Tips & Advice 0-6 Bulan

Bayi Kolik dan Masalah Pencernaan

Kolik, Apakah Itu?

Kolik adalah istilah yang digunakan pada kondisi bayi yang menangis terus-menerus, rewel, dan tidak dapat dikendalikan oleh siapapun termasuk Ibu sendiri.  Kebanyakan bayi kolik berusia kurang dari 5 bulan dan menangis selama lebih dari 3 jam dalam sehari secara terus-menerus.

Kolik berasal dari bahasa Yunani, kolikos yang artinya usus besar. Bayi memiliki sistem pencernaan yang sangat rentan, dan masalah yang terjadi pada pencernaan bayi adalah pemicu utama si Kecil menjadi kolik.

Kolik pada bayi Ibu biasanya ditunjukkan dengan gejala-gejala seperti berikut:

  • Menangis tanpa sebab dan tidak bisa ditenangkan.
  • Sering mengeluarkan gas (kentut).
  • Tangan mengepal, menarik kaki dari arah perut, dan melepaskannya berulang-ulang sambil menangis dengan keras.
  • Perut kembung dan bersuara seperti ada gelombang-gelombang kecil di dalamnya.

 

Bagaimana meredam gejala-gejala kolik pada bayi? Berikut ini beberapa tips yang mungkin dapat membantu Ibu:

  • Hindari pemberian ASI terlalu berlebihan dalam satu waktu. Akan lebih baik jika Ibu menyusuinya dalam porsi sedikit, tapi sering. Hindari pula pemberian makanan padat untuk bayi di bawah usia 6 bulan.
  • Pastikan popok bayi dalam keadaan kering dan nyaman.
  • Gerakkan kaki bayi seperti sedang mengayuh sepeda.
  • Bungkus tubuh bayi dengan selimut hangat berbahan lembut sambil memeluknya.
  • Ayunkan tubuh bayi dengan perlahan, atau bisa juga mengajaknya berjalan-jalan keliling kompleks perumahan.
  • Putarlah lagu yang dapat menarik perhatiannya. Terkadang ada bayi yang menyukai musik dengan volume cukup besar tapi tidak gaduh.

Jika tangisan bayi tidak seperti biasanya dan Ibu merasa khawatir akan kesehatannya, segera konsultasikan ke dokter agar dapat ditemukan penyebab pasti dan penanganan yang tepat untuk bayi Ibu.