artinya, bayi tersebut memiliki waktu yang lebih singkat berada di dalam rahim ibu, dibandingkan dengan bayi normal lainnya.

Kelahiran prematur bisa dikarenakan beberapa hal, dan kebanyakan bayi prematur mengalami beberapa hal berikut, seperti tubuh yang kecil, ukuran kepala yang tidak normal, kulit transparan, suhu tubuh yang rendah terutama pada saat baru lahir, kesulitan bernapas, dan kesulitan menelan serta menghisap.


Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Berikut beberapa hal yang menyebabkan risiko kelahiran prematur:

  • Mempunyai riwayat kelahiran prematur sebelumnya
  • Kehamilan kembar, kembar tiga atau kelipatannya
  • Memiliki jarak yang dekat antara kehamilan sebelumnya (biasanya jedanya hanya 6 bulan)
  • Adanya masalah dengan rahim, leher rahim atau plasenta
  • Merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang
  • Mengalami gizi buruk dan kekurangan berat badan pada saat kehamilan
  • Adanya infeksi, terutama dari cairan ketuban dan saluran kelamin yang lebih rendah
  • Beberapa kondisi kesehatan kronis, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes
  • Mengalami stres saat kehamilan, misalnya saja kematian orang terdekat atau kekerasan pada rumah tangga
  • Pernah mengalami keguguran atau melakukan aborsi
  • Cedera fisik atau trauma

Walaupun tidak semua bayi prematur mengalami komplikasi, ada beberapa dari mereka yang mengalami komplikasi, karena kelahiran yang terlalu dini. Umumnya, semakin cepat bayi lahir, maka semakin tinggi pula risiko komplikasi yang akan menyerang. Nah, beberapa komplikasi yang muncul antara lain:

1. Sistem pernapasan

Bayi prematur sangat mungkin mengalami kesulitan bernafas karena sistem pernafasannya yang belum matang. Selain itu, beberapa bayi prematur mengalami apnea, yaitu mengalami jeda berkepanjangan saat benafas.

2. Jantung

Bayi prematur umumnya dapat mengalami masalah jantung, seperti kelainan jantung yang sering menutup sendiri. Nah, jika hal tersebut tidak segera diatasi, maka terlalu banyak darah yang mengalir melalui jantung dan menyebabkan gagal jantung serta komplikasi lainnya.

3. Otak

Semakin dini bayi lahir, semakin besar risiko perdarahan yang terjadi pada otak yang dikenal sebagai intraventtrikular. Namun,tak semua bayi premature mengalami ini. Metode kangaroo mothercare yang intensif dilakukan dapat membantu mengatur pernapasan, suhu tubuh, dan detak jantung bayi dalam kondisi lebih baik, yang semuanya akan mendukung perkembangan otak yang sehat.

4. Masalah pada darah

Bayi prematur berisiko terkena masalah pada darah, misalnya saja anemia of prematurity. Anemia adalah kondisi umum dimana tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah. Anemia of prematurity akan menyebabkan berat badan bayi sulit naik.

Nah, dari resiko kesehatan di atas, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan orangtua jika bayi lahir prematur, misalnya saja bayi sebaiknya ditempatkan pada inkubator dalam waktu tertentu. Hal ini dilakukan untuk membuat bayi tetap hangat dan mempertahankan suhu tubuh normal. Selain itu, pantau bayi secara berkala, adapaun tanda-tanda vital yang harus Anda monitor antara lain tekanan darah, denyut jantung, pernapasan dan suhu tubuh. Meski bayi prematur lahir lebih awal, di usia dua tahun, dengan pemenuhan nutrisi yang baik, biasanya perkembangan bayi prematur sudah sama dengan bayi yang lahir cukup waktu. Sehingga, orangtua tak perlu khawatir. Selalu konsultasikan kepada dokter untuk penanganan yang tepat apabila anak anda lahir prematur.