Tips & Advice Balita

Menggunakan Game dalam Pendidikan Karakter Anak

Setiap orangtua tentu ingin anak-anaknya memiliki karakter yang baik. Jujur, bertanggung jawab, rendah hati, mandiri, dan peduli pada orang lain adalah merupakan karakter-karakter yang diinginkan muncul pada anak. Akan tetapi pendidikan karakter anak bukanlah tugas yang mudah, karena membentuk karakter tidak bisa dilakukan dengan metode mengajar biasa. Tidak ada tempat les pendidikan karakter. Di rumah pun banyak orangtua yang mendidik karakter anak dengan menasihati, padahal jika hanya lewat kata-kata (dinasihati) anak belum dapat menangkap secara utuh tentang karakter yang orangtua inginkan, karena karakter adalah tentang bertindak. Anak bukan sekedar paham apa yan baik, tapi mereka tahu kapan harus berbuat baik, dan mau melakukannya. Dalam membangun karakter anak Sebenarnya, adakah cara yang lebih efektif dan menyenangkan. Yaitu melalui game atau permainan. Dari berbagai penelitian, pendidikan karakter akan jauh lebih efektif melalui keterlibatan orangtua melalui game, aktivitas, dan diskusi dengan anak.

Game atau permainan yang dimaksud disini bukanlan game pada gadget melainkan permainan-permainan interaksi langsung dengan anak. Bagi anak, belajar lewat game  tentu lebih menyenangkan. Dan melalui game orangtua dapat memberi contoh langsung, dan meminta anak mengambil insights (makna) berdasarkan permainan yang dilakukan. Ada beberapa game sederhana yang dapat dilakukan di rumah di akhir pekan. Selain menjadi cara meningkatkan ikatan antara orangtua dan anak, beberapa permainan ini dapat menjadi sarana dalam pendidikan karakter pada anak.

  1. Ember perilaku baik

Seminggu sekali, sediakan ember/wadah kecil tempat seluruh anggota keluarga meletakan kertas yang berisi pujian terhadap hal baik yang dilakukan oleh setiap anggota keluarga lainnya. Lalu masing-masing anggota keluarga dapat membaca apresiasi yang diberikan oleh orang lain.

  1. Kata-kata Garam

Gunakan tisu basah/lembab, lalu taburi garam diatasnya. Kemudian minta anak untuk mengambil kembali garam yang menempel pada tisu. Anak akan mengalami kesulitan, dan orangtua dapat mengingatkan, bahwa garam tersebut seperti kata-kata yang tidak enak, atau perilaku yang tidak enak, jika sudah terlanjur menyakiti orang lain, meskipun kita sudah meminta maaf, dampaknya masih tetap terasa.

  1. Resep Menjadi Orang Baik

Dalam diskusi keluarga, minta anak sebutkan salah 1 contoh orang baik yang mereka kenal. Lalu cobalah susun bersama anak, mengapa anak-anak menyebut orang tersebut sebagai orang yang baik. Apakah karena ia suka menolong ketika ada yang mengalami kesulitan? Apakah karena ia senang berbagi benda/makanan yang dimiliki? Dengan demikian anak mendapat contoh perilaku yang diinginkan serta role model dari perilaku tersebut.

  1. Pay it forward

Ini adalah game karakter klasik yang sudah lama dimainkan. Minta anak untuk mengingat hal-hal baik yang dilakukan oleh orang lain kepada mereka hari itu. Misal: hari ini seorang teman membantunya bangun ketika anak terjatuh. Maka anak harus melakukan tindakan baik juga ke orang lain. Contohnya: karena aku dibantu temanku saat aku terjatuh, sekarang aku mau bantu mama mencuci piring. Ingatkan anak untuk kerap melakukan ini, sehingga mulai terbentuk kebiasaan pada mereka. Selain itu, ajar anak untuk memulai 1 tindakan baik ke orang lain, jika memang dalam 1 hari itu mereka tidak menerima tindakan baik dari siapapun.

Dalam mendidik karakter dengan game jangan lupa untuk melibatkan seluruh anggota keluarga. Kadang dalam permainan-permainan ini, bukan saja anak yang belajar, melainkan juga orangtua. Selain itu, konsistensi adalah hal penting dalam pembentukan karakter anak. Jadi, ingatkan anak untuk mengeluarkan karakter yang  baik setiap saat meskipun sedang tidak bermain. Membentuk karakter tidaklah instan, orangtua perlu bersabar dan menikmati proses ini bersama-sama. Gunakan setiap waktu yang ada sebagai diskusi atau latihan dalam membentuk karakter mereka. Dan terakhir, jangan lupa untuk menjadi contoh langsung bagi anak-anak kita. Selamat bermain dan membentuk karakter.