Tips & Advice 6-12 Bulan

Obat Flu Alami Untuk Bayi dan Anak

Pilek atau Flu?
    

Sebelum keburu membawa bayi atau balita Anda ke dokter, cari tahu apakah mereka menderita pilek ataukan influenza. Apa beda antara keduanya? Menurut dr. Puspa Aria dari RS St. Elisabeth Lela, Flores, NTT, pilek atau common cold bisa disebabkan oleh banyak hal, baik virus maupun bakteri, meskipun tidak seganas virus influenza. Lalu, bagaimana membedakan batuk – pilek biasa dengan influenza? Meski gejala awalnya sama, tapi penderita influenza juga akan mengalami demam tinggi selama 3-4 hari, sakit kepala, pegal-pegal dan kelelahan yang sangat serta batuk parah
Pilek yang normal biasanya akan sembuh setelah seminggu, atau setelah daya tahan tubuh si Kecil membaik. Jika Anda memberikan pengobatan dan perawatan yang baik, si Kecil tentu akan lebih cepat sembuh.

Tak Perlu Obat


Dalam dunia medis, sebenarnya tak ada obat batuk dan pilek untuk bayi dan balita karena risikonya lebih besar dibanding manfaatnya. Tak heran jika di negara maju, obat batuk pilek untuk bayi dan balita sudah dilarang. Beri anak makanan bergizi lengkap dan seimbang serta istirahat cukup agar daya tahan tubuhnya kuat. Jadi, obat flu alami untuk bayi dan anak sebenarnya dengan mengikuti petunjuk di bawah ini ya.
1.    Protein dan Vitamin
Kunci kesembuhan batuk pilek adalah imunitas tubuh yang baik. Menurut Prof. Dr. dr. Purwantyastuti, SpF(K), dosen dan peneliti di Departemen Farmakologi & Terapeutik, FKUI, Jakarta, untuk membuat sistem imun yang baik, tubuh memerlukan protein. Pastikan si kecil mengonsumsi makanan tinggi protein selama sakit, yang bisa diperoleh dari telur, ayam, ikan, dan susu. Selain makanan di atas, berikan anak asupan vitamin dari sayur dan buah segar.

 
2.    Probiotik
Bakteri baik yang ada di makanan seperti yogurt dan kefir, dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak-anak dan mencegah berbagai penyakit infeksi pernapasan, seperti batuk dan pilek.


3.    Garam
Garam memiliki khasiat anti peradangan yang dapat membantu mengeluarkan lendir dan melegakan pernapasan, serta meredakan batuk dan radang tenggorokan. Untuk hidung tersumbat, atasi dengan meneteskan larutan garam yang bisa dibeli di apotek dan toko obat. Anda juga bisa membuat sendiri larutan garam dengan cara: Larutkan ½ - 1 sendok teh garam ke dalam setengah liter air hangat. Teteskan dengan bantuan pipet. Kemudian untuk mengatasi sakit tenggorokan atau batuk, ajarkan si kecil untuk berkumur dengan larutan air garam hangat Madu
Jika diberikan pada malam hari menjelang tidur, madu efektif meredakan batuk serta membantu anak tidur lebih nyenyak. Untuk usia 1-5 tahun, berikan ½ sendok teh madu. Perlu diingat: madu tidak disarankan untuk bayi di bawah 1 tahun, karena berisiko menyebabkan botulisme, sejenis keracunan makanan.


4.    Sup ayam
Cairan hangat dapat membantu mengurangi gejala hidung tersumbat. Penelitian telah menunjukkan bahwa sup ayam dapat membantu meredakan gejala flu seperti nyeri, lemas, hidung tersumbat, dan demam.


5.    Cukup Istirahat
Istirahat sangat berhubungan dengan sistem imunitas tubuh. Pastikan si Kecil cukup tidur agar sistem imun si Kecil menjadi lebih baik, sehingga bisa melawan batuk dan pilek. Pastikan pula si Kecil tidur dengan nyaman. Jauhkan si Kecil dari area berdebu. Debu yang berlebihan akan membuat batuk dan pilek anak tak kunjung sembuh karena saluran pernapasannya terganggu.

Pilek pada Bayi


Sama seperti orang dewasa, saat pilek hidung bayi biasanya banyak mengandung ingus atau lendir. Tapi karena udara yang keluar masuk lewat hidung, ingus pun menjadi kering di dalam hidung. Ini menutup dan menyumbang saluran nafas di hidung bayi. Saat itulah bayi sulit bernafas karena hidung tersumbat
•    Menyedot Ingus. Gunakan penyedot ingus (nasal aspirator) khusus untuk bayi yang banyak dijual di apotik. Sterilkan sebelum digunakan. Lakukan dengan lembut dan perlahan agar hidung bayi tidak teriritasi.


•    Meneteskan NaCl. Anda bisa mendapatkan larutan obat tetes NaCl fisiologis 0,9% (20 ml) di apotik. Fungsi larutan garam adalah untuk melembabkan selaput dalam saluran pernafasan bayi, melancarkan sumbatan hidung, dan mengencerkan ingus agar mudah dikeluarkan. Cara memberikannya adalah dengan memasukkan sedikit bagian ujung pipet lalu teteskan lembut.


•    Tekan Lembut Hidung. Pijat lembut hidung bayi dan sekitarnya dengan bahan lembut sambil membersihkan ingus. Pijatan lembut merilekskan pernafasan bayi dan membantu lendir keluar dengan mudah. Bersihkan hidung dari bekas lendir yang mengering menggunakan cotton bud basah, lakukan dengan hati-hati.


•    Balsem Khusus Bayi atau Nebulizer. Anda bisa mengoleskan balsem pelega pernafasan khusus bayi, di bagian dada, leher dan punggung, sambil memijat lembut. Selain memberi rasa hangat, uap balsem juga akan melonggarkan hidung tersumbat. Cara lain adalah dengan membuat "nebulizer" sederhana. Teteskan minyak kayu putih ke dalam mangkuk berisi air panas di salah satu sudut ruangan, terutama di area kamar yang merupakan wilayah pertukaran udara. Selain berfungsi membersihkan udara yang sarat virus flu, uap hangat kayu putih juga membantu bayi bernafas dengan lega. Tetapi jika hidung bayi tersumbat disertai demam, batuk terus-menerus, atau jika ingus berwarna kuning kehijauan, segera bawa bayi ke dokter anak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tak Hanya si Kecil


Jangan sampai Anda jadi cemas dan berujung stres saat merawat si Kecil yang sedang batuk pilek atau flu. Stres bisa menurunkan daya tahan tubuh Anda, lho. “Orang tua kerap merasa stres ketika anaknya sakit,” kata Joshua Bernstein, M.D., dokter anak dari Asheville, North Carolina. “Padahal, bisa jadi si kecil yang sedang bermain di lantai sambil terbatuk-batuk, merasa baik-baik saja dengan penyakitnya itu.” Karenanya, jangan lupa relaksasi ya. Si Kecil sudah Anda rawat sebaik-baiknya dan akan sembuh segera kok".