Tips & Advice 0-6 Bulan

Penyebab dan Cara Mengatasi Ruam Pada Bayi

Apa sih yang dimaksud dengan ruam popok?

Ruam popok adalah iritasi yang terjadi pada kulit di daerah pantat bayi Ibu. Selain berwarna kemerahan, sekitar pantat bayi Ibu mungkin akan terlihat sedikit bengkak dan terasa hangat ketika Ibu menyentuhnya. Ruam popok mungkin akan terlihat berupa bintik-bintik merah yang mengumpul di satu area kecil, atau bisa juga terlihat berupa benjolan-benjolan merah yang menyebar hingga daerah perut dan paha bayi. Ruam popok akan menimbulkan rasa gatal, sakit, dan bisa sangat mengganggu bayi, Ibu tidak perlu terlalu khawatir, karena ruam popok biasanya tidak berbahaya.

Penyebab Terjadinya Ruam Popok

Popok yang terlalu basah

Meskipun Ibu menggunakan popok yang mampu menyerap keringat dan air kencing bayi, tetap saja dapat menyebabkan kulit bayi menjadi lembap. Terlebih-lebih bila kulit bayi Ibu tergolong sensitif. Popok yang terlalu kasar juga tidak disarankan lho Bu.

Bahan kimia pada popok

Ruam popok bisa terjadi jika kulit bayi Ibu sensitif terhadap bahan-bahan kimia yang terkandung pada wewangian pada popok sekali pakai (disposable diaper) atau deterjen yang digunakan untuk mencuci popok. Kulit bayi yang tidak cocok dengan lotion atau bedak yang Ibu gunakan sebelum mengenakan popok pada bayi juga bisa menyebabkan ruam popok.

Makanan baru

Ruam popok adalah hal yang wajar terjadi pada bayi setelah ia mulai diberikan makanan tambahan atau dikenalkan dengan makanan baru. Bagi Ibu yang menyusui, bayi bisa saja bereaksi pada apa yang Ibu makan.

Infeksi

Sekitar pantat bayi adalah area yang hangat dan lembap tipikal kondisi yang disukai bakteri dan jamur. Sehingga tidak heran bila bakteri dan jamur mudah berkembang di area tersebut, terutama pada daerah lipatan.

Tips Menangani Ruam Popok

Cara terbaik untuk mencegah ruam popok adalah dengan memastikan bahwa daerah pantat bayi selalu kering. Jadi, segera ganti popok bayi bila basah. Begitu pula bila popok terlihat penuh, menggelembung, atau menggantung, segera ganti dengan yang baru.

  • Bersihkan area kelamin bayi secara merata setiap kali mengganti popok, dengan cara menepuk-nepuknya menggunakan washlap atau kapas. Jangan pernah lakukan dengan cara mengusap-usap ya Bu.
  • Pastikan tidak ada sisa urine atau kotoran yang tertinggal saat membersihkan daerah kelamin dan pantat bayi. Kulit bayi yang tidak bersih akan sangat mudah mengalami ruam popok.
  • Bila Ibu menggunakan bedak bayi, pastikan tidak ada bubuk-bubuk bedak yang tertinggal pada daerah lipatan kulit bayi setiap kali mengganti popok. Gunakanlah popok kain dari bahan katun yang lembut.

Hati-hati Ibu, jangan mengenakan popok terlalu ketat pada bayi supaya masih ada ruang untuk sirkulasi udaradan kulit bayi tidak tergesek.

  • Hindari pemakaian popok yang terlalu sering (bahkan pada saat bepergian).
  • Jangan mencuci popok dengan deterjen yang mengandung wewangian dan jangan pula menggunakan pelembut kain. Keduanya dapat menimbulkan iritasi pada kulit bayi. Gunakanlah air panas dan bilaslah popok dua kali.
  • Jangan menggunakan sabun bila kulit bayi yang tertutup popok merah dan kasar.
  • Ketika bayi mulai memakan makanan tambahan, kenalkanlah makanan baru secara perlahan. Berilah jeda selama beberapa hari di antara satu makanan dengan makanan lainnya, sehingga memudahkan Ibu untuk memantau apakah bayi sensitif terhadap makanan tertentu yang menyebabkan timbulnya ruam popok.
  • Bicaralah dengan dokter jika ruam belum juga hilang.